Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#85 Spam


__ADS_3

Malam harinya Tiara terlihat sibuk dengan ponselnya. Ia sangat fokus mengetik sesuatu disana sampai-sampai Alda yang sedari tadi memanggilnya di abaikan begitu saja.


"TIARA." Seru Alda kesal.


Suara keras Alda itu akhirnya membuyarkan kefokussan Tiara.


"Ada apa?" Tanya Tiara masih belum memandang Alda juga.


"Ih Tiara kesal deh, aku panggil dari tadi gak dengar-dengar juga." Protes Alda. "Kamu lagi ngapain sih sampai segitunya aku di cuekin?" Tanya Alda penasaran.


"Kamu lagi chatingan sama Luka ya?" Lanjut Alda secara frontal mengatakan isi pikirannya.


Perkataan Alda tersebut menggema di seluruh ruangan, membuat Lia dan Cassan melotot terkejut. Begitu juga Tiara yang terpaksa menghentikan aktivitasnya tersebut dan memandang ke arah dimana Alda berada.


"Apa!? Sejak kapan Tiara sama Luka,.." Lia menghentikan perkataannya. Ia sama sekali tidak tahu menahu tentang kedekatan diantara Tiara dan Luka.


"Kamu nggak tahu kan? Jadi kemarin sebelum cariin kamu di hutan, Luka menyatakan perasaannya pada Tiara." Alda memberitahu Lia dan mengabaikan Tiara yang tersenyum tidak percaya pada ketidaktahuan Alda.


"Apa!?" Lia bertanya lebih kaget lagi dari sebelumnya.


"Kamu gak buka grup kubu Tiara? Aku udah nyebarin informasi tentang Luka menyukai Tiara di dalam sana." Ucap Alda lagi.


Lia menggelengkan kepala, "enggak" jawabnya.


Semenjak Lia dekat dengan Cassan, ia sama sekali tidak membuka grup chat yang di bentuk sendiri olehnya dan Alda tersebut karena sibuk membaca komik.


"Salah sendiri." Ujar Alda pada Lia. "Intinya aku dengar dari Reno katanya Luka suka sama Tiara. Terus Reno sama Saka sekarang panggil Tiara dengan sebutan calon kakak ipar." Lanjut Alda sambil tersenyum-senyam.


Lia semakin terkejut mendengar semua perkataan Alda. Tidak disangka olehnya jika kedekatannya selama beberapa lama dengan Cassan membuatnya melewatkan banyak hal bersama kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Lia malu pada dirinya sendiri. Dulu ia sempat mengatakan bahwa Alda-lah orang yang akan merusak persahabatan mereka dengan sikapnya yang suka menuduh orang lain tanpa bukti. Namun kenyataannya, dirinya sendirilah yang memilih untuk mengabaikan kedua sahabatnya dan mendekati seorang pengkhianat.


"Alda jangan sembarangan bicara, aku lagi chat sama keluargaku." Ucap Tiara berbohong.


"Benarkah? Jadi bukan sama Luka?" Tanya Alda mendapat anggukan persetujuan dari Tiara.


"Hm, ya udah kamu lanjut dulu aja." Ucap Alda. Ia merasa sedikit kecewa mengetahui kebenaran yang ada.


Tiara menghela nafas panjang dan mencoba fokus kembali pada layar ponsel miliknya.


Terlepas dari ketiga sahabat tersebut, Cassan yang diabaikan oleh mereka sedari sekembalinya mereka ke kota H, wajahnya kini terlihat seperti kulit jeruk purut.


Bagaimana tidak, bukan hanya Lia saja yang begitu terkejut dengan perkataan Alda, Cassan pun ikut merasa syok mendengarnya. Ia beberapa kali berusaha untuk mengabaikan kenyataan bahwa Luka menyukai Tiara tetapi hal tersebut tidak bisa ia lakukan.


Rasa benci Cassan pada Tiara semakin bertambah besar sampai-sampai ia ingin sesegera mungkin menghubungi Leo untuk mendapatkan informasi tentang Tiara.


Tidak lama kemudian ponsel Cassan bergetar sehingga mengundang perhatian dari Tiara tertuju padanya.


Dari kejauhan Tiara terus saja menatap pada Cassan sambil menyeringai kecil. Tidak ada yang tahu apa isi pikirannya bahkan Cassan sendiri pun tidak menyadari tatapan tersebut.


Merasa penasaran dengan katalog baju dari pesan singkat yang di dapatnya, tanpa berpikir panjang apakah pesan tersebut benar atau tidak, Cassan langsung mengklik link yang kemudian mengalihkannya kepada sebuah platform.


Sesaat Cassan merasa bingung karena platform tersebut tidak menampilkan apa-apa dan hanya memberinya sebuah perintah, "Klik disini."


Karena sudah dibumbui dengan rasa penasaran akan katalog tadi, Cassan mengikuti saja perintah yang ada. Ia mengklik dan muncul sebuah platform baru dengan perintah baru.


Lagi Cassan merasa bingung. Ia bertanya-tanya dalam hatinya ada apa dengan link tersebut? Namun hal itu belum bisa menghilangkan rasa penasarannya dengan katalog baju yang sudah terlanjur menarik perhatiannya tadi.


Cassan mengikuti lagi perintah yang ada. Ia lalu mengklik download dan butuh beberapa detik saja sebuah aplikasi terpasang di ponselnya.

__ADS_1


"Yes, kena kau." Ucap Tiara pelan namun tidak bisa menghilangkan rasa bahagia di hatinya.


Lagi Tiara melirikkan matanya pada Cassan yang terlihat memeriksa aplikasi yang baru saja di download olehnya.


"Apaan sih ini aplikasi?" Seru Cassan setelah melihat aplikasi yang di downloadnya tidak sesuai dengan isi pesan singkat tadi.


Katalog baju yang ia lihat pun tidak ditampilkan disana sehingga membuatnya geram dan ingin menghapusnya lagi.


"Shit! Kenapa gak bisa di hapus ya?" Cassan ngedumel kesal.


Bagaimana tidak, Cassan sudah mencoba beberapa kali untuk menghapus aplikasi tersebut namun sayangnya aplikasi tidak kunjung terhapus juga dari ponselnya.


"Percuma." Gumam Tiara dari tempat tidurnya kala melihat Cassan mengotak-atik ponselnya dengan kesal.


Ya, kesibukan tiara dengan ponselnya sejak tadi adalah untuk membuat sebuah spam dan mengirimkannya pada ponsel milik Cassan.


Awalnya Tiara ingin mengirimkan sebuah virus atau malware menggunakan aplikasi Termux. Dan tujuannya adalah untuk merusak sandi atau pola pada ponsel Cassan.


Setelah berhasil melakukannya, Tiara berencana akan mencari cela untuk mengambil ponsel milik Cassan dan meng-install aplikasi buatannya untuk memata-matai Cassan. Namun Tiara berpikir langkah tersebut sangatlah beresiko.


Pada akhirnya Tiara mengambil langkah dengan mengirimkan spam pada ponsel Cassan dan alhasil ia berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya.


Tiara sengaja mengumpan Cassan dengan katalog baju-baju yang menarik perhatiannya karena ingin Cassan mendownload aplikasi yang sudah ia buatkan untuk memata-matai kegiatan Cassan.


Menurut Tiara, ia perlu memata-matai Cassan karena setelah kejadian kemarin Tiara yakin Cassan tidak mungkin membiarkan mereka lolos begitu saja.


Cassan pasti mencari cara untuk membalaskan dendamnya pada mereka. Oleh sebab itu untuk berjaga-jaga, Tiara harus memata-matai Cassan dengan cara meng-install aplikasi buatannya sendiri.


Aplikasi tersebut bisa memberikan semua informasi Cassan pada Tiara. Seperti dengan siapa Cassan melakukan panggilan, mengirimkan pesan singkat, pesan WhatsApp dan masih banyak lagi informasi lainnya bahkan Tiara bisa mengontrol ponsel Cassan melalui ponselnya sendiri.

__ADS_1


Sekarang aplikasi tersebut sudah di pasang oleh Cassan sendiri tanpa harus membuat Tiara mengotori tangan cantik dan indah miliknya.


Cassan akhirnya menyerah setelah ia tidak berhasil menghapus aplikasi aneh tersebut dari ponselnya dan memutuskan untuk membiarkannya begitu saja.


__ADS_2