
Keesokan harinya para murid baru Boulevar High School ramai-ramai berhamburan keluar asrama dengan pakaian bebas sambil membawa tas berisikan perlengkapan mereka masing-masing.
Sedangkan dari kejauhan para senior memandang mereka dengan penuh keirian. Mereka bernostalgia kembali dengan makrab mereka sebelumnya dan ingin mengulang lagi hari itu.
Tiara, Lia dan Alda terlihat sedang di tahap akhir bersiap-siap tak terkecuali Cassan. Saat ini Lia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Cassan ketimbang dengan Tiara dan Alda namun tetap komunikasi diantara mereka masih seperti biasanya.
Tak menjelang lama setelah selesai bersiap-siap, keempat orang tersebut keluar bersama dari asrama. Namun sebelum itu Alda, Lia maupun Cassan terkejut melihat penampilan Tiara.
Tiara mengenakan pakaian casual membuatnya terlihat begitu cantik dan mempesona. Kaos berwarna putih sangat cocok di kulit mulusnya yang bening. Rambut coklat panjangnya dibuat wave dan di ikat keatas. Tidak lupa juga Tiara memakai topi untuk melengkapi penampilannya.
Karena berada diluar jam sekolah, Tiara memakai sedikit make up untuk melindungi wajahnya dari sinar ultraviolet sedangkan untuk bibir mungil dan indah miliknya di beri polesan liptint merah cherry.
"Tiara, kamu cantik banget." Lia orang pertama yang berkomentar. Apa pun yang di kenakan Tiara, dimata Lia semuanya cocok. Tiara terlihat cantik dengan apa saja.
"Iya betul. Tiara kamu cantik banget. Aku juga ah pengen pake topi." Alda membuka kembali lemari dan mencari topi miliknya setelah melihat Tiara juga mengenakannya.
"Aku juga. Tapi.." Tidak mau kalah dari kedua sahabatnya Lia juga ingin mengenakan topi namun sesudahnya ia tersadar jika ia sama sekali tidak memiliki topi.
"Aku masih punya satu lagi topi. Kamu bisa pake punyaku." Tiara memberitahu Lia. Ia tidak ingin sahabatnya itu merasa diasingkan.
"Serius?" Lia bertanya semangat.
Tiara menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan topi dari dalam lemarinya untuk Lia.
Lia sangat bersemangat menerima topi tersebut dari tangan Tiara namun tanpa ia sadari topi yang diberikan Tiara adalah topi keluaran dari Lavida dengan harga cukup mahal. Alda dan Cassan yang mengenal sekali topi tersebut melotot tak percaya.
"Tiara gimana, cocok gak kalau aku pake?" Tanya Lia sambil memutar badannya beberapa kali putaran di depan ketiga orang tersebut.
"Iya kamu cocok kok pake topi itu. Kalau kamu suka, topinya boleh buat kamu." Jawab Tiara santai dengan senyuman manis.
"Apa!? Kamu mau kasih topi ini buat aku?"
Lagi Tiara menganggukkan kepala mengiyakan ketidak percayaan Lia. Mendengar perkataan Tiara tidak hanya Lia yang terkejut tak percaya, Alda dan Cassan pun jauh lebih terkejut dari Lia.
__ADS_1
'Bagaimana bisa Tiara dengan mudah memberikan topi berharga mahal itu untuk Lia hanya karena ia mengatakan Lia cocok mengenakannya?' Cassan membatin iri. Ia juga tidak mengira jika Tiara memiliki barang bermerek seperti itu.
Jika itu dirinya, Cassan lebih memilih untuk membeli baju atau pun celana dibandingkan membeli topi dengan harga yang tak kalah mahal dari sebuah baju kaos Lavida.
"Tiara topi itu.."
Melihat alda yang ingin berkomentar tentang topi tersebut, dengan cepat Tiara memberi kode padanya untuk menutup mulutnya dan tanpa disadari Cassan melihat semua itu.
----
Di sekolah para murid baru telah berkumpul di tengah-tengah lapangan. Tiara, Lia, Alda dan Cassan pun terlihat berada disana.
Beberapa meter jauh di belakang Tiara dan lainnya, berdiri Luka dan dua sahabatnya dengan penampilan yang gak kalah keren.
Tidak perlu ditanya maupun disuruh mata Luka langsung mencari keberadaan Tiara. Entah karena kepopuleran Tiara, tidak sulit bagi Luka untuk menemukan sosoknya di tengah kerumunan banyak orang.
Garis bibir milik Luka terangkat membentuk sebuah senyuman yang sangat indah. Ia lalu menyalakan ponselnya dan mengirim pesan pada Tiara.
Tidak menunggu lama ponsel Tiara berdering menampilkan sebuah notifikasi. Ketika Tiara melihat bawah yang mengirim pesan adalah Luka, dengan cepat secepat kilat Tiara langsung membukanya.
Wajah Tiara langsung memerah setelah membaca pesan tersebut. Ia kemudian melepas pandangannya sesaat dari ponsel dan mencari keberadaan Luka. Karena mengiriminya pesan seperti itu Tiara yakin Luka sedang memandanginya sekarang.
"Segitunya ya pengen cari aku ada dimana?" Luka kembali mengirim pesan berisi gombalan pada Tiara tak lupa ia menambahkan emoticon tertawa.
Tiara membaca pesan tersebut dan memutuskan untuk membalasnya. "Kamu dimana?"
"Aku ada di belakang kamu."
Dengan segera Tiara menoleh ke belakang mencari sosok Luka sesuai pesan yang dibaca olehnya. Namun siapa sangka Luka sudah berdiri tepat di belakangnya dan jarak diantara mereka hanyalah beberapa senti saja.
Luka sedikit menundukkan kepala menatap dekat wajah Tiara. "Hai." Sapanya.
Menyadari yang menyapanya adalah Luka, jantung Tiara langsung berdebar kencang. Apa lagi jarak diantara mereka sangatlah dekat sampai-sampai Tiara dengan sangat jelas melihat setiap detail fitur wajah tampan Luka.
__ADS_1
Sebaliknya Luka terus menatap fokus pada bola mata indah dan jernih milik Tiara namun kemudian kemesraan sesaat keduanya hilang setelah sepasang suara mengambyarkan mereka.
"Hai calon kakak ipar." Reno dan Saka tidak sengaja menyapa Tiara karena excited melihat calon kakak ipar mereka yang berpenampilan sangat cantik pagi itu.
"Ca calon kakak ipar?" Tiara terkejut mendengarnya.
Reno dan Saka mengangguk-anggukkan kepala mereka dengan polos. Luka lah orang yang meminta mereka memanggil Tiara dengan sebutan calon kakak ipar.
Wajah Tiara kembali merona. Ia tidak menyangka Reno dan Saka memanggilnya seperti itu. Lalu ketika Tiara menatap Luka untuk melihat responnya, dengan cepat Luka membuang muka seolah-olah ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Tingkah Luka tersebut membuat Tiara tertawa geli dalam hatinya. Ia akhirnya paham bahwa Luka lah yang menyuruh kedua sahabatnya itu untuk memanggilnya dengan sebutan calon kakak ipar.
Merasa tidak keberatan sama sekali, Tiara menjawab sapaan Reno dan juga Saka sembari menebar senyum pada mereka. Dan lagi untuk kesekian kalinya Luka dibuat senang karena Tiara tidak menyalahkannya.
"Reno?" Alda bersuara setelah menyadari Tiara berbicara dengan seseorang ia pun menoleh kebelakang dan mendapati Reno disana.
"Hai Vio." Senyum Reno melebar melihat Alda.
"Vio?" Tiara bertanya penasaran kenapa Reno memanggil Alda dengan nama Vio.
Alda tersadar kalau dia belum memberitahu Tiara dan Lia kalau dirinya dan Reno adalah teman masa kecil. Saat itu Alda berjanji akan memberitahu mereka setelah memastikan jati diri Reno, namun pada akhirnya ia sendiri menjadi lupa.
"Calon kakak ipar, gue sama Vio teman masa kecil dulu di kota E sebelum akhirnya gue pindah ke kota C." Reno menjelaskan kedekatannya dengan Vio.
"Iya Tiara Reno benar. Waktu itu aku janji mau cerita ke kamu sama Lia tapi aku lupa hehe.. maaf ya." Sambung Alda merasa bersalah.
"Oh gitu ya. Iya gak apa-apa kok, santai aja." Tiara mengangguk mengerti.
Setelah itu Alda tersadar jika Reno memanggil Tiara dengan sebutan calon kakak ipar dan Tiara seperti tidak mempermasalahkannya. Alda mulai berpikir itu artinya Tiara tahu kalau Luka menyukainya.
Tak lama berbincang, Lia dan Cassan ikut menoleh ke belakang. Keduanya juga terkejut mendapati ketiga cowok tampan tersebut berada di belakang mereka.
Tanpa memikirkan yang lain Lia langsung menebar senyumannya pada Saka. Hari ini pun Saka masih tetap terlihat tampan dimatanya. "Hai Saka." Sapanya.
__ADS_1
"Hai juga Lia." Jawab Saka.
Disatu sisi Cassan secara tidak tahu malu menatap pada Luka tanpa berkedip sedikit pun. Ia juga menyapa Luka namun sayang Luka sama sekali tidak membalasnya ataupun melihat padanya.