Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#45 Cassan Berubah Pucat


__ADS_3

Luka memandang tidak percaya pada Tiara. Gadis yang dia sukai meminta tolong padanya? Tentu dia akan membantu. Sekalipun Tiara meminta bulan Luka pasti akan memberikannya.


Namun kali ini Luka tidak ingin melewatkan kesempatannya. Luka berpikir untuk menggunakan istilah give and take atau biasa disebut memberi dan menerima pada Tiara.


Luka masih mengingat dengan baik bagaiman Tiara membohonginya saat ia meminta nomor ponsel Tiara dan kali ini adalah waktunya dia untuk membalasnya.


"Minta tolong apa?" Tanya Luka sedikit sombong.


"Gue mau minta tolong lo..." Tiara menghentikan perkataannya. Ia malu harus meminta pertolongan pada seorang cowok.


Sesungguhnya Tiara tidak pernah meminta pertolongan pada laki-laki siapapun selain ayahnya dan Key namun siapa sangka demi perasaan sahabatnya Tiara rela meminta pertolongan pada Luka..


Luka menatap wajah cantik Tiara yang natural. Jujur saja ia sangat terpesona pada kecantikannya bahkan sejak awal matanya menangkap sosok Tiara.


"Gue gue mau minta tolong lo ajakin temen lo Saka buat makan bareng di kantin." Taira mengutarakan niatnya.


Luka mengernyitkan dahinya. Ia tidak menyangka jika Tiara berlarian sampai terengah-engah hanya untuk memintanya mengajak Saka makan bersama.


"Gak mau." Jawab Luka.


"Apa? Tapi kenapa?" Tiara kecewa mendengar jawaban Luka padahal Luka adalah satu-satunya harapan dia saat ini.


"...." Luka diam saja dan tak ingin menjawab maupun memberi alasan pada Tiara.


Luka tidak mungkin memberitahu Tiara kalau dia menolak permintaannya lantaran karena rasa cemburunya.


"Ya udah deh kalau gitu." Tiara pergi dari sana dengan rasa kecewa.


'Jadi gini ya rasanya permintaan kita di tolak sama orang lain.' Lia membatin.

__ADS_1


Seumur hidup permintaan Tiara tidak pernah ditolak oleh siapapun. Biasanya keluarganya selalu memenuhi semua keinginannya bahkan tanpa harus ia meminta.


Hari ini adalah pertama kalinya bagi Tiara untuk meminta pertolongan pada orang lain namun betapa mirisnya gadis cantik itu ia malah mendapat penolakan tanpa basa-basi.


Melihat Tiara pergi begitu saja Luka akhirnya mengikutinya dari belakang. Ada rasa sakit di dadanya melihat punggung gadis cantik di depan matanya itu melangkah pergi dengan rasa kecewanya untuk orang lain.


"Lo suka sama Saka?" Tanya Luka to the point. Luka sudah memikirkannya dengan baik. Ia tidak ingin melihat wajah kecewanya Tiara lagi. Jika memang Tiara menyukai Saka dia akan terus berusaha untuk mendapatkannya kembali.


Tiara mengehentikan langkah kakinya setelah pertanyaan Luka sampai ke kedua telinganya. Ia memutar badannya dan menatap tajam pada Luka. "GUE GAK SUKA SAMA DIA." Tegasnya.


'Lagian kenapa juga dia berpikir kalau aku suka sama Saka? Aku kan hanya membantu lia.' Tiara membatin.


Luka terdiam beberapa saat mencoba memproses kalimat yang diucapkan oleh Tiara baru saja. 'Gue gak suka sama dia artinya dia gak suka sama Saka?' Tanya Luka dalam hatinya.


Sebuah senyuman indah datang dari wajah tampan Luka. Moodnya berubah seratus delapan puluh derajat. Matanya menatap Tiara yang sedang menatap aneh padanya.


"Gue mau bantuin lo asalkan..."


'Apa lo harus sesenang itu?' Batin Luka tak percaya dengan penglihatannya.


"Iya gue mau bantuin lo asalkan Lo kasih dulu hp lo ke gue." Luka menyodorkan tangannya meminta ponsel milik Tiara.


Tiara sempat terkejut mendengarnya namun dengan cepat ia tersadar kembali. "Lo mau hp gue?" Tanya Tiara.


Luka mengangguk kepala mengiyakan pertanyaan Tiara.


"Ya udah kalau Lo mau hp gue silahkan ambil aja tapi inget lo harus bawa Saka ke kantin dan makan dengan kami."


Tiara mengsalah artikan perkataan Luka. Ia mengira Luka menginginkan ponsel miliknya namun yang sebenarnya adalah luka ingin mereka bertukaran nomor.

__ADS_1


Mengetahui bagaimana Tiara mengsalah artikan perkataannya, Luka berpikir kesalahan itu membuat Tiara semakin terlihat menggemaskan dimatanya.


Tiara memberi ponselnya pada Luka dan Luka merekam nomornya di kontak Tiara. Luka lalu melakukan panggilan ke nomornya menggunakan ponsel Tiara dengan begitu nomor Tiara juga terekam di ponsel miliknya.


Setelah melakukan semua yang diinginkannya Luka mengembalikan ponsel tersebut ke Tiara. Tiara bingung kenapa Luka mengembalikan ponselnya. 'Bukannya dia minta hp aku karena dia kepengen?' Batin Lia bertanya.


-----


Di kantin Lia dan Cassan sedang menunggu Tiara. Masing-masing dari mereka sudah sangat lapar namun karena menunggu Tiara mereka rela untuk menahan rasa itu.


Tidak lama dari kejauhan semua mata melihat pemandangan yang tidak biasanya. Pemandangan tersebut terlihat seperti cuplikan poster film romantis cinta segitiga.


Tiara berjalan bersama-sama dengan dua cowok super duper tampan di sisinya membuat semua siswi yang berada di sana iri padanya tak terkecuali Cassan.


Ketika mata Tiara melihat kearahnya, dengan cepat Cassan mengangkat tangannya mengisyaratkan keberadaan mereka.


Cassan membeku. Bertanya-tanya bagaimana Luka dan juga Saka datang bersama dengan Tiara apa lagi mereka juga mengambil tempat duduk di depan mereka.


"Hai.." Lia tersipu malu menyapa Saka. Sejujurnya dia juga masih kaget bagaimana bisa Tiara datang bersama dengan Luka dan juga Saka.


"Oh Lia. Hai.." Saka menyapanya kembali lalu matanya tertuju pada Cassan yang duduk di samping Lia seperti patung hidup.


"Hai, aku Cassan Putriani Baskara. Panggil aja Cassan." Cassan memperkenalkan dirinya setelah Saka menatapnya.


"Lo cucu dari keluarga Baskara yang terkenal di kota J itu?" Tanya Saka padanya.


Lia menatap kaget pada Cassan karena ia tidak tahu jika keluarga Cassan sangat berpengaruh di kota J. Pantas saja Cassan dengan mudah pergi ke luar negeri, meminta membelikan baju branded bahkan ponselnya adalah produk keluaran terbaru.


Cassan mengangguk malu mendengar Saka mengetahui tentang kepopuleran keluarganya. Ia lalu menatap pada Luka namun sayang Luka sama sekali tidak mengindahkan percakapan mereka.

__ADS_1


"Setahu gue Baskara Grup hanya punya satu anak laki-laki dan karena kecelakaan maut yang terjadi belum lama ini, dia bersama istri dan anaknya meninggal dunia. Ternyata kamu masih hidup?"


Perkataan Saka bagaikan bom yang membombardir pendengar Tiara dan Lia begitu juga Cassan yang berubah pucat pasih.


__ADS_2