
Setibanya Tiara dan Alda di kamar, mereka mendapati Lia sedang asik membaca komik diatas tempat tidur milik Cassan. Begitu juga Cassan yang membaca novel sambil mengemil.
Lia mendapat komik tersebut karena Cassan membelikan untuknya dan karena asik dengan dunia mereka masing-masing, Lia maupun Cassan sama-sama tidak menyadari kedatangan Tiara dan Alda.
Tiara dan Alda saling bertukar tatapan satu sama lain. Membiarkan mereka dengan dunianya sendiri, kedua sahabat itu lalu mengganti seragam sekolah mereka ke pakaian harian.
Setelahnya Alda bertanya pada Tiara mengenai apa saja yang akan Tiara bawa untuk kegiatan malam keakraban mereka besok karena dirinya tidak mencatat dan memperhatikan dengan baik perkataan Stacy.
Alda juga tidak menyukai Stacy oleh sebab itu ketika Stacy berbicara di depan dan menyebutkan persiapan yang harus mereka lakukan, Alda tidak memperhatikannya.
Tiara memberi catatannya pada Alda dan mereka mulai menyiapkan perlengkapan mereka.
"Oh iya. Tiara soal sleeping bag gimana dong? Kita kan gak punya." Tanya Alda pada Tiara.
Alda tidak mengetahui jika Boulevar High School memiliki sebuah aplikasi pemesanan online bernama BHS App. Karena itu ia tidak menggunakan aplikasi tersebut untuk memesan taxi online ketika sampai di terminal kota H saat pertama kali tiba.
"Tinggal pesan online aja. Langsung di antar beberapa jam setelah pesan." Jawab Tiara.
"Pesan online? Bukannya butuh waktu beberapa hari ya meskipun masih di kota yang sama."
Tiara akhirnya menyadari jika Alda belum mengetahui tentang bagaimana berkembangnya teknologi sekolah mereka.
"Enggak kalau kamu pake BHS App."
"BHS App? Aplikasi apaan tuh?" Tanya alda penasaran.
"Ya aplikasi pemesanan online sekolah kita."
"Apa? Emang ada ya?" Alda melotot tidak percaya.
__ADS_1
Tiara menganggukkan kepalanya sambil menghela nafas panjang melihat reaksi Alda. Tiara ingat saat Alda menceritakan padanya dan Lia tentang bagaimana ia menaiki bus sampai tiba di asrama.
Saat itu Tiara ingin bertanya padanya kenapa ia tidak menggunakan BHS App saja setelah sampai di terminal kota. Namun karena matanya sudah tidak mampu menahan kantuk ia akhirnya memilih untuk tidak bertanya.
"Ya udah sekarang kamu download aplikasinya dan mulai pesan sleeping bag-nya. Aku titip juga ya." Ucap Tiara.
Dengan rasa penasaran akan aplikasi tersebut, Alda dengan cepat mengambil ponselnya dan mulai mendownload. Hanya butuh beberapa detik saja aplikasi tersebut ter-download dan terpasang karena ukuran satuan aplikasi sengaja di perkecil oleh sang programmer.
Alda terkejut mendapati berbagai macam layanan tersedia disana. Namun ketika matanya menangkap ikon bergambarkan kendaraan, Alda pun membatu. Ia kemudian mengklik ikon tersebut dan menyadari jika ia bisa memesan layanan taxi maupun ojek online yang dikhususkan untuk murid Boulevar selama berada di kota H.
Jika Alda mengetahuinya semuanya lebih awal mungkin ia tidak akan memaksa supir bus untuk mengantarkannya sampai ke gerbang asrama.
Tiara tertawa dalam hatinya. Ia langsung mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Alda hanya dengan melihat ekspresi wajahnya saja.
"Cepetan pesan." Suara Tiara menyadarkan Alda dari lamunannya.
Tak menjelang lama Cassan mendapat panggilan masuk. Ia kemudian berlari keluar kamar dengan cepat sehingga menarik perhatian Tiara dan juga Alda.
Lia akhirnya menyadari keberadaan kedua sahabatnya itu setelah melepas pandangan dari komik ditangannya.
"Tiara, Alda? Kalian kapan sampe kok aku sama Cassan gak tau apa-apa yah." Tanya Lia, bangkit dari tempat tidur Cassan.
"Lumayan, udah dari tadi. Kami gak mau ganggu kalian karena kalian lagi asik membaca." Jawab Tiara.
"Astaga maaf yah.." Lia merasa bersalah karena tidak memperhatikan kedatangan sahabatnya sendiri.
"Iya gak apa-apa kok." Jawab Tiara lagi.
Lia kemudian menatap pada Alda yang berpura-pura tidak mendengar pembicaraan antara kedua sahabatnya itu. Ia membenahi beberapa potong pakaian kedalam tas miliknya lalu menyadari ia harus memesan beberapa makanan ringan juga untuk mereka.
__ADS_1
"Ald..."
"Tiara aku lupa mesen makanan ringan untuk kita. Bisa kamu pesennin gak?" Alda memotong perkataan Lia sebelum ia menyelesaikannya.
"....." Alda.
Lagi Tiara menghela nafas panjang. Dia tahu Alda sedang berakting mengabaikan Lia tetapi entah kenapa tiara jadi merasa prihatin pada Lia.
"Iya biar aku saja yang pesan makanannya." Jawab Tiara.
"Oke deh kalo gitu aku gak usah khawatir lagi kita kelaparan." Alda berkata.
"Haha.. jangan lupa siapin jaket juga. Soalnya disana udaranya pasti dingin banget." Ucap Tiara.
Sesaat Lia merasa seperti diasingkan oleh Tiara dan Alda namun perasaannya tersebut hilang setelah Tiara mengajaknya berbicara.
"Lia kamu udah siapin perlengkapan untuk besok?"
Lia menggelengkan kepalanya. "Belum."
"Ya ampun. Emang kamu gak tau kalau beberapa perlengkapan harus di pesan dulu? Kayak sleeping bag dan lainnya."
Lia melebarkan kedua bola matanya. Tiara benar. Lia lupa dengan perlengkapan seperti itu. Ketika matanya melihat pada waktu yang tertera di layar ponselnya, ia sadar bahwa waktunya tinggal sedikit saja untuk mempersiapkan semuanya. Apa lagi dia harus memesan beberapa barang yang tidak ia miliki.
Kinilah waktunya Alda berperan. Ia akan mengatakan pada Lia bahwa ia sudah memesan sleeping bag untuknya. Namun siapa sangka Cassan datang dari balik pintu dan menghentikannya.
"Lia kamu gak usah khawatir. Aku udah pesenin sleeping bag untuk kita berdua. Oh iya dan beberapa makanan ringan, jaket juga sepatu gunung."
Tiara, Lia dan Alda terkejut melihat Cassan membawa begitu banyak barang di tangannya. Melihat bagaimana ia kesusahan, Lia berlari ke arahnya dan membantunya membawa beberapa barang tersebut.
__ADS_1