Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#15 Jadi Rebutan Orang-orang


__ADS_3

Di kantin banyak sekali murid berlalu lalang disana hanya sekedar untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.


Ada yang sedang mengantri mengambil makanan, ada juga yang sedang menikmati sarapan mereka diiringi senyum dan tawa.


Bahkan lift-lift asrama pun tidak pernah sepi menurunkan maupun manaikkan mereka ke lantai mana sesuai ketentuan mereka.


Tiara, Lia dan Alda duduk bersama menikmati sarapan mereka setelah mengantri beberapa saat. Mereka memilih duduk di meja tengah karena hanya meja tersebut yang kosong dan sudah di bersihkan oleh pelayan.


Di tengah-tengah kenikmatan itu Lia dan Alda mulai merasa ada sesuatu yang salah.


Tidak sedikit orang memandang ke arah mereka dan hampir semua pandangan tertuju pada Tiara yang tampak tidak peduli dan terus menikmati sarapannya.


Lia dan Alda saling bertukar pandangan lalu melempar senyum. Mereka mengerti sekarang kenapa orang-orang itu memandang Tiara. Jelas karena mereka terpesona dengan kecantikan Tiara apa lagi saat dia mengenakan seragam sekolah.

__ADS_1


"Tiara, kayaknya sebentar lagi kamu jadi rebutan orang-orang deh. Lihat tuh cewek aja perhatiin kamu sampe segitunya, apa lagi cowok." Ujar Lia melahap habis makanan terakhirnya.


Tiara melepas pandangannya dari makanan yang tinggal sedikit diatas piring dan melihat di sekelilingnya.


"Sstt junior kita yang di tengah sana tuh cantik banget gak sih?" Tanya seseorang pada temannya yang kemudian mengalihkan pandangan mereka mencari Tiara.


Gadis yang bertanya pada temannya itu adalah Dewi. Ia memakai seragam berkerah coklat dengan detail bergaris kotak-kotak coklat pada roknya. Itu artinya dia senior Tiara dari kelas dua.


"Iya cantik banget. Lihat hidungnya. Mancung banget. Aku belum pernah lihat hidung mancung seseorang yang sebagus dan seindah itu." Jawab temannya.


Bagaimana tidak, Fatma, teman sekamarnya itu memiliki kebiasaan aneh dimana ia selalu memperhatikan seseorang dari hidung mereka.


Dia akan mengatakan seseorang itu cantik atau tampan jika mereka memiliki hidung yang mancung. Jika tidak maka dia hanya akan mengabaikan.

__ADS_1


Dewi menatap Fatma yang belum mengalihkan pandangannya dari Tiara. Sampai terbesit di pikirannya bahwa Fatma mungkin sudah terobsesi oleh mancungnya hidung Tiara.


"Fat, yang aku maksud itu bukan cuma hidungnya. Lihat tuh matanya, alis, bibir, rambut, badannya, kulit putih mulusnya yang bikin dia cantik. Kenapa yang kamu lihat hanya hidungnya doang terus bikin kesimpulan kalau dia itu cantik." Ujar Dewi berharap Fatma melihat fisik lain dari Tiara selain hidung.


"Duh Dew, Kamu kayak gak tau Fatma aja. Dia tuh tidak peduli sama yang lain. Kenapa ya karena hidungnya sendiri pesek. Minimalis abis haha." Ucap Sinta sambil tertawa lucu menjawab keingintahuan Dewi.


Fatma memiliki hidung yang pesek dan kecil. Bukannya hanya dirinya saja tapi semua orang dalam keluarganya memiliki hidung yang pesek juga kecil. Entah itu dari keturunan ayah maupun ibunya.


Karena sering diejek dari kecil oleh teman-temannya, hal ini kemudian membuat Fatma berkeinginan untuk memiliki hidung yang mancung. Namun itu mustahil baginya jika tanpa pisau bedah.


Terkadang saat berhadapan dengan cermin, Fatma berpikir dirinya memang sangat jelek karena memiliki hidung kecil dan pesek. Dan apa yang di katakan oleh teman-temannya itu benar.


Namun akhirnya ia menyerah dengan pemikiran tersebut dan mencoba menerima keadaannya dengan segala kekurangan yang ia miliki.

__ADS_1


Bagaimanapun memiliki hidung kecil dan pesek justru membuatnya berbeda dari yang lain dan ia sendiri sangat menyukai perbedaan.


Namun kini dirinya pun bahkan tidak menyadari sejak kapan ia mulai terobsesi pada orang berhidung mancung.


__ADS_2