
Melihat bagaimana ekspresi wajah Cassan saat ini Alda merasa sangat puas. Hatinya tersenyum bangga dengan ide brilian miliknya.
Pertama Alda menebak jika Cassan tidak menyukai dirinya berbaikan dengan Tiara dan tebakannya tepat. Kedua Alda menggunakan nama Tiara untuk membuat Cassan percaya padanya seolah Tiara benar-benar membelanya. Dan lagi Cassan terpengaruh akan perkataannya.
"Al, akhirnya.. Jadi kamu gak marah lagi sama aku karena kamu udah tau kalau aku gak ngebela Cassan tapi kamu?" Tanya Tiara polos pada Alda.
Alda balik menatap bingung pada Tiara. Alda berpikir Tiara membela Cassan karena dimatanya Cassan tidak memiliki niat tertentu pada mereka dan memarahi dirinya karena menuduh Cassan tanpa bukti. Lalu apa maksud dari pertanyaan Tiara saat ini? Tanya Alda dalam pikirannya.
Alda memang bingung dengan pertanyaan Tiara karena ia tidak tahu jika sebenarnya Tiara sedang membela dirinya dan bukan Cassan namun karena dirinya sudah tidak berpikiran jernih saat itu ia langsung menjatuhkan keputusan bahwa Tiara lebih membela Cassan.
Disisi lain Cassan tidak seperti Alda yang bingung memikirkan pertanyaan Tiara. Cassan mengerti dan tersadar saat itu juga bahwa perkataan Alda benar adanya. Tiara tidak sedang membelanya dan Tiara juga tidak terpengaruh dengan kepura-puraannya seperti Lia.
Cassan tertunduk malu dengan dirinya sendiri. Ia merasa seperti di permainkan oleh Tiara. Sekarang ia menyadari kenapa Tiara tidak berusaha menjelaskan langsung pada Alda saat itu bahwa ia tidak membela Cassan.
Tiara membiarkan Alda salah paham terlebih dahulu padanya. Karena Tiara ingin agar Cassan terjebak dan menganggap bahwa Tiara telah mempercayainya kemudian mempermalukannya seperti sekarang.
Lagi Cassan menyalahkan dirinya karena sudah menganggap remeh Tiara. Awalnya Cassan sudah berpikir bahwa Tiara bukanlah seseorang yang biasa dan bisa ia kelabui begitu saja. Namun pemikirannya itu lenyap setelah kejadian pagi tadi dimana Tiara meminta agar Alda tidak berprasangka buruk padanya membuatnya beranggapan bahwa Tiara sedang membelanya.
Rasa tidak suka Cassan pada Tiara kini berubah menjadi rasa benci. Bagaimana tidak, selain Tiara jauh lebih cantik darinya, Tiara juga memecahkan rekornya dengan nilai sempurna. Keinginannya untuk menjadi pusat perhatian semua orang di ambil alih oleh Tiara di hari pertama. Lagi rasa sukanya pada Luka pun tidak mendapat respon karena Luka menyukai Tiara.
__ADS_1
Tiara tertegun tidak mendapat respon dari Alda selama beberapa lama. "Al, kenapa diem aja?" Tanyanya.
Tiara sendiri pun tidak mengira jika sebenarnya Alda tidak tahu menahu soal dirinya yang membelanya namun hanya menggunakan namanya untuk menjatuhkan harga diri Cassan.
Sebelum Alda sempat menjawab Tiara, ponselnya yang terletak di saku blazer berwarna navy berdering. Ia melihat nama pemanggil tersebut dan ternyata itu adalah panggilan Lia.
"Hallo Al, Kalian berdua Tiara dimana sih?" Tanya Lia langsung setelah Alda menerima telfon darinya. Lia sudah menunggu mereka sedari tadi untuk pulang bersama namun yang mengejutkan Alda dari pertanyaan Lia adalah ia hanya menanyakan keberadaan Alda dan Tiara dan tidak bertanya tentang Cassan.
Alda tersenyum lebar bagaimana mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh sahabatnya itu. Ia lalu melirik pada Cassan yang juga mendengar dengan jelas pertanyaan tersebut karena speaker telfonnya di aktifkan oleh Alda.
Alda merasa senang meskipun Lia terpengaruh pada Cassan tapi yang tetap ia pedulikan dan tanyakan hanyalah kedua dari mereka dan bukan Cassan sendiri. Hal ini sudah bisa membuktikan bahwa Lia hanya menganggap Tiara dan Alda sebagai sahabatnya dan tidak pada Cassan.
"Maaf Lia, dikit lagi aku sama Tiara ke situ." Jawab Alda santai.
"Apa? Kamu udah baikkan sama Tiara?" Tanya Lia penasaran namun suaranya membawa kehangatan.
Alda melirik pada Cassan untuk melihat berikut responnya. "Hehe iya. Aku gak bisa lama-lama marahan sama Tiara karena aku pengen persahabatan kita bertiga aman dan gak bisa dipecah belah oleh siapapun."
Wajah Cassan semakin berubah jelek karena mendengar perkataan Alda. Cassan mengetahuinya jika Alda mengatakan itu dengan tujuan untuk menyindir dirinya.
__ADS_1
Sesaat Alda tertawa lucu melihat respon Cassan. Iya tidak menyangka Cassan dengan mudah menunjukan sikapnya melalui ekspresi di wajahnya.
"Al kok kamu ketawa sih. Ada apa?" Tanya Lia kembali setelah merasa tidak ada hal lucu yang sedang terjadi begitu juga Tiara.
"Enggak, gak ada apa-apa kok." Alda menggelengkan kepalanya dengan senyum yang tertahan.
"Terus kenapa kamu ketawa?" Sambung Tiara.
"Tiara kamu gak tau ya, aku barusan aja ngelihat ada monyet mukanya mirip manusia tapi jelek banget haha.." Tawa Alda meledak seketika membuat beberapa orang yang masih berlalu-lalang diluar kelas melirik pada mereka bertiga.
Apa yang dikatakan oleh Alda sama sekali tidak masuk diakal kedua sahabatnya. Tiara maupun Lia merasa seperti mereka telah menjadi orang yang paling bodoh di dunia setelah mendengar Alda.
Sementara di satu sisi Cassan terlihat mengepal erat tangannya seakan ingin menonjok mulut Alda. Cassan sadar Alda tengah membicarakan dirinya namun ia sama sekali tidak menyangka jika Alda mengatakan dirinya seperti seekor monyet.
"Ada monyet, mukanya mirip manusia tapi jelek banget? Maksud kamu apa sih Al, aku gak ngerti deh." Ujar Lia dari balik ponsel.
Tiara hanya menatap dingin pada Alda tanpa mengerti apa maksud perkataan Alda sebelum akhirnya matanya menangkap kemana arah mata Alda memandang. Itu adalah wajah Cassan.
Namun sayang Tiara terlambat mendapatinya. Cassan sudah merubah ekspresi di wajahnya sesaat sebelum mata Tiara tertuju padanya.
__ADS_1