Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#60 Hubungan di Rahasiakan


__ADS_3

"Kamu chat apa sama Alda?" Tanya Luka penasaran. Apa pun yang mereka bicarakan dalam chat tersebut pasti sesuatu yang lucu menurut isi pemikirannya. Karena dapat membuat seorang Tiara tersenyum lebar.


"Ini tentang Cassan." Jawab Tiara sambil membaca pesan yang dikirim oleh Alda padanya.


"Cassan? Emang kenapa lagi dia?" Lagi Luka dibuat penasaran.


Tiara sedikit melotot mengetahui Luka penasaran dengan apa yang terjadi pada Cassan. Akan tetapi karena Luka sudah bertanya padanya, Tiara terpaksa harus menjawab.


"Alda memuntahkan makanan padanya. Bukan sesuatu yang penting." Jawab Tiara datar, sedikit tidak suka karena Luka terlihat peduli pada Cassan.


"Haha aku tahu itu pasti ide kamu kan?" Tanya Luka sambil tertawa lucu. Luka bukan mengatakannya tanpa sebab. Semuanya karena pandangan dan perhatian Luka hanya tertuju pada Tiara seorang maka secara otomatis apa yang dilakukan Tiara, Luka mengetahuinya.


Meskipun dibumbui dengan rasa penasaran saat itu karena tidak memiliki ide atas apa yang dibisiki oleh Tiara pada Alda sebelum menaiki bus, Luka tak ingin bertanya juga pada Tiara karena baginya selama itu Tiara berurusan dengan sahabatnya ia tidak akan ikut campur.


"Kamu gak suka karena aku ngerjain Cassan?" Tiara bertanya pada Luka. Ia merasa sedikit penasaran namun disisi lain juga kecewa karena Luka yang didengar olehnya, biasanya tidak begitu peduli pada perempuan lain. Namun saat ini ia malah ingin tahu tentang apa yang terjadi pada Cassan.


Luka terkejut mendengar pertanyaan Tiara. Sepertinya Tiara salah paham padanya. Luka bertanya bukan karena ia peduli pada Cassan tapi ia peduli karena senyum di wajah Tiara.


Bagaimana mungkin Luka tidak menyukai apa yang dilakukan oleh Tiara pada Cassan, cewek yang telah merusak persahabatan mereka.


Setelah terdiam beberapa saat, Luka akhirnya menyadari bahwa kesalahpahaman Tiara padanya itu di sebabkan karena rasa cemburu Tiara padanya.


Meskipun terlambat menyadarinya, namun jauh di dalam lubuk hati Luka, ia merasa sangat senang Tiara cemburu padanya.


"Kata siapa aku gak suka? Tentu saja aku suka selama semua ide itu berasal dari kamu." Jawab Luka sambil menggoda Tiara.

__ADS_1


Wajah Tiara merona. Ia tersipu malu pada perkataan Luka "gombal banget." Gumamnya perlahan namun tetap tidak bisa luput dari pendengaran Luka.


"Aku gak gombal kok."


Tiara dibuat terkejut karena Luka memiliki pendengaran yang begitu bagus.


"Apapun yang kamu lakuin semuanya aku suka. Sekalipun kamu jadi cewek jahat, aku tetap suka." Lanjut Luka berkata tulus dari hatinya.


Seketika Tiara tertegun untuk sesaat. Matanya menatap tajam pada Luka, Ingin mengetahui apakah cowok tampan di sampingnya itu berbicara tulus adanya.


Dan perlahan jantung Tiara pun mulai berdetak kencang tidak beraturan. Sama seperti pertama kalinya mata Tiara menangkap keberadaan Luka, perasaan itu kini seolah-olah sudah menyatu dengannya secara alami.


"Aku gak akan pernah jadi cewek jahat dan kamu bisa pegang kata-kata aku." Jawab Tiara lalu berhenti sejenak menatap Luka.


"Tapi kalau seseorang berniat buruk pada orang yang penting untuk aku, aku bukan lagi menjadi cewek jahat tapi ratunya cewek jahat." Ucap Tiara sedingin es membuat Luka bisa merasakan aura yang menakutkan datang darinya.


Luka tidak menjawab Tiara untuk waktu yang cukup lama dalam dunia pembicaraan mereka. Luka terus menatap wajah Tiara terutama mata indah miliknya.


Pertanyaan Tiara 'Dan disaat itu apa kamu masih suka sama aku?' terus terngiang di benak Luka.


Tiara tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Luka sehingga ia tidak menjawab pertanyaannya malah menatap tajam padanya. Namun setelahnya Tiara dibuat terkejut dan tersentuh oleh jawaban Luka.


"Sampai kapanpun aku akan tetap suka sama kamu."


"Kamu.." Tiara tak mampu lagi mengatakan apapun. Ia merasa telah kehilangan semua kata-katanya hanya dengan enam kata yang terucap keluar dari mulut Luka.

__ADS_1


"Aku udah buat keputusan untuk suka sama kamu itu artinya aku harus suka juga dengan semua keburukan kamu."


'Aku harus suka juga dengan semua keburukan kamu? Tolong, sudah cukup! Gimana aku enggak jatuh hati kalau kamu ngomong kayak gitu.' Batin Tiara menjerit tak berdaya.


"Tiara, aku mau hubungan kita jadi dekat. Aku tahu mungkin ini terlalu cepat tapi aku jatuh cinta sama kamu pada pandangan pertama." Ucap Luka menarik kedua tangan milik Tiara dan menggenggamnya dengan lembut.


Tentu Tiara terkejut dengan tingkah Luka namun di satu sisi ia juga berdebar dengan perkataannya. 'Apa Luka lagi mengungkapkan perasaannya?' Tiara bertanya dalam hatinya.


"Aku mau kamu jadi pacar aku." Lanjutnya to the point.


Blus.. wajah Tiara langsung memerah. Ia belum siap untuk menghadapi situasi sekarang. Meskipun ia tahu bahwa suatu saat Luka akan memintanya menjadi miliknya namun ia tidak mengira akan secepat ini. Seingat dirinya baru kemarin mereka saling terbuka satu sama lain meskipun masih malu-malu kucing.


"Aku.. aku.." Tiara pun sama memiliki perasaan pada Luka dan bukan hanya itu ia pun jatuh cinta pandangan pertama pada Luka.


Namun ada sesuatu yang masih mengganjal di pikiran Tiara, "Aku mau jadi pacar kamu karena aku juga jatuh cinta pada pandangan pertama tapi..,"


"Aku tahu kamu mau hubungan ini dirahasiakan dulu kan?" Tanya Luka. Luka paham. Menurutnya Tiara pasti merasa semuanya terlalu cepat untuk mereka dan juga keduanya sama-sama memiliki penggemar yang pasti akan sangat sulit jika mereka tidak menyukainya.


"Aku gak apa-apa kalau hubungan ini harus di rahasiakan selama yang kamu mau." Lanjut Luka.


"Makasih." Tiara senang karena Luka mengerti dirinya.


"Jadi kita udah resmi jadian nih?" Luka memastikan hubungan mereka kembali membuat Tiara mengangguk malu.


"Iya kita udah jadian. Dan lagi di dalam bus. Gak romantis banget." Goda Tiara karena Luka menembaknya di dalam bus dan bukan di tempat romantis seperti yang semua pasangan lakukan.

__ADS_1


"Haha maaf." Luka menjadi malu karena godaan Tiara.


__ADS_2