Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#90 Rencana Cassan 3


__ADS_3

Malam harinya aplikasi mata-mata Tiara memberi sinyal balasan lagi dari ponsel Cassan. Sebuah video berdurasi hampir satu menit itu di tonton oleh Tiara dengan santainya diatas tempat tidur.


Ditemani beberapa cemilan bervariasi rasa, Tiara melipat kaki kanannya diatas kaki kirinya dan menonton 'bom waktu' milik Cassan yang diperuntukkan bagi dirinya itu seperti sedang berada di ruangan bioskop pribadinya.


Sesuai perkataan Cassan siang tadi, Adit mengatakan hal yang sama tanpa melewatkan satu katapun. Malah ia menambah sedikit fragmen-fragmen peledak agar bisa menyebabkan kehancuran dan kerusakan yang parah bagi Tiara.


"Kataku Hera bodoh. Cowoknya cukup manis." Ucap Tiara, tidak mementingkan isi videonya malah melihat wajah laki-laki yang rela melakukan apa saja untuk Hera tersebut.


Melewati tempat tidur Alda, Cassan terlihat sangat sumringah kala menatap ponsel miliknya. Ia maupun Tiara sama-sama berada dalam dunia mereka sendiri.


Sangat ingin melihat dunia Tiara hancur, Cassan tanpa ragu dan tanpa menunggu, langsung masuk ke dalam forum chat Boulevar High School paska mendapat kiriman video dari Adit. Forum yang hanya diperuntukkan bagi murid Boulevar ini sangat ramai setiap harinya. Bahkan tak kalah ramai dengan media sosial lainnya yang di kunjungi oleh anak-anak remaja.


Setiap artikel maupun video yang di posting ke forum chat tersebut dengan cepat menjadi trending topik di seluruh Boulevar. Cassan menggunakan kesempatan emas ini untuk menghancurkan reputasi Tiara.


Sebelum melakukan login Cassan mengarahkan tujuannya pada perintah lain yakni mendaftar akun baru. Tentu Cassan tidaklah sepenuhnya bodoh. Jika ia ingin memposting video tersebut, ia harus membuat sebuah akun palsu untuk menutupi identitasnya.


Tanpa disadari Cassan, setiap pergerakan yang dilakukannya dipantau dengan baik oleh Tiara yang terbaring santai beberapa meter jauh darinya.


"Apa aku terlalu jahat?" Ucap Tiara merasa kasihan pada Cassan yang sama sekali tidak tahu jika usaha kerasnya tersebut hanyalah sia-sia saja.


"Tapi sudahlah, biarkan dia mengasah kreativitasnya." Lanjut Tiara masa bodoh lalu mengunyah kembali cemilan kripik singkong barbeque favoritnya.


Setelah berhasil mendaftar akun baru, Cassan mengunggah video tersebut disertakan dengan keterangan yang mengatakan, "Kebenaran dibalik gelar the next genius Boulevar."


"Sungguh begitu miris! Apakah Boulevar High School memperbolehkan seorang murid berlaku curang dan menipu sekolah tercinta hanya untuk mendapatkan sebuah gelar dan popularitas? Keluarkan murid seperti ini dari BHS!! Murid yang menggunakan status sosialnya untuk mendapatkan yang tidak seharusnya didapatkan tidak pantas berada di Boulevar."


Ketika merasa sudah cukup untuk dirinya mengetik keterangan provokatif yang panjang dan lebar, Cassan akhirnya mengklik button send dan video terunggah.


Hanya butuh beberapa menit saja, pencarian artikel mengenai "Kebenaran dibalik gelar the next genius Boulevar" langsung menjadi tranding topik nomor satu di situs forum chat sekolah.


"Apa ini?" User1


"Apa semuanya ini benar!?" Kondodomi


"Aku rasa ini hanya video bohongan saja." Goddess_Tiara


"Benar itu. Tiara kami tidak mungkin melakukan hal seperti itu." Tiaragogogogo


"Iya. Goddess Tiara memang benar-benar genius kok. Video ini bohongan." ILVtiara


"Apanya yang bohongan sudah jelas-jelas di videonya disebut kalau cowok itu diancam." Princessstacylovers


"Ya ampun ada gitu ya murid kayak dia. Gak tahu malu. Balikkin gelarnya." Karetgelang


"Dasar jala**!! Keluar lu dari Boulevar." Talisepatubaru


"Bisanya hanya sembunyi dibalik kecantikannya doang tapi otaknya kosong. Ngapain woy masih ada di Boulevar. Keluar lo dari Boulevar." Warisanbapak00


"Jijik gue lihatin dia." Dorayaki


Cassan merasa bahagia begitu membaca komentar bertebaran dari murid-murid yang mencaci maki Tiara dengan bebas. Bahagianya serasa seperti sedang berada diatas awan.


'Haha kamu sudah hancur Tiara! Lihat saja besok pagi, semuanya akan berubah. Duniamu akan hancur sehancur hancurnya dan akan selamanya berada dibawah.' Tawa bahagia Cassan dalam hatinya, namun sangat terlihat jelas juga diwajahnya.


Cassan melepaskan pandangannya dari ponsel miliknya lalu melirik pada Tiara yang terlihat cuek dengan dunia santainya.


'Sepertinya dia belum menyadarinya jika namanya sekarang sedang panas dibicarakan.' Cassan membatin.


"Tiara Tiara Tiara, lihat ini!" Lia berteriak memanggil nama tiara sambil meloncat turun dari tempat tidurnya.


"Ada apa Lia?" Tanya Alda penasaran, melihat Lia begitu heboh memanggil Tiara.


"Lihat dulu ini." Lia memberikan ponselnya pada Tiara dimana terpampang dengan sangat jelas artikel yang sudah dibaca Tiara bahkan sebelum di unggah ke forum.


Melihat ke ponsel Lia juga, Alda terkejut bukan kepayang. Ia lalu mengambil ponselnya dari atas tempat tidur dan membuka situs forum chat Boulevar.

__ADS_1


"Apa-apaan semuanya ini? Siapa sih akun flowerpower ini?" Tanya Alda kesal setelah membaca isi keterangan dan mendengarkan video yang diunggah Cassan.


"Sudah pasti dia itu pembenci Tiara makanya dia mengunggah postingan tersebut." Jawab Lia juga tak kalah kesal.


"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kita harus ikut komentar untuk membela Tiara." Seru Alda.


"Iya benar. Aku juga ikut berkomentar." Sambung Lia.


Berbanding terbalik dengan kedua sahabatnya, Tiara justru terlihat sangat tenang. Ia merasa senang karena kedua sahabatnya langsung membela dirinya tanpa menanyakan apakah video itu benar atau tidak?


"Kalian tidak bertanya apakah video itu benar atau tidak?" Tanya Tiara pada keduanya.


Lia dan Alda saling bertukar tatapan untuk sesaat setelah mendengar pertanyaan Tiara.


"Tentu saja tidak. Kami percaya padamu. Tidak peduli orang mau berkata apa tentang kamu di belakang, kami tetap percaya padamu dan mendukungmu." Jawab Alda mendapat anggukan dari Lia juga.


"Kamu adalah sahabat kami tentunya kami lebih percaya padamu dari pada artikel bohongan seperti ini." Ucap Lia.


Mendengar jawaban nyata dari kedua sahabatnya, Tiara tersenyum lebar pada mereka dan berkata, "Terimakasih sudah mau percaya padaku. Aku berjanji tidak akan pernah mengecewakan kalian."


Lia dan Alda tidak mengerti kenapa Tiara mengatakan bahwa dia tidak akan mengecewakan mereka, tetapi yang pasti adalah mereka mempercayai Tiara melebihi siapapun.


Lia dan Alda akhirnya ikut berkomentar di dalam forum chat. Mereka membela Tiara dan mengutuk orang yang mengunggah artikel tersebut. Dan untuk murid-murid yang mencaci Tiara, Lia dan Alda memaki kembali mereka.


Selain di forum chat sekolah, grup kubu Tiara pun ramai membicarakan topik yang sama. Banyak yang bertanya pada Lia dan Alda selaku ketua juga wakil kubu tentang kebenaran video tersebut, namun banyak juga yang tanpa ragu-ragu langsung mengatakan bahwa video tersebut hanyalah kebohongan untuk menjatuhkan popularitas Tiara.


Melihat banyak komentar dan pertanyaan datang dari kedua sisi, Lia dan Alda akhirnya membagi tugas mereka. Alda dengan sifat dan mulut ceplas-ceplosnya mengatasi forum chat sekolah, sementara Lia mencoba menjawab pertanyaan di grup kubu Tiara.


Para penggemar Tiara tidak seperti mereka yang berkomentar di forum chat. Dimana mereka langsung mencaci dan memaki tanpa mengetahui apakah video itu benar atau tidak.


Penggemar Tiara justru terlihat lebih santai mengikuti gaya idola mereka, Tiara. Meski ada rasa bimbang dalam diri mereka, hal itu lantas tidak membuat mereka langsung menjudge Tiara begitu saja.


Tiara tidak tahu harus berkata atau sekedar berbuat apa ketika matanya melihat kesibukan kedua sahabatnya itu dengan ponsel mereka. Ia hanya bisa menghela nafas panjang karena bersyukur telah mendapatkan Lia dan Alda sebagai sahabatnya.


Salah satu keinginan Tiara untuk bersekolah di Boulevar adalah untuk mendapatkan sahabat yang setia tanpa memandang dari status sosialnya dan dari keluarga mana dia berasal. Dan hari ini salah satu keinginannya tersebut sudah terpenuhi.


Mendengar Tiara mengatakan hal itu, seketika Lia dan Alda menghentikan aktivitas mereka.


"Tiara mau masuk ke grup penggemar juga?" Tanya Lia penasaran namun tidak bisa membohongi rasa keterkejutannya.


"Hm." Angguk Tiara.


"Aku gak salah dengarkan?" Kali ini rasa penasaran datang dari Alda.


"Hm enggak. Biar aku yang menangani grup penggemar. Aku ingin tahu seperti apa mereka mendukungku." Jawab Tiara.


Lia dan Alda menganggukkan kepala mereka dan tanpa menunggu lama Tiara langsung dimasukkan ke grup oleh Lia.


"Hallo semuanya, saya Tiara." Ucap Tiara memperkenalkan dirinya di dalam grup.


Satu kalimat singkat tersebut langsung membuat ponsel Tiara bergetar dalam waktu yang lama. Bagaimana tidak, semua penggemar yang ada di dalam grup langsung membalas chat-nya tanpa tanggung-tanggung memikirkan apakah ponsel mereka akan 'hang' atau tidak.


"OMG goddess Tiara masuk dalam grup."


"Tiara I love you."


"Tiara, apa video itu benar atau tidak?"


"Itu bohong. Kami tetap percaya padamu Tiara."


"Iya. Jangan khawatir kami akan mendukungmu."


Melihat semua itu Tiara tersenyum bahagia. Meskipun ia tidak bisa membaca secara keseluruhan karena chat baru terus berdatangan tapi Tiara bisa melihat bagaimana penggemarnya mendukung dirinya.


"Jika kalian percaya bahwa video tersebut adalah bohong, lakukan saja seperti itu. Aku tidak akan mengecewakan kalian semua." Pesan Tiara.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti."


"Bodoh. Maksud Tiara dia akan melakukan sesuatu untuk membuktikan kalau video tersebut bohong. Dengan begitu kita yang percaya padanya tidak merasa kecewa."


"Benarkah?"


"Kami menunggu itu Tiara."


"Iya. I love you."


"Kami akan menunggu."


Dari kejauhan Cassan sama sekali tidak terlihat gentar dengan usaha ketiga sahabat yang paling ia benci itu untuk menetralkan kembali keadaan. Karena menurut pemikirannya semua itu tidaklah berguna. Tiara sudah hancur dan kehilangan semuanya miliknya.


-----


Masih di malam yang sama Luka, Reno dan Saka masing-masing terlihat berada di dunia mereka sendiri.


Luka santai membaca buku diatas tempat tempat tidur, Reno asik menonton pertandingan NBA di kanal YouTube sedangkan Saka sibuk mengunggah fotonya di Instagram dan merayu para pengikut perempuannya.


Ketiga orang ini belum menyadari apa yang sedang terjadi di luaran sana. Kekasih hati dan juga calon kakak ipar mereka sedang ramai di bicarakan dan mereka tidak tahu menahu tentang itu.


Tak menjelang lama ponsel Luka berdering mengalihkan pandangan Reno dan Saka tertuju padanya.


Luka menerima panggilan tersebut tanpa menjawabnya mengingat pembawaannya yang begitu dingin dan irit berbicara kecuali pada Tiara.


"Tuan muda Luka, tolong cek forum chat sekolah sekarang." Ucap seorang wanita dari balik ponsel Luka dengan suara panik.


Luka langsung mematikan panggilan secara sepihak tanpa basa-basi.


"Vanya yang telfon lo?" Reno bertanya.


"Kayaknya ayah lo udah balik dari perburuannya." Saka melanjut.


"Bukan. Dia nyuruh gue buat ngecek forum chat sekolah." Jawab Luka.


"Memangnya ada apa di forum chat?" Tanya Reno lagi.


"Gak tau gue."


Ketiga cowok tampan dengan visual mereka masing-masing itu langsung melepaskan aktivitas mereka dan masuk ke dalam forum chat sekolah.


Berada di halaman depan dan paling teratas, ketiga cowok itu langsung melotot terkejut mendengar video yang sudah diputar ratusan ribu kali itu.


Banyak komentar-komentar negatif menghina Tiara bertebaran dimana-mana membuat Luka tidak mampu untuk membacanya. Pikiran Luka langsung tertuju pada Tiara.


Dengan cepat Luka keluar dari forum dan langsung mengalihkan panggilan ke nomor Tiara yang disimpannya dengan nama My Queen.


"Hallo, kamu gak apa-apa?" Tanya Luka dengan panik sesaat setelah panggilannya diterima oleh Tiara.


Reno dan Saka terkejut melihat perubahan tingkah laku Luka yang dingin pada Vanya dan hangat pada saat berbicara dengan Tiara.


"Kamu udah lihat artikelnya ya?" Tanya Tiara pada Luka karena mendengar kepanikan datang dari pacarnya itu.


"Hm." Jawab Luka lalu menghela nafas panjangnya setelah mendapati Tiara merespon dirinya dengan tenang.


"Perempuan gila itu yang melakukannya?" Tanya Luka.


"Hm." Jawab Tiara.


"Kamu tenang aja biar aku yang urus dia." Ucap Luka. Ia ingin mengatakan akan membantu Tiara menghapus artikel tersebut dan memastikan agar tidak ada yang mengunggahnya lagi ke forum maupun media sosial lainnya.


Namun setelah menyadari bahwa Tiara bisa melakukan semuanya itu sendirian tanpa bantuannya, Luka akhirnya mengatakan biar dia yang memberi pelajaran pada Cassan.


"Gak usah khawatir. Biarkan semuanya ini berlangsung sampai besok. Setidaknya aku ingin menghargai usahanya dia." Ucap Tiara memberi kode pada Luka bahwa dia akan mengakhiri semuanya besok.

__ADS_1


Luka sangat mengerti dan memahami Tiara dan pada akhirnya ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu kekasihnya tersebut.


__ADS_2