Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#94 Spesial Cassan


__ADS_3

Episode ini menjelaskan sedikit kisah tentang Cassan alias Hera Sebera.


-----


Setelah tumbuh dan menyadari bahwa panti asuhan adalah tempat dimana para orang tua membuang anak mereka, Hera menjadi seorang dengan jiwa pendiam.


Dulunya ia sangat ceria dan suka membuat anak-anak lainnya di panti asuhan tersebut menyukai keberadaan dirinya. Namun suatu ketika Hera merasa bahwa semua orang tidak menyukai dan menginginkan dirinya.


Hampir setiap minggu Hera melihat mobil-mobil mewah berdatangan di panti asuhan tempat ia tinggal dan mengadopsi anak-anak disana untuk diberikan hidup dan kasih sayang yang layak. Namun Hera, tidak seorangpun yang ingin mengadopsi dirinya.


Hera mulai termenung setiap hari. Di manapun ia berada, ia selalu memikirkan kenapa orang-orang tidak mengadopsinya? Apa kesalahan yang telah diperbuatnya sampai-sampai mereka tidak mau mengambilnya?


Meski semua pertanyaan itu menghantui anak sekecil dirinya hampir setiap hari, Hera sekalipun tidak pernah menanyakannya pada Ibu panti.


Suatu ketika Ibu panti melihat Hera berderai air mata di bawah rindangnya pohon. Ia lalu menghampiri Hera yang kala itu menatap pada sepasang suami istri juga seorang anak perempuan kecil seusianya, masuk ke dalam sebuah mobil mewah.


Merasa prihatin pada Hera, Ibu panti yang mengetahui semua kebenaran dibalik Hera yang tidak kunjung di adopsi pun hanya bisa memeluk gadis kecil itu dengan hati yang tersiksa.


"Hera, kamu yang sabar ya nak." Ucap Ibu panti padanya dengan mata berkaca-kaca.


"Hiks hiks, kenapa mereka tidak membawaku juga?" Tangis Hera pecah seketika.


"Apa mereka tidak menginginkan aku? Hiks.." Lanjutnya menangis.


"Tidak Hera sayang, jangan berbicara seperti itu. Nanti Ibu marah!" Ucap Ibu panti, melepaskan Hera dari pelukannya dan menatap hangat pada gadis kecil dihadapannya itu. Ia lalu mengusap air matanya.


"Hera dengar ibu baik-baik. Memangnya Hera mau berpisah dengan ibu? Hera tidak mau lagi tinggal dengan ibu disini dan bersama anak-anak panti yang lain?" Tanya Ibu panti mencoba menenangkan emosional Hera.


"Hera mau, tapi Hera juga ingin seperti yang lain punya ayah dan ibu." Ucap Hera.


"Ibu tahu sayang, tapi Hera bahagiakan tinggal di panti? Di rumah kita ini?" Tanya Ibu panti lagi.


Hera pun menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan tersebut tapi tetap saja yang Hera inginkan adalah sepasang suami istri yang mau menjadikan dirinya sebagai anak mereka dan memanggil mereka dengan sebutan Ayah dan Ibu.


"Tapi Hera tetap ingin punya ayah dan ibu. Di sekolah semua anak selalu di jemput orang tuanya, sedangkan Hera? Hera hanya sendirian hiks.." Tangis Hera kembali pecah.


"Mereka mengejek Hera karena tidak punya orang tua, mereka juga memukul Hera karena tidak ada yang membela Hera hiks.." Lanjutnya lagi.

__ADS_1


Ibu panti akhirnya menyerah. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi selain mengatakan kebenaran yang ada.


"Hera diam dulu, ibu mau omong sesuatu." Ucapnya kembali menyeka pipi Hera yang basah.


"Kata siapa mereka tidak menginginkan kamu? Kata siapa juga kamu tidak punya ayah? Hera punya ayah kok." Ucap Ibu panti membuat mata Hera berkilauan seketika.


"Benarkah Hera punya ayah?" Tanyanya.


"Iya sayang Hera punya ayah." Jawab Ibu panti dengan senyuman dan mengelus-elus rambut panjang hitamnya.


"Lalu kenapa dia tidak membawa Hera pergi dari sini?" Tanyanya lagi.


Mendegar pertanyaan Hera, sesaat Ibu panti terdiam. Ia memikirkan bagaimana harus menyampaikan pada gadis kecil itu bahwa ayahnya, Carlos Sebera, menginginkan agar ia tetap berada di panti asuhan sampai ia menemukan jalan hidupnya sendiri.


"Kenapa ibu diam?" Tanya Hera lagi.


"Mm, itu karena ayah Hera lagi sibuk mengurus pekerjaannya. Jadi untuk sementara Hera tinggal disini dulu sama ibu dan anak-anak panti yang lain sampai ayah Hera datang dan menjemput Hera."


"Baiklah. Hera akan tinggal disini sampai ayah Hera datang menjemput Hera disini." Ucap gadis kecil itu dengan wajah sumringah.


Melihat Hera kembali bersemangat, Ibu panti merasa senang dan membawanya kembali ke panti.


Hera menjadi berubah seiring berjalannya waktu itu. Ia mudah iri pada seseorang, memanfaatkan orang lain demi kepuasannya, serakah dan berbuat sesuka hatinya.


Lalu setelah penantian panjang itu, Hera akhirnya di jemput dari panti dan dibawah ke mansion Baskara. Rasa bahagia yang tidak bisa Hera ungkapkan dengan kata-kata pun terlihat jelas diwajahnya. Dan kala itu sebuah mobil super mewah datang menjemputnya di panti.


Semua anak-anak panti menatap iri, namun mendoakan Hera karena mendapat keluarga yang sangat kaya juga terpandang di kota J. Tapi sayang, Hera yang sudah berubah itu justru terlihat sombong dan menikmati tatapan keirian tersebut demi kepuasan batinnya.


"Kamu harus tahu bahwa kedatangan kamu disini semata-mata hanya untuk kesehatan Tuan Baskara." Ucap Leo dingin.


"Tidak masalah. Selama aku bisa tinggal di rumah besar ini dan kalian memberikan aku hidup yang enak, aku tidak masalah dengan apapun." Jawab Hera angkuh.


Leo sedikit terkejut mendengar jawaban Hera namun kemudian berlalu begitu saja.


Semenjak berada di mansion Baskara, Hera bebas melakukan apa saja yang ia mau dan menikmati semua kemewahan milik Cassan. Perawatan mahal di salon, berbelanja, berkuasa atas para pelayan, memerintah dan lain sebagainya ia lakukan juga namun Leo tetap membiarkannya begitu saja.


Saat kakek Baskara ingin bertemu dengan cucunya, Hera akan berakting menjadi cucu yang baik.

__ADS_1


Tetapi kehidupan Hera di mansion Baskara tidak semua tentang yang menyenangkan. Ketika kondisi kesehatan kakek Baskara memburuk, ia menganggap Hera adalah cucunya. Namun ketika kondisi kesehatannya sedikit membaik, ia mengusir Hera keluar dari mansion karena merasa Hera bukanlah cucunya, Cassan. Dan kejadian itupun terjadi beberapa kali.


Hera merasa kesal dan memarahi Leo setiap kali kakek Baskara mengusirnya dari mansion. Ia juga memaksa Leo untuk melakukan operasi plastik padanya agar terlihat mirip dengan Cassan. Dan Leo, demi mempertimbangkan kondisi kesehatan ayahnya dan juga sisi lainnya sebagai ayah dari Hera pun terpaksa menyetujui permintaan Hera. Padahal kenyataan Hera Sebera memiliki kecantikan yang jauh melampaui kecantikan Cassan Baskara sendiri.


-----


Hera yang kini menjadi Cassan tidak bisa mengubah kepribadiannya aslinya. Salah satunya adalah membaca novel.


Sejak dulu Hera sudah terobsesi dengan cerita-cerita romantis di dalam novel. Ia selalu menghayal ingin menjadi heroin dalam setiap cerita yang dibacanya.


Datang dari keluarga sederhana dengan penampilan biasa-biasa saja namun dapat mencuri hati pria dingin dan tampan yang memiliki kekayaan melimpah. Kisah cinta yang romantis dimana sang pria hanya menyukai dirinya tanpa memandang wanita lain dan di bahagiakan juga diutamakan dalam segala hal.


Datang wanita kedua dari keluarga kaya untuk melukai, menghinanya karena dinilai tidak cocok bersanding dengan sang pria namun tetap sang pria hanya menyerahkan hatinya padanya. Begitulah kisah yang diinginkan Hera terjadi dalam hidupnya. Hera ingin menjadi pusat perhatian semua orang, memiliki segalanya dan bersanding dengan pria tampan.


Sayangnya ketika Hera berpikir untuk memulai kisah hidupnya seperti cerita di dalam novel, Tiara menghentikan semua angan-angannya itu.


Flashback.


Hera dengan sengaja terlambat memasuki ruangan aula dan membuka pintu dengan tidak sopan agar menarik semua perhatian orang-orang tertuju padanya dan ia berhasil melakukan itu.


Hera mendapatkan nilai mendekati sempurna dan maju ke panggung agar semua orang memandangnya dan menaruh rasa iri padanya dan ia pun berhasil melakukannya.


Luka menjadi menjadi pemecah rekornya membuat Hera semakin mendekati peran utama wanitanya karena mampu bersanding dengan Luka yang tampan, dingin, pintar dan sepertinya berasal dari keluarga kaya raya.


Namun pada akhirnya Tiara merenggut semuanya sebelum ia menyempurnakan angannya itu.


Tiara sudah menarik perhatian semua orang tertuju padanya dengan kecantikan miliknya, mendapat nilai sempurna dan membuat semua orang memandang iri padanya dan Luka yang hanya menatapnya seorang dan mengasingkan wanita lainnya.


Rasa benci Hera terhadap Tiara pun langsung tumbuh dihari pertama penyambutan para murid baru dan dari sanalah semuanya berawal. Keinginan menjadi pemeran utama dalam sebuah cerita menjadikan hidupnya berakhir dengan kehancuran.


-----


Catatan Author :


Author nulis cerita tentang Cassan alias Hera sesuai alur cerita yang sudah author pikirkan. Tapi kebanyakan itu adalah ide yang tiba-tiba muncul gitu aja. Kadang pas nulis, rasanya kasihan gitu sama Cassan tapi apa boleh buat. Author juga gak tega lihat Cassan luntang-lantung di jalan karena udah gak punya siapa-siapa lagi.


Author sengaja karantina Cassan dulu biar cerita kita berlanjut kalau tidak,..!!!

__ADS_1


Terimakasih semuanya buat yang sudah Like, Komentar, Vote, Boom Vote dan Favorit.


__ADS_2