
Di dalam ruangan bernuansakan monokrom dengan beberapa lukisan cantik menghiasi dinding tersebut, ke enam orang yakni Tiara, Lia dan Alda serta Luka, Reno dan Saka akhirnya bisa menikmati dengan benar makan siang mereka setelah membicarakan rahasia Cassan.
"Aku masih belum mempercayainya jika Cassan itu adalah orang lain dan bukan cucu maupun anak dari pewaris Baskara Grup." Ucap Lia setelah kembali merasa tenang.
"Sama. Awalnya aku juga merasa terkejut saat membaca email Luka di ponsel Tiara." Sambung Alda sambil menyeruput es teh manis yang dipesannya.
Keheningan pun terjadi untuk beberapa saat lamanya hingga akhirnya suara Reno terdengar lagi di kuping mereka.
"Terus apa rencana kamu selanjutnya, calon kakak ipar?" Tanya Reno penasaran.
Sekarang mereka sudah memiliki rahasia besar seorang Cassan di tangan mereka tapi apa yang akan mereka lakukan dengan rahasia tersebut? Tidak mungkin mereka sudah mengetahuinya dan terus menyimpan rahasia tersebut sampai nanti. Pikir Reno.
Mendengar pertanyaan Reno, Tiara yang saat itu lebih dulu menyelesaikan makan siangnya dari yang lain pun kembali angkat suara.
"Aku masih menunggu langkah selanjutnya Cassan." Jawab Tiara. Dengan anggun dan elegan ia mengambil selembar tissue dari kotaknya dan melap bibir tipis mungil miliknya.
"Aku tidak akan menyerang orang terlebih dahulu jika bukan mereka yang terlebih dahulu mengusik aku." Lanjut Tiara lagi dengan dingin dan juga datar.
Apa yang dikatakan oleh Tiara sangat menunjukan kepribadian dirinya. Selama ini, sekalipun Tiara tidak pernah menyerang Cassan terlebih dahulu yang ada justru Cassan-lah yang selalu saja mengusik hidupnya dan kedua sahabatnya yang lain.
Luka merasa bangga pada Tiara karena kepribadiannya tersebut. Cewek yang ia sukai harus bersikap seperti itu karena untuk berpasangan dengan dirinya kelak, Tiara akan menghadapi banyak hal yang membutuhkan kecerdasan dan ketangkasannya, namun juga ketenangan dalam menghadapinya.
Luka menemukan sosok yang cocok dan diinginkan olehnya dalam diri Tiara. Ia kemudian tersenyum dalam hatinya memikirkan saat itu tiba. Dan ketika menyadari mata Tiara menatap padanya, Luka diam-diam mengedipkan sebelah matanya pada Tiara disaat yang lain tidak memperhatikan dirinya.
Tiara tertawa kecil kala melihat tingkah laku Luka. Ia merasa tergoda dengan kedipan mata dari Luka itu sehingga membuat jantungnya dengan sendiri berdegup kencang tanpa kemauannya.
"So sexi." Ucap Tiara pelan dengan wajah yang merona.
Tiara tidak menyangka Luka seberani itu menggoda dirinya disaat mereka sedang makan bersama di tempat umum.
Tidak lama kemudian sebuah sinyal datang dari ponsel Tiara membuat Tiara dengan sigap langsung memeriksanya. Kali ini sebuah pesan singkat datang dari kontak bernama 'budak' di tujukan untuk Cassan.
Tiara menunggu untuk beberapa saat namun Cassan tidak kunjung membuka pesan tersebut, akhirnya dengan terpaksa Tiara mengontrol dan mengambil alih penuh ponsel Cassan dari ponsel miliknya dan membuka pesan itu sebelum Cassan membukanya.
"Saya sudah mengirimkan informasi Tiara Queen A yang kamu minta kemarin ke email milikmu. Saya sarankan sebaiknya kamu menghindari anak itu sebelum kamu menyesalinya di kemudian hari." Tiara membaca isi pesan yang masuk ke ponsel Cassan dalam diam.
Sesaat ia terkejut mendapati isi pesan berikut yang di bacanya. Wajah kagetnya begitu terlihat jelas dari pandangan Luka membuat Luka merasa penasaran dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi sampai-sampai Tiara berekspresi seperti itu?
"Jika kamu tidak menuruti apa kata saya, sebaiknya kamu jangan pernah membawa nama Baskara bersama dengan mu. Saya tidak ingin perusahaan yang sudah dibangun dengan susah payah oleh keringat orang tidak bersalah, hancur dalam sekejap karena seseorang seperti dirimu yang tidak tahu terimakasih."
"Kamu harus sadar jika kedatangan kamu ke mansion Baskara dibawa oleh saya semata-mata hanya untuk kesehatan kakek Baskara yang telah kehilangan cucu kesayangannya, nona Cassan."
"Saya sudah menahan semua amarah saya atas ketidaksopanan dan kesemena-menaan kamu selama ini karena kondisi kakek Baskara yang sudah sedikit membaik."
"Jadi untuk terakhir kalinya saya kembali menegaskan kamu. Jika kamu masih ingin menikmati semua kekayaan Baskara Grup maka bertingkah lakulah yang baik dan turuti semua kesepakatan yang sudah kita tanda tangani bersama."
"Dan juga, Tiara berasal dari keluarga Alexander. Dia sama sekali bukan saingan kamu dan sama sekali bukan saingan Baskara Grup yang selalu kamu banggakan di depan semua orang. Baskara Grup tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keluarga Alexander. Mereka bisa saja menghancurkan Baskara Grup dalam hitungan menit jika mereka inginkan. Jadi sebaiknya pikirkan ini baik-baik sebelum kamu bertindak." Pesan Leo.
__ADS_1
Setelah membaca semua isi pesan itu, Tiara langsung menghapus pesan tersebut dari ponsel Cassan sebelum Cassan mengetahui apa yang terjadi dan mencurigai semuanya.
Tidak lupa Tiara juga membuka email milik Cassan dimana Leo sudah mengirimkan informasi tentang dirinya disana.
Tiara menghapus juga email tersebut karena mendapati informasi yang di dapatkan oleh Leo beberapa puluh persennya benar termasuk jati dirinya yang berasal dari keluarga Alexander.
Untuk mengelabui Cassan, Tiara akhirnya mengirim sebuah file baru dari ponselnya ke email Cassan menggunakan nama 'budak' tadi. Tentunya dengan kegeniusan Tiara hal tersebut dapat dilakukannya dengan mudah. File tersebut berisikan informasi palsu tentang dirinya tanpa melibatkan keluarganya, Alexander.
Beberapa lama bergulat dengan ponselnya, Tiara akhirnya berhasil melakukan apa yang diinginkannya.
-----
Di lantai satu sekolah, Cassan duduk sendirian di meja pojok kantin dan menikmati makan siangnya sambil menatap keluar jendela. Tidak ada seorang pun yang terlihat ingin menemaninya atau hanya sekedar menumpang pada bangku kosong dihadapannya.
Semua orang terlihat menjauhi Cassan karena kesalahan yang sudah dilakukan dengan sengaja olehnya di kegiatan malam keakraban kemarin.
Tanpa mempedulikan tatapan aneh dan tidak suka orang-orang padanya, Cassan tiba-tiba teringat akan ponselnya yang sempat berdering saat dirinya memesan makan siang tadi.
Dengan segera Cassan membuka ponsel tersebut lalu memeriksa notifikasi yang ia dapatkan beberapa menit yang lalu namun di abaikannya olehnya.
Mata Cassan tertuju pada email yang masuk ke akun miliknya. Email itu dilihatnya berasal dari Leo, sang asisten kakek Baskara alias budak yang selalu Cassan perintahkan semaunya.
Ketika Cassan membuka email tersebut, sebuah senyum terpancar dari wajahnya menggantikan kekusutan yang sedari tadi ia tunjukan ke semua orang.
"Informasi Tiara?" Eja Cassan pada judul yang tertulis di email tersebut.
Tanpa membuat rasa penasarannya menunggu semakin lama, Cassan lalu dengan cepat membuka file dan mulai membacanya.
Tiara lahir dan di besarkan dilingkungan yang cukup baik dengan status sosial kelas atas.
Ayah Tiara, Hendra Matthew A, seorang owner atau pemilik dari sebuah perusahaan jasa kontraktor jalan nomor satu dan paling terpercaya seantero negeri, PT. A Construction. Sedangkan Ibu Tiara, Liliane Matthew A, seorang konsultan perencanaan arsitektur.
Selain Tiara Queen A, pasangan hidup Hendra dan Liliane, memiliki seorang anak laki-laki bernama Key King A yang merupakan kakak dari Tiara. Usia keduanya terpaut dua tahun.
Namun demikian Key King A Sudah merampungkan tesisnya di usianya yang ke 17 dan di sebut-sebut sebagai seorang genius.
Setelah semua itu masih banyak informasi mengenai Tiara yang tertulis disana, sayangnya semua informasi tersebut hanya menunjukan tentang kelebihan Tiara saja.
Cassan menghentikan bacaannya dari informasi tersebut. Ia merasa kesal karena tidak menemukan apa pun yang diinginkan olehnya. Cassan menginginkan informasi Tiara yang menunjukkan kelemahan dirinya, yang bisa ia jadikan alat untuk menekan Tiara.
Akan tetapi informasi yang di dapatkan olehnya justru informasi yang malah membuat darahnya mendidih dalam waktu singkat.
Cassan yang malang dan tidak tahu jika informasi tersebut sudah diganti oleh Tiara sendiri, terus memikirkan cara bagaimana ia harus membalaskan dendamnya pada Tiara.
Lalu sebuah ide untuk menghancurkan reputasi Tiara terbesit dipikiran Cassan. Ia menyeringai, mencari sebuah kontak yang terdaftar di ponselnya dan mengalihkan panggilannya.
Cassan tidak ingin menghubungi Leo untuk meminta bantuannya lagi karena jika Leo tahu tentang rencananya, semuanya hanya akan merunyamkan pembalasan dendamnya.
__ADS_1
Ketika penggilan sudah tersambung suara seorang laki-laki terdengar dari balik ponsel. "Hallo."
"Ini aku Hera." Ucap Cassan berhati-hati sambil memantau kondisi sekitarnya.
"Hera!? Kamu kemana saja? Aku sudah mencari kamu dimana-mana bahkan sampai mendatangi panti asuhan dan katanya kamu sudah di adopsi oleh orang kaya. Kamu baik-baik saja kan? Jadi kamu udah ganti nomor baru? Pantas saja aku tidak bisa menghubungi kamu tapi syukurlah kamu sendiri yang akhirnya menghubungi aku." Ucap laki-laki tersebut panjang lebar tanpa membiarkan Cassan mengatakan tujuannya menelfon.
"Sudah cukup! Beri aku waktu untuk berbicara." Ujar Cassan emosi sambil menahan suaranya agar tidak terdengar oleh orang-orang disekitarnya.
"Iya iya baiklah." Jawab laki-laki itu.
Setelah diam beberapa detik, laki-laki yang di ketahui bernama Adit ini mengeluarkan suaranya lagi. "Hera, aku merindukanmu." Ucapnya dengan tulus.
Sejenak Cassan terhenti oleh ucapan laki-laki tersebut. 'Maaf tapi aku bukan Hera lagi. Aku tidak ingin menjadi Hera lagi dan sekarang ini aku adalah Cassan.' Batinnya.
"Kalau kamu merindukan aku, tolong lakukan sesuatu untukku." Pinta Cassan pada Adit.
Adit adalah cowok biasa dengan status sosial kelas bawah namun ia cukup pintar. Sejak dulu Adit sudah sangat menyukai Hera dan ia berpikir Hera pun menyukai dirinya. Namun sayangnya, Hera mendekati Adit hanya untuk memanfaatkan kepintarannya saja.
"Tolong apa?" Tanya Adit penasaran. Ia tahu hanya dirinyalah yang bisa membantu Hera karena sejak dulu Hera selalu meminta pertolongan darinya.
"Setelah aku di adopsi oleh orang kaya, aku dipaksa untuk bersekolah di Boulevar High School." Jelas Cassan pertama pada Adit untuk mendapatkan rasa simpati darinya.
"Apa!? Kamu sekolah di Boulevar?" Tanya Adit kaget tidak percaya. Ia juga berkeinginan untuk bersekolah disana, namun karena memikirkan kondisi ekonomi keluarganya, Adit tidak berani mengambil resiko.
"Iya. Mereka memaksa aku untuk belajar dan belajar bahkan mencarikan aku guru-guru private terbaik hanya untuk aku bisa bersekolah di Boulevar." Lanjut Cassan lagi.
"Akhirnya setelah tes masuk aku lolos dengan mendapatkan nilai mendekati sempurna, yaitu 96."
"Apa!? 96?" Tanya Adit kaget tidak percaya pada pendengarannya.
"Iya, 96." Cassan mengulangnya. "Kamu tahukan mendapatkan nilai 96 itu artinya apa?" Cassan bertanya.
"Mereka memaksa kamu belajar melewati batas kemampuan kamu." Jawab Adit.
Menurut Adit, mendapat nilai 96 untuk seorang Hera tentu saja merupakan sesuatu yang sangat mustahil. Hali ini dikarenakan Adit sangat mengenal baik Hera dan juga kemampuannya dalam bidang akademik.
"Iya. Mereka memaksa aka belajar dari pagi hingga malam dan ketemu pagi lagi. Tapi setelahnya aku senang karena mendapat nila yang tinggi dan memecahkan rekor yang sudah ada." Cassan melanjutkan kebohongannya.
"Namun ada seorang temanku dia mendapatkan nilai sempurna di tes masuknya."
Ucapan Cassan membuat Adit terkejut tanpa ampun. "Nilai sempurna? 100?"
"Iya 100." Cassan menjawabnya dengan tidak suka sambil mengingat wajah Tiara yang menyebalkan dimatanya itu.
"Aku tidak bisa menerima semuanya itu karena ia mendapatkannya dengan cara curang. Ia memiliki keluarga yang kaya dan bisa membayar orang ber-IQ tinggi untuk mengerjakan tesnya. Sementara aku? Aku harus berusaha keras bahkan mendapatkan siksaan jika tidak bisa menjawab soal."
Adit mulai merasa simpati pada Cassan sehingga membuat dirinya terjerumus dalam kebohongan cerita yang dibuat oleh Cassan.
__ADS_1
"Aku mau minta tolong sama kamu, bantu aku untuk mendapatkan keadilanku. Aku tidak bisa berbuat banyak karena orang tuanya lebih kaya dari pada orang tua angkatku." Ujar Cassan sambil berpura-pura menangis sedih.
"Aku minta kamu buatkan sebuah video pengakuan tentang temanku yang bernama Tiara Queen A, sudah memberimu sejumlah uang yang banyak untuk mengerjakan tes masuknya." Lanjut Cassan menjelaskan rencananya.