Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#68 Kecewa


__ADS_3

Alda tertawa terbahak-bahak mendengar bagaimana Saka dengan epik mempermalukan Cassan di depan semua orang. Ditambah lagi ekspresi wajah Cassan yang terlihat begitu syok dan terpukul.


"Haha kamu kenal Cassan tapi bukan dia? Maksud kamu, dia bukan Cassan gitu?" Alda menanggapi omongan Saka dengan canda gurau. Ia sama sekali tidak mengerti maksud di balik perkataan Saka. Termasuk semua orang yang berada di sana.


Namun hal berbeda datang dari Tiara. Sebelumnya ia sudah mencurigai mengenai siapa Cassan setelah mendengar perkataan Saka di kantin. Oleh sebab itu Tiara membutuhkan informasi dari Saka untuk menghentikan niat buruk Cassan yang sebenarnya.


Akan tetapi saat itu Luka menghentikannya karena rasa cemburunya pada Saka dan mengatakan bahwa ia yang akan membantu Tiara. Tiara berharap secepatnya informasi mengenai Cassan ada di tangannya. Karena ia percaya Luka akan membantunya mendapatkan itu.


"Gue gak tau dia Cassan atau bukan. Tapi kalau dia ngakunya sebagai Cassan cucu dari Baskara Grup, gue gak percaya." Jawab Saka semakin menambah banyak pertanyaan muncul dalam benak orang-orang di sekitar mereka.


Mendengar kata Baskara Grup, seorang siswa yang berasal dari kota J langsung bereaksi. Dia mengetahui dengan baik bagaimana pengaruhnya Baskara Grup di kota J tersebut. Akan tetapi dirinya sendiri pun tidak mengetahuinya seperti apa sosok dari cucu Baskara Grup tersebut.


Siswa itu mengeluarkan ponsel dari saku celana yang di kenakannya dan melakukan pencarian di platform google. Kata kunci yang digunakan olehnya adalah gambar cucu dari Baskara Grup. Alhasil gambar-gambar yang muncul disana membuatnya sedikit mengernyitkan dahi.


"Lo bilang dia bukan cucu dari Baskara Grup? Terus gambar yang ada di google ini kalau bukan Cassan terus siapa?" Ujar siswa tersebut mempertanyakan maksud perkataan Saka.


Semua murid disana memandang pada layar ponsel yang ditunjukan oleh siswa tersebut. Karena layar ponsel yang kecil kebanyakan dari mereka tidak bisa melihatnya dengan jelas. Terpaksa mereka berinisiatif sendiri melakukan pencarian menggunakan ponsel mereka masing-masing.


Saka cukup terkejut dengan apa yang terjadi. Reno memberikan ponselnya pada Saka untuk memperlihatkan gambar yang dimaksud oleh siswa tersebut. Dan benar adanya Cassan yang saat ini sedang diadili oleh mereka adalah Cassan yang sama dengan cucu Baskara Grup.


Saka terdiam tanpa berkata-kata. Saat itu ia sangat jelas mendengar apa yang dibicarakan oleh pamannya dan para penyidik. Dan jelas sekali pewaris Baskara Grup hanya memiliki seorang anak perempuan yang juga menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut. Lalu bagaimana bisa Cassan masih hidup? Apa Baskara Grup memiliki cucu lain selain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut? Saka berpikir keras.


"Disini dikatakan bahwa kakek Baskara hanya memiliki satu orang anak bernama Irwanto yang juga merupakan seorang pewaris tunggal. Irwanto memiliki seorang istri dan anak yang bernama Cassan Putriani Baskara." Terang siswa tersebut dari apa yang dibacanya.


Para murid terkejut saling menatap tak percaya. Mereka tidak menyangka jika Cassan adalah anak dan cucu dari keluarga kaya raya yang sangat berpengaruh di kota J.


Pemikiran mereka untuk tidak menyukai Cassan pun berubah karena merasa takut dengan latar belakang keluarganya. Mereka kemudian meminta maaf pada Cassan setelah telah menertawakan dirinya.


Kali ini Cassan akhirnya kembali bernafas lega. Bagaimana tidak, kemenangan sepenuhnya sudah menjadi miliknya. Ia melirik pada Alda yang membisu seribu bahasa lalu menertawakannya dalam diam.


'Haha Alda Alda sekarang kamu bisa apa? Mau mempermalukan aku lagi? Aku rasa kamu dan kehaluanmu itu mendingan menghilang saja dari muka bumi ini.' Cassan membatin senang.


Disisi lain Tiara masih larut dalam pemikirannya sendiri sementara Lia menerobos kerumunan untuk bisa sampai pada Alda dan yang lainnya.

__ADS_1


"Lia?" Alda terkejut melihat Lia berdiri tanpa ekspresi dihadapannya. Itu artinya Tiara pun ada disana dan melihat semua kejadiannya pikir Alda.


PAAKKKK


Suara tamparan keras Lia melayang di permukaan pipi Alda meninggalkan bekas merah jari tangannya.


Murid-murid yang masih berada di sekitar mereka tercengang melihat apa yang dilakukan oleh Lia pada Alda tak terkecuali Reno.


"Sial! Lia apa yang kau lakukan?" Teriak Reno kesal sekaligus sesak di dadanya melihat cewek yang disukainya di tampar begitu keras.


Sebelum Reno beraksi lebih lanjut Luka dan Saka dengan cepat menariknya mundur untuk menghentikannya ikut campur dalam pertengkaran persahabatan mereka.


"Lepasin gue." Reno meronta-ronta ingin di lepaskan.


"Diam. Itu urusan mereka dan bukan urusan lo." Saka membentak Reno.


"Lo bilang bukan urusan gue? Dia tampar Vio dan itu bukan urusan gue?" Tanya Reno semakin kesal.


Reno tidak menyangka Saka dan Luka mengatakan hal itu padanya. Padahal mereka tahu dengan baik bagaimana perasaannya pada Alda. Seandainya mereka berada di posisinya apa mereka hanya akan diam melihat semuanya itu.


"Udah puas?" Tanya Lia pada Alda. "Atau belum puas karena gagal mempermalukan Cassan di depan semua orang?"


"Lia, apa maksud kamu?" Alda kembali mempertanyakan Lia kenapa ia begitu marah padanya sampai-sampai harus menamparnya demi seorang Cassan.


"Pertama kamu tuduh Cassan memiliki niat buruk tanpa bukti dan sekarang kamu mengumpulkan semua orang disini untuk mempermalukannya. Gak nyangka ya aku sama kamu." Ujar Lia dengan rasa kecewa yang mendalam.


"Aku kecewa sama kamu Al." Lanjut Lia lagi lalu pergi dari sana.


Alda merasakan sakit di dadanya mendengar bagaimana Lia kecewa padanya. Ia melakukan semuanya ini hanya untuk menyelamatkan persahabatan mereka. Namun sepertinya ia salah menilai dirinya sendiri mampu menjadi penyelamat.


Air mata Alda bercucuran keluar, membasahi kedua pipinya yang masih memanas akibat tamparan keras Lia. Lalu sebuah kehangatan datang memeluknya dari depan.


Alda menyenderkan wajahnya di dada Tiara sambil menangis sendu sementara Tiara memeluknya dengan rasa bersalah yang begitu besar.

__ADS_1


Tiara menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mampu menjaga persahabatan mereka. Seumur hidupnya ia tidak pernah memiliki sahabat seperti Alda dan Lia yang tidak mengenal seperti apa latar belakangnya namun tetap menjadikannya sebagai sahabat mereka.


'Maaffin aku Al, aku janji gak akan biarkan hal ini terulang lagi.' Tiara membatin perih dalam hatinya.


Luka langsung mengetahuinya hanya dengan melihat ekspresi wajah Tiara. Ia tahu jika Tiara merasa bersalah karena tidak mampu dalam menjaga keutuhan persahabatan mereka. Ingin sekali ia memeluknya dan menghiburnya, namun semuanya itu tidak bisa ia lakukan sekarang.


Cassan tersenyum puas dalam hatinya. Ia sama sekali tidak memiliki ide atas apa yang sedang di pertontonkan oleh ketiga sahabat yang paling ia benci itu.


'Ups sorry Alda. Kasihan banget kamu haha' Hati Cassan tertawa puas.


Namun karena tidak ingin orang-orang melihat kebahagiaan diwajahnya, Cassan memutuskan untuk pergi dari sana dan mencari Lia. Ia ingin sekali berterima kasih padanya karena boneka hidupnya itu telah menyempurnakan kebahagiaannya.


Setelah mencari kesana kemari Cassan menemukan Lia duduk sendirian di bawah pohon tak jauh dari kerumunan banyak orang.


"Lia kamu disini. Aku cariin kamu kemana-mana loh. Kalau kamu kenapa-kenapa gimana?" Ucap Cassan berpura-pura khawatir.


"Cassan maaffin Alda ya. Aku tahu Alda udah salah paham sama kamu makanya dia bertingkah seperti itu." Lia tertunduk malu di depan Cassan.


"Semua yang dia lakukan itu karena dia khawatir kamu punya niat buruk sama persahabatan kami. Dia hanya ingin menjaga persahabatan kami. Itu saja. Jadi tolong maaffin Alda." Lanjut Lia memohon pada Cassan.


Cassan terkejut mendengar Lia memohon untuk Alda padanya. Lagi-lagi ia tidak menyangka persahabatan ketiga orang ini begitu tulus satu sama lain.


Meskipun Lia telah menampar Alda tapi tidak ada rasa benci maupun saling melepaskan satu sama lain dalam diri mereka. Justru malah semakin menunjukan keeratan persahabatan mereka.


Hal ini tentunya menjadi salah satu alasan utama kenapa Cassan ingin sekali menghancurkan persahabatan mereka. Dari dulu hingga sekarang, tidak ada satu orangpun yang ingin bersahabat atau sekedar berteman dengannya sehingga memicu rasa benci begitu kuat dalam dirinya ketika melihat persahabatan orang lain.


"Cassan kamu mau kan maaffin Alda?" Tanya Lia lagi karena tak kunjung mendapat jawaban.


Cassan kembali tersadar dari lamunannya. Ia lalu tersenyum pada Lia "Iya karena kamu yang minta, aku maaffin Alda." Jawab Cassan.


Lia tersenyum kegirangan dan langsung memeluk erat Cassan sebagai rasa terima kasihnya. "Makasih ya."


"Iya hehe." Jawab Cassan sembari memutarkan bola mata tak sukanya. Ia terpaksa melanjutkan kepura-puraannya untuk keberhasilan rencananya yang belum selesai.

__ADS_1


__ADS_2