
Lagi Dewi yang tidak berniat untuk mendengarkan keingintahuan Alda akan niat Cassan terpaksa menghentikan langkahnya di belakang mereka.
Bagaimanapun Alda sedikit meninggikan suaranya saat itu sehingga setiap perkataan yang terlontar dari mulutnya terdengar sampai ke telinga Dewi juga murid lain di sekitarnya.
Sebelumnya Dewi sudah menjaga jarak antara dirinya dan mereka sejak keluar dari asrama namun dikarenakan kejadian ini otomatis jarak diantara mereka tidak bisa di hindarkan.
"Terserah kamu mau bilang apa. Aku gak ada niat apapun sama kalian. Aku mau traktir kalian karena kalian temen sekamar aku dan lagi bukan urusannya kamu aku mau berubah apa enggak." Jawab Cassan tegas.
Mendengar perkataan Cassan, Alda tetap tidak mempercayainya. Ia yakin dengan kata hatinya bahwa Cassan bukanlah orang yang baik untuk menjadi teman mereka. Entah apa penyebabnya Alda sendiri tidak tahu.
"Iya terserah juga apa kata kamu karena aku tetep gak percaya sama kamu." Alda tetap kukuh dengan pendiriannya.
"Sudah cukup kalian berdua." Tiara menghentikan perdebatan antara Alda dan Cassan. Bagaimanapun saat ini mereka sedang berada di sekolah dan banyak pasang mata sedang menatap kearah mereka.
"Alda kamu gak boleh berprasangka buruk sama Cassan. Apa yang Cassan bilang itu bener. Mau dia berubah apa enggak itu bukan urusan kamu, aku maupun Lia." Ujar Tiara.
"Tiara kamu.. Jadi kamu ngebelain dia dan bukan aku sahabat kamu?" Alda terkejut mendengar bagaimana tiara lebih membela Cassan dari padanya.
Perkataan Alda membuat hati Tiara terasa sesak. Tiara bukannya sedang membela Cassan dan mengabaikan Alda sahabatnya tapi Tiara hanya menggunakan logikanya untuk mengerti akan keadaan.
"Al, aku gak bermaksud begitu. Aku.."
"Udahlah kamu temenan aja sama dia biar aku sendirian." Alda memotong perkataan Tiara lalu pergi dari sana. Air matanya langsung bercucuran keluar karena sesak yang sangat terasa di dadanya.
__ADS_1
Tiara melangkahkan kakinya mengikuti Alda ke dalam ruangan tanpa memikirkan Cassan lagi.
Murid-murid yang tadinya menatap kearah mereka satu persatu mulai pergi dan melupakan kejadian tersebut. Begitu juga Dewi yang kembali melanjutkan langkahnya namun bagaikan di sambar petir disiang bolong, Dewi kaget melihat Cassan menebarkan senyum licik dari wajah polosnya.
-----
"Al, kamu masih marah ya sama aku?" Tiara bertanya pada Alda.
"...."
Sedari tadi mereka berada di dalam kelas, Alda tidak pernah berbicara atau hanya sekedar menjawab pertanyaan Tiara.
Tiara mengerti jika Alda tidak ingin berbicara dengannya karena perkataannya yang terkesan membela Cassan. Akan tetapi jauh di dalam hatinya, Tiara berani bersumpah bahwa ia sama sekali tidak membela Cassan.
Disisi lain Dewi hanya terdiam memandang Cassan mencoba untuk mengerti dirinya. Banyak sekali pertanyaan dalam benak Dewi yang ingin ia tanyakan langsung pada Cassan tapi ia mengabaikannya.
'Lebih baik untuk sementara waktu aku gak usah bikin keputusan sendiri dulu.' Dewi membatin.
"Dew ada apa? Kenapa kamu ngelihatin aku kayak gitu?" Cassan bertanya pada Dewi setelah menyadari Dewi menatapnya sedari tadi.
"Mm? Bagaimana?" Dewi kembali tersadar setelah mendengar suara Cassan namun tidak mendengar jelas apa yang Cassan tanyakan.
"Huh.. Dew dew. Aku panggil dari tadi kamu gak ngenyahut padahal kamu lagi perhatiin aku. Aku tanya kenapa kamu ngelihatin aku kayak gitu?"
__ADS_1
"Oh maaf aku lagi.."
"Lagi ngelamun kan?" Cassan memotong ucapan Dewi.
"Hehe kayaknya gitu soalnya aku sendiri gak tau aku lagi ngelamun apa bukan." Dewi memberi Cassan senyuman krispi.
"Haha kamu bisa ngelucu juga ya ternyata." Cassan menertawakan tingkah Dewi yang menurutnya lucu membuat Dewi semakin bingung menentukan karakter sebenarnya Cassan.
Dimata Dewi, Cassan baik. Cassan adalah orang yang membantunya dari bullian teman-teman sekamarnya. Tidak, bukan teman. Mereka bahkan tidak pernah menganggap Dewi ada.
Meski tinggal bersama di dalam satu kamar, Dewi hanyalah sebuah pajangan hidup di mata mereka. Dewi sama sekali tidak memiliki siapapun untuk diajaknya bicara.
Namun setelah menolongnya dari mereka, Cassan mengajaknya untuk berkenalan dan Cassan jugalah yang memintanya menjadi teman sebangku Cassan. Jadi di mata Dewi Cassan adalah hero sekaligus teman pertamanya di Boulevar.
Akan tetapi perasaan Dewi menjadi gunda ketika pertama kali ia menyadari cara Cassan memandang Tiara juga kedua sahabatnya saat mereka makan bersama dengan Luka.
Dewi merasakan sesuatu yang berbeda dari Cassan. Karena rasa penasarannya Dewi akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Cassan tentang hubungannya bersama Tiara, Lia dan Alda waktu itu.
Apa yang dikatakan Cassan terasa berbeda dari kenyataan. Cassan mengatakan ia tidak begitu akrab dengan Tiara dan sahabatnya tetapi apa yang dilihat Dewi pagi ini jelas berbeda.
Saat dirinya mempercayai Cassan adalah orang yang baik ia terkejut dengan senyum licik Cassan setelah mengetahui Tiara membelanya dan bukan Alda.
Dewi seratus persen bingung seperti apa Cassan sebenarnya.
__ADS_1