
Tiara tolong jelasin kenapa kalian berdua Alda bisa marahan kayak gini?" Tanya Lia pada Tiara yang sedari tadi hanya membisu seribu bahasa.
Lagi Cassan memandang Tiara dan sesuai dugaannya Tiara tidak menjawab pertanyaan Lia. Cassan mengambil alih kembali menjelaskan pada Lia apa yang sedang terjadi yang tidak Lia ketahui.
"Jadi gini. Setelah tadi kita pisah di depan kelas C, Alda langsung tuduh aku kalau aku punya niat tertentu sama kalian karena aku traktir kalian makanan mahal." Jelas Cassan sedikit miris dengan hidupnya. Ia melihat perubahan dari wajah Lia lalu menyeringai licik namun tanpa ia sadari Dewi melihat semuanya dari kejauhan.
"Padahal enggak. Aku bilang aku gak punya niat sama sekali. Aku hanya pengen traktir kalian aja karena kalian teman sekamar aku tapi tetep Alda gak mau terima dan terus tuduh aku jadi Tiara ngebelain aku." Lanjut Cassan menjelaskan permasalahannya sambil menekan kata 'Tiara ngebelain aku.'
Hanya dengan mendengar penjelasan tersebut, Lia mengangguk mengerti.
'Alda menuduh Cassan karena menaruh rasa curiga padanya dan Tiara membela Cassan. Tidak! Tiara tidak mungkin membela Cassan. Tiara pasti meminta Alda untuk tidak sembarangan menuduh Cassan tanpa alasan dan Alda mengira Tiara membela Cassan.' Lia membatin mencoba untuk mengerti kejadian tersebut dari sisinya.
Bagaimanapun Lia sangat mempercayai Tiara. Hatinya yang mengatakan ia harus mempercayai Tiara.
"Ya sudahlah lupain aja. Alda mungkin butuh waktu sendiri untuk menenangkan dirinya." Ucap Lia membuat Cassan terkejut begitu juga Tiara.
"Yuk ke kantin. Aku udah lapar dari tadi karena pelajaran matematika." Lia mengajak Tiara dan Cassan.
Tiara mengerti kenapa Lia mengatakan hal tersebut karena Lia percaya padanya maka dengan cepat Tiara mengiyakan permintaan Lia untuk segera ke kantin karena dirinya pun sudah lapar.
Cassan menatap bingung pada Lia. Ia tidak tahu kenapa Lia merespon biasa saja. 'Apa dia juga percaya kalau aku gak punya niat tertentu sama mereka seperti halnya Tiara?' Cassan membatin.
__ADS_1
Ketiga orang tersebut akhirnya pergi ke kantin bersama tanpa Alda. Dalam perjalanan penggemar dari kubu Tiara menatap aneh pada mereka. Biasanya mereka melihat Tiara bersama Lia dan juga Alda namun sekarang Alda berganti menjadi Cassan.
"Oh iya ngomong-ngomong kalian kemarin kok bisa duduk makan barengan sama Luka dan temen-temennya?" Tanya Cassan tiba-tiba.
Lia yang mendengar pertanyaan Cassan dengan cepat menebar senyum manisnya membayangkan kebersamaan mereka saat itu sedangkan Tiara terlihat tidak begitu mempedulikan pertanyaan tersebut.
"Lia kamu kok senyum-senyum sendiri? Aku curiga kamu kayaknya suka salah satu diantara mereka bertiga iya kan?" Cassan menggoda Lia yang tersipu malu memikirkan wajah Saka.
Tanpa berpikir dua kali Lia mengangguk setuju dengan kecurigaan Cassan padanya. Bagaimanapun ia memang suka pada Saka.
"Haha berarti bener kamu suka sama cowok yang duduk berhadapan dengan kamu waktu itu kan?" Tanya Cassan lagi.
Lagi Lia mengangguk setuju. Kali ini tebakan Cassan tepat sasaran.
Tiara dan Lia langsung menghentikan langkah mereka setelah ide Cassan keluar dari mulutnya. Kedua sahabat itu saling bertukar tatapan tidak tahu apa yang masing-masing dari mereka pikirkan.
"Udah gak usah khawatir biar aku yang traktir. Kan aku udah janji tadi mau traktir kalian bertiga lagi tapi sayang Alda malah gak mau." Ujar Cassan sedikit menunjukan wajah sedihnya tapi sebenarnya jauh di dalam hatinya ia sama sekali tidak bersedih.
"Tapi itu kayaknya gak mungkin deh. Soalnya kami gak sedekat itu sama mereka. Kemarin itu juga karena kebetulan gak ada bangku kosong lagi jadi mereka ikut nimbrung sama kami." Jawab Lia sambil menatap sedih pada Tiara.
"Yah sedih. Aku pikir kalian berteman akrab." Cassan melirik kecewa pada Tiara dan Lia. "Ya udah kalau gitu kita bertiga aja deh." Lanjutnya lagi.
__ADS_1
Tiara tidak tahu kenapa Lia berakting sedih karena mereka tidak bisa makan bersama dengan ketiga cowok tersebut tapi yang pasti alasannya adalah Lia ingin bersama Saka pikir Tiara.
Tiara menghela nafas panjang tidak tahu harus berbuat apa namun tiba-tiba wajah Luka muncul dalam benaknya.
"Lia, Cassan kalian duluan aja ke kantin. Aku lupa sesuatu di tasku. Aku ke kelas dulu buat ambil."
Tiara ingat Luka belum keluar dari kelas tadi maka dengan cepat ia berlari menuju kelas.
Dari tempat duduknya di ujung belakang dekat jendela, Luka melihat Tiara sedang berlari kearahnya dengan terengah-engah. Luka bingung apa yang terjadi tapi ia tersenyum senang dalam hatinya karena Tiara menghampirinya.
Luka menatap Tiara tanpa bertanya terlebih dahulu namun membiarkannya untuk mengatur pernafasannya.
"Hai.." Tiara menyapa cowok dingin berwajah tampan yang di idolakan semua siswi tersebut.
"Hai.." Jawab Luka sembari menebar senyum. Jika yang menyapanya bukanlah Tiara, Luka tidak mungkin menyapa balas bahkan Saka dan Reno sekalipun.
"Gue mm gue.." Tiara hendak meminta tolong pada luka tapi ia malu untuk mengatakannya.
Luka tertawa geli dalam hatinya melihat ekspresi Tiara yang tidak seperti biasanya dingin dan datar. "Gue apa gue?" Luka menggodanya.
"Itu gue mau minta tolong." Tiara berteriak. Ia tersadar setelahnya lalu dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Tiara sama sekali tidak menyadari apa yang sudah ia lakukan. Entah kenapa setiap kali berada di dekat Luka, Tiara berpikir ia selalu bersikap aneh dan lebih menunjukan karakter dirinya yang sebenarnya.