Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#24 Ditembak Cowok?


__ADS_3

Hari pertama sekolah berakhir dengan bunyi dentingan bel. Tiara dan Alda yang duduk bersebelahan bangkit dari tempat duduk mereka untuk menemui Lia. Mereka tidak ingin Lia menunggu lama karena dia seorang diri.


Tanpa memikirkan tatapan orang dalam kelas kedua orang tersebut pergi dari sana. Luka hanya melihat Tiara pergi tanpa mengatakan apapun.


"Hai kamu Lia kan?" Seorang cowok bertanya padanya.


"Euh.. hmm iya." Lia mengangguk bingung dari mana cowok itu mengetahui namanya.


"Gue tau nama lu dari absen tadi." Cowok itu menjelaskan sekaligus menjawab isi pemikiran Lia.


"Oh gitu ya.." Setelah berpikir sesaat Lia menjawabnya.


"Iya. Mmm lu temen Tiara yang dapet nilai sempurna tadi kan?"


Lia tersenyum lebar mendengar nama Tiara "Iya aku temennya Tiara" dengan cepat ia menjawabnya lagi.


"Ehem.. gue boleh minta tolong lu kasih ini ke Tiara gak?"


Lia melihat cowok tersebut mengeluarkan sebuah coklat dari dalam saku celananya. Seketika Lia tercengang dan matanya terbelalak. Biasanya ia melihat kejadian seperti ini di film-film atau sinetron siapa yang menyangka sekarang ia mengalaminya sendiri.


Dari dalam kelas C, para siswa berdiri di jendela mengintip kedua orang tersebut sambil menunggu jawaban dari Lia. Sebelumnya setelah mendengar bel berbunyi, Lia langsung keluar dari kelas dan menunggu Tiara dan Alda di depan. Ia tidak berpikir kejadiannya akan seperti ini.


Dari kejauhan Tiara menghentikan langkah kakinya dan juga Alda. Alda sama sekali tidak mengerti kenapa Tiara melakukan itu sebelum ia menangkap pemandangan yang ada di depan matanya.


"I itu Lia di tembak sama cowok?" Tanya Alda.


"Kayaknya sih gitu. Lebih baik kita tunggu disini dulu aja." Ujar Tiara.

__ADS_1


Siapa pun yang melihat kejadian itu pasti berpikir hal yang sama seperti Alda. Sebuah coklat di tangan, tatapan sang cowok menunggu jawaban sudah cukup membangun imajinasi dalam benak mereka.


"Kamu mau aku kasih coklatnya ke Tiara?" Tanya Lia setelah mengembalikan kesadarannya.


Cowok tersebut menganggukkan kepala dan tersenyum pada Lia. Dalam hatinya ia berharap sekali Lia mengiyakan permintaannya itu.


Lia mengambil coklat tersebut dari tangan sang cowok karena coklat tersebut untuk Tiara sahabatnya. Namun sesaat setelah ia menerima coklat tersebut, siswa kelas C yang mengintip dari jendela berlarian keluar dengan coklat di tangan mereka masing-masing.


Mereka menyerahkan semua coklat tersebut pada Lia memintanya untuk memberikan titipan mereka pada Tiara.


Tiara dan Alda terkejut dengan apa yang mereka lihat. Bukan hanya satu cowok yang menyukai Lia tapi semua cowok dalam kelasnya.


Lia membeku melihat banyaknya coklat yang ada di tangannya. 'Ini semua untuk Tiara?' Lia membatin. Tidak ia sangka di hari pertama saja Tiara sudah mendapat banyak perhatian.


Tiara dan Alda menghampiri Lia yang kelihatan bingung mau diapakan coklat-coklat tersebut setelah para siswa bubar dari sana. Lalu sebuah suara terdengar dari belakang Lia.


"Huh syukurlah kalian udah dateng. Bantuin dong..." Lia menatap mereka tak berdaya.


"Haha ternyata kamu punya banyak penggemar juga ya.." Goda Alda lagi.


Alda mengatakannya bukan untuk membuat Lia merasa down tapi tidak ada salahnya jika Lia memiliki banyak penggemar karena Lia cukup manis.


Lia memiliki kulit kuning langsat juga hidung yang mancung. Wajahnya mulus dan tidak berjerawat. Di samping itu ada tahi lalat kecil di ujung atas hidung mancungnya membuat Lia terlihat seperti orang dari kalangan bangsawan.


Tiara mengambil beberapa coklat dari tangan Lia untuk memudahkannya begitu juga Alda.


"Penggemar? Aku punya penggemar? GAK MUNGKIN." Tegas Lia.

__ADS_1


"Lah buktinya coklat sebanyak ini..,"


"Itu bukan buat aku tapi Tiara." Lia memotong ucapan Alda.


Mendengar ucapan Lia tersebut Tiara dan Alda menatap kaget padanya.


"Kenapa kalian lihat aku kayak gitu?" Tanya Lia.


"Kalau ini semua buat Tiara terus cowok yang tadi nembak kamu?" Alda bertanya serius.


"Hah? Cowok mana yang nembak aku?"


"Yang tadi itu yang pertama." Seru Alda.


"Ya ampun kalian salah paham. Dia minta tolong aku kasih coklatnya ke Tiara karena aku temen Tiara." Jelas Lia menghapus semua imajinasi kesalah pahaman dalam benak Alda.


"Oh gitu kirain kamu ditembak cowok. Jadi ini semua buat Tiara?" Lia mengangguk mengiyakan pertanyaan Alda.


"Tiara seneng ya jadi kamu. Masih hari pertama aja kamu udah banyak penggemar apa lagi hadiah-hadiah kayak gini. Kayaknya setiap hari bakal penuhin meja kamu." Ujar Lia tersenyum pada Tiara.


"Enggak, aku biasa aja. Kalau kalian mau kalian boleh ambil semua coklatnya." Ucap Tiara dengan ekspresi khas miliknya.


"Buat kami semua?" Tanya Alda dan Lia tak percaya.


"Hmm.." Tiara menganggukkan kepalanya.


"Kya makasih Tiara." Keduanya memeluk hangat Tiara.

__ADS_1


Tiara sudah terbiasa mendapat hadiah-hadiah seperti itu bahkan lebih dari itu. Entah sejak ia duduk di bangku sekolah dasar ataupun di menengah pertama. Namun tak ada satu hadiah pun yang menarik hati Tiara.


__ADS_2