Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#26 Ini Juga Kamar Aku


__ADS_3

Dari dalam kamar mandi suara percikan air terdengar jelas di telinga Tiara, Lia dan Alda seperti orang baru saja habis membuang air besar. Ketiga sahabat itu saling memandang satu sama lain dengan pertanyaan yang sama dalam pikiran mereka.


Tak lama Cassan keluar dari kamar mandi dan mendapati Lia juga Alda memegang peralatan di tangan mereka masing-masing.


Lia memegang sapu dan Alda memegang kemoceng sedangkan Tiara hanya berdiri di belakang mereka dan melipat kedua tangannya di dada.


Tiara tidak membutuhkan peralatan untuk berjaga-jaga karena dia yakin pencuri tidak akan membuang air besar di rumah yang ia jadikan target curiannya.


"KAMU!!!" Lia berteriak. "Kamu kok bisa ada disini?" Tanya Lia.


"Iya kamu kok bisa ada di kamar kami?" Sambung Alda.


Mereka tidak mungkin tidak mengingat Cassan. Dalam satu hari saja Cassan sudah banyak memberi mereka kejutan. Pertama membuat heboh seisi aula. Kedua memecahkan rekor Stacy dan ketiga sekarang, keluar dari kamar mandi mereka.


"Ini juga kamar aku." Jawab Cassan.


Lia dan Alda saling menatap satu sama lain. 'Kamar dia juga?'


"Oh jadi kamu temen sekamar yang belum dateng dari kemarin itu?" Tanya Lia.


Cassan mengiyakan Lia. "Aku gak bisa dateng kemarin karena aku lagi liburan sama kakek aku di Singapura." Jelasnya.


"Sing sing singapura?" Lia terkejut mendengar kata Singapura. Seumur hidupnya ia tidak pernah ke Singapura jadi wajar saja jika saat ini ia terkejut. Jangankan Singapura keluar kota M saja baru kali ini.


Berbeda dari Lia, Alda dan Tiara terlihat biasa saja. Alda pernah beberapa kali ke Singapura jadi ia tidak heboh ketika ada orang yang mengatakan kemarin dia di Singapura dan hari ini dia sudah kembali ke negaranya.


Bagi Tiara negara tetangga seperti Singapura bukan sesuatu yang harus ia ceritakan ke semua orang. Jika ia ingin hari ini juga ia bisa ke Singapura dengan pesawat pribadi keluarga Alexander.

__ADS_1


"Aku gak nyangka ternyata kita sekamar." Ujar Cassan.


"Kami juga." Jawab Alda dingin. Entah kenapa Alda merasa tidak begitu suka dengan Cassan.


Begitulah ceritanya yang akhirnya membuat mereka berakhir di meja yang sama malam ini. Meskipun begitu Cassan terlihat asik dengan dunianya sendiri.


"Cassan kamu suka baca novel ya?" Tanya Lia penasaran.


Sejak tadi Cassan tidak pernah berbicara dengan mereka. Dia terlihat asik membaca novel sambil menyuap sesendok dua sendok nasi ke dalam mulutnya.


"Iya aku suka banget baca novel. Kamu mau coba baca? Kalau mau aku bisa kasih kamu novel yang udah aku baca." Jawab Cassan padanya.


Saat membicarakan tentang novel, mata Cassan terlihat berapi-api. Ia sangat bersemangat.


"Hmm nggak makasih. Aku gak terlalu suka novel." Jawab Lia. Sebenarnya di bandingkan novel Lia lebih suka membaca komik.


"Oh gitu." Cassan mengeluarkan nada kekecewaan mendengar perkataan Lia.


DDRRTTT...


Bunyi ponsel Cassan bergetar membuatnya melupakan kekecewaannya dalam sekejap. Ia menatap nama pemanggil yang muncul di layar ponselnya.


'Kakek Baskara'


Dengan cepat Cassan mengangkat telfonnya. Tiara, Alda bahkan Lia yang berasal dari kampung pun tahu bahwa jenis ponsel milik Cassan adalah ponsel keluaran terbaru dari brand X dan harganya selangit.


Di Indonesia sendiri jenis ponsel tersebut belum dipasarkan secara komersial tapi Cassan sudah memilikinya.

__ADS_1


"Hallo kakek." Wajah seorang pria tua berusia sekitar 60an tahun muncul dilayar ponsel Cassan. Mereka melakukan panggilan video.


"Cucuku Cassan, gimana hari pertama kamu di sekolah?" Kakek Cassan bertanya padanya.


"Kakek aku baik-baik aja disini." Jawab Cassan.


"Baguslah. Jika seseorang mengganggumu beritahu kakek jangan diam saja."


Tiara, Lia dan Alda bisa mendengarnya betapa perhatian kakek Cassan pada Cassan membuat Tiara ikut merindukan keluarganya.


"Kakek, kakek gak usah khawatir karena aku bukan Cassan yang dulu." Ujar Cassan sedikit terganggu karena kakeknya masih menganggap dirinya yang sekarang masih seperti dulu.


"Iya baiklah. Hubungin pak Leo jika kamu membutuhkan sesuatu."


Leo yang berdiri di samping kursi roda kakek Baskara tidak bereaksi sama sekali ketika namanya disebut. Dia adalah asisten sekaligus tangan kanan kakek Baskara.


"Iya baiklah kek.." Jawab Cassan lalu teringat akan satu hal. "Kakek aku memecahkan rekor tes masuk Boulevar High School." Ceritanya semangat. "Nilai aku mendekati sempurna."


"Benarkah? Berapa nilai yang kamu peroleh." Tanya kakek Baskara tak kalah semangat.


"96 kek." Cassan melirik pada Tiara yang sedang memainkan ponselnya juga. "Apa aku boleh meminta hadiahku? Tanya Cassan.


"Boleh boleh tentu saja boleh. Memangnya apa yang kamu inginkan?"


"Aku baru aja browsing di website Lavida, mereka belum lama ini ngeluarin produk baju terbaru mereka. Hanya ada 10 pasang yang di jual di seluruh Indonesia. Kakek bisa kan beliin baju itu sebagai hadiah buat aku?" Ujar Cassan.


Kakek Baskara menatap Leo dan memintanya untuk mendapatkan baju tersebut sesegera mungkin. "Tentu saja. Apa sih yang tidak buat cucu kakek."

__ADS_1


"Yes, kakek yang terbaik."


Cassan menutup panggilan videonya dengan mood yang baik.


__ADS_2