
Ketika waktu istirahat tiba Tiara mengajak Lia dan Alda untuk makan bersama di kantin sekolah. Kali ini ada yang berbeda dengan makan siang mereka.
Tiara mengajak serta Luka, Reno dan juga Saka ikut dalam perjamuan makan siang tersebut. Karena tidak ingin menarik perhatian semua orang, Tiara membawa mereka ke kantin lantai tiga Boulevar.
Kantin tersebut biasanya di peruntukan oleh kakak senior kelas tiga seperti Stacy dan kawan-kawan begitu juga Michelle Alexander karena kelas mereka berada di lantai tiga. Namun demikian, siapa saja bisa berbelanja dan makan disana.
Pada saat itu Tiara memesan sebuah ruangan khusus untuk mereka tempati.
"Tiara, kenapa kita makan disini?" Tanya Lia penasaran karena baru pertama kalinya mereka menginjak lantai tiga Boulevar.
Bagi Tiara ini juga pertama kalinya ia menginjak lantai tiga Boulevar yang terasa jauh berbeda dengan lantai satu bangunan kelas mereka berada.
"Udah kita masuk aja dulu." Ucap Tiara.
Keenam orang tersebut akhirnya masuk ke dalam ruangan dan siap untuk memesan makanan.
"Ya ampun, menu makanan disini beda ya sama yang di lantai 1." Komentar Lia begitu melihat menu makanan yang di berikan oleh pelayan pada mereka.
"Pesan apa saja yang kalian inginkan. Aku traktir." Ucap Tiara membuat Lia dan Alda terkejut tak percaya.
"Tiara, kamu sehatkan?" Tanya Lia.
Bagaimana tidak, kemarin Tiara sudah mentraktir mereka makanan mahal dan hari ini Tiara mengatakan akan mentraktir mereka lagi. Bukan hanya mereka berdua melainkan berenam.
"Ada apa!? Tiara, kamu sakit?" Sambar Luka khawatir setelah mendengar pertanyaan Lia pada Tiara.
"Calon kakak ipar, kamu sakit?" Reno ikut bertanya.
"Kalau begitu kita ke UKS sekarang." Sambung Saka.
"....." Tiara, Lia dan Alda.
Reaksi ketiga cowok tersebut membuat Tiara dan kedua sahabatnya melotot tak percaya. Tiara dan Alda memikirkan hal yang sama sementara Lia terkejut lantaran mendengar Reno dan Saka memanggil Tiara dengan sebutan calon kakak ipar.
"Aku sehat kok, siapa juga yang sakit." Jawab Tiara datar.
"Terus kenapa Lia bertanya seperti itu?" Tanya Luka penasaran begitu juga Reno dan Saka yang ikut menganggukkan kepala mereka.
"Kalian bertiga salah paham. Lia bertanya bukan karena Tiara sakit tapi karena dia terkejut mendengar Tiara ingin mentraktir kami lagi." Jelas Alda pada ketiganya. "Kemarin Tiara sudah mentraktir kami makanan mahal dan hari ini juga." Lanjut Alda menatap pada Tiara.
"Oh..." Ucap ketiganya bersamaan.
"Aku hanya ingin mentraktir kalian saja karena ayahku baru saja mencairkan dana proyeknya dan mengirimkan aku sedikit uang." Ucap Tiara berbohong. "Lagian ada yang mau aku omongin juga sama kalian semua."
"Oh..." Jawab mereka kompak kecuali Luka.
Luka membiarkan saja kekasih hatinya itu mengatakan apapun yang dia inginkan untuk menutupi kebenaran tentang dirinya sendiri.
"Memangnya proyek apa?" Tanya Reno sekedar ingin tahu.
"Jalan." Jawab Tiara singkat.
"Oh..." Keempat orang tersebut kembali bersuara yang sama.
Tiara menatap pada Luka yang terlihat tidak mengikuti keempat orang lainnya dan menertawakannya karena merasa Luka sudah mengetahui kebohongannya lagi.
Setelah makanan yang di pesankan mereka tiba, Saka bertanya pada Tiara. "Ngomong-ngomong apa yang mau calon kakak ipar omongin ke kami?"
"Iya Tiara, apa yang mau kamu omongin sampai kita harus datang kesini segala." Lia menyambung.
Semua mata menatap pada Tiara menanti jawaban.
"Ini tentang Cassan." Ucap Tiara.
__ADS_1
Seketika keheningan terjadi di dalam ruangan. Tidak terdengar bunyi apa pun dari dalam sana sekalipun sendok yang sudah di masukan kedalam mulut Saka pun tidak di lanjutkan olehnya.
Beberapa detik kemudian Saka merespon perkataan Tiara, "gue gak suka sama cewek itu" ucapnya sambil menaruh kembali sendok makannya di atas piring.
"Gue juga." Sambung Reno tak mau kalah.
Tentu tidak ada alasan lain kenapa Reno tidak menyukai Cassan. Semuanya karena ia selalu menjadi orang nomor satu yang membela Alda. Jika Alda tidak menyukai Cassan maka ia pun tidak menyukainya.
Terakhir semua mata tertuju pada Luka yang cuek menikmati makanannya dari pada ikut berkomentar. Mereka ingin mendapatkan jawaban darinya juga.
Menyadari bahwa kelima orang disekitarnya menatap padanya, Luka akhirnya melirik pada mereka dan berkata, "gue hanya suka sama Tiara." Kemudian mengalihkan pandangannya pada Tiara seorang.
Jawaban dingin Luka tersebut membuat Reno, Saka juga Lia dan Alda terkejut tak percaya. Sementara Tiara tersenyum malu dengan wajah yang memerah.
Keempat orang lainnya memahami mengapa Luka menjawab mereka dengan berkata ia hanya menyukai Tiara. Artinya kalimat tersebut bermakna bahwa selain Tiara, cewek lainnya tidak ia sukai.
"Lupakan itu." Ucap Tiara mengembalikan fokus mereka padanya.
"Aku ingin berkata jujur pada kalian semua." Ucap Tiara lagi.
Alda langsung mengerti maksud perkataan Tiara. Ia yakin Tiara pasti ingin memberitahu yang lainnya mengenai siapa jati diri Cassan sebenarnya.
"Berkata jujur?" Tanya Lia, Reno dan Saka penasaran.
Tiara menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan mereka. "Iya aku ingin mengatakan tentang siapa Cassan sebenarnya. Tapi sebelum itu aku ingin bertanya pada Saka." Tiara mengalihkan pandangannya pada Saka.
"Jawab aku. Bagaimana kamu mengenal Cassan?" Tanya Tiara pada cowok bernama lengkap Saka Marapati itu.
"Gue gak kenal siapa dia. Hanya saja gue pernah dengar cerita tentang dia dan keluarganya dari paman gue di kota J." Jawab Saka.
"Coba ceritakan semua yang kamu tahu tentang dia dan keluarganya." Pinta Tiara padanya.
Saka menghela nafas panjangnya dengan berat hati. Sebenarnya Saka tidak suka membahas tentang Cassan namun karena yang memintanya adalah Tiara, Saka akhirnya mengatakan kebenaran yang ia tahu.
"Berdasarkan cerita yang gue dengar saat itu, paman gue dan beberapa penyidik lagi membicarakan tentang kasus kecelakaan maut yang melibatkan pewaris tunggal Baskara Grup berserta istri dan anaknya." Lanjut Saka.
Tiara, Lia, Alda dan Reno mendengar cerita saka dengan begitu saksama sementara Luka terlihat tidak mempedulikan apa yang mereka bicarakan dan hanya menatap pada Tiara saja.
"Meskipun kecelakaan sudah terjadi, sayangnya tidak ada satu media massa pun yang mengabarkan berita besar tersebut kepada publik sehingga sampai detik ini publik sama sekali tidak mengetahui tentang kecelakaan tersebut. Kalian tahu itu artinya apa?" Tanya Saka.
"Artinya Baskara Grup sudah membayar media massa agar kasus ini tidak diangkat ke publik." Jawab Tiara.
"Tepat sekali." Seru Saka bersemangat karena kepintaran Tiara dalam menebak maksudnya.
Lia, Alda dan Reno terkejut mendengar cerita tersebut. Mereka sama sekali tidak menyangka sebuah kecelakaan maut di tutup begitu rapih dari publik sampai tidak tercium dalam waktu berbulan-bulan lamanya.
"Jika media massa sudah di bungkam untuk tidak menaikkan beritanya bukan berarti publik tidak bisa mengetahuinya kalau bukan para saksi mata pun dibayar oleh Baskara Grup untuk menutup rapat mulut mereka." Tiara mencoba menganalisa sendiri.
Analisa Tiara mendapat anggukkan persetujuan dari mereka termasuk Luka.
"Tiara benar. Lagi pula di jaman sekarang netizen lebih gerak cepat dari pada media massa." Lia berkata.
"Iya setuju." Alda, Reno dan Saka ikut mengangguk.
"Terus bagaimana dengan pihak kepolisian?" Tanya Tiara pada Saka.
"Pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak karena mereka diminta oleh asisten yang mewakili kakek Baskara untuk menghentikan penyelidikan mereka." Jawab Saka.
Tiara berpikir sejenak lalu bertanya dalam hatinya, untuk apa Baskara Grup ingin kasusnya ditutup dan penyelidikannya di hentikan?
'Pasti ada sesuatu yang tidak beres.' Tiara membatin kemudian mencoba untuk mengabaikan itu karena tujuannya adalah jati diri Cassan.
"Lanjut." Ujar Tiara pada Saka.
__ADS_1
"Seperti yang sudah gue bilang di awal kalau pewaris Baskara Grup hanya punya satu orang anak dan dia bernama Cassan." Ucap saka.
"Itu artinya Cassan ikut terlibat dalam kecelakaan maut tersebut dan mati bersama kedua orang tuanya dong?" Sambung Reno membuat Lia terkejut tak percaya pada pendengarannya.
"Ka ka kalau begitu Cassan yang sekarang palsu?" Tanya Lia terbata-bata karena belum bisa memproses semua yang ia dengar dengan baik.
"Itu yang gue bingung." Jawab Saka. "Masalahnya Cassan yang sekarang mukanya mirip sekali dengan Cassan yang sudah meninggal jika dicari di internet." Lanjut Saka.
"Kalau tentang itu aku punya jawabannya." Ucap Tiara.
Perkataan Tiara tersebut lantas saja membuat Lia, Reno dan Saka terkejut kecuali Alda karena ia sudah lebih dahulu mengetahuinya dari email yang dikirimkan oleh Luka pada Tiara.
"Apa itu? tolong ceritakan. Aku masih belum bisa mengerti semuanya ini." Ujar Lia pada Tiara.
"Jadi informasi ini di dapatkan oleh Luka." Ucap Tiara membuat mereka menatap pada Luka. "Aku yang memintanya untuk membantuku mencaritahu informasi tentang Cassan."
"Sebenarnya Cassan adalah seorang anak panti asuhan bernama Hera Sebera." Ucap Tiara.
Cerita awal Tiara sudah cukup membuat Lia, Reno dan Saka terkejut.
"Cassan atau orang yang bernama asli Hera Sebera ini beberapa bulan yang lalu terlihat masih tinggal di panti asuhan tersebut."
"Sayangnya setelah kecelakaan maut terjadi pada pewaris Baskara Grup, Hera Sebera dibawa oleh Leo, asisten sekaligus tangan kanan kakek Baskara ke mansion Baskara. Dan tidak ada yang tahu kenapa Leo membawa Hera kesana."
"Kakek Baskara yang selama ini mengalami penyakit alzheimer melihat Hera dan berpikir bahwa Hera adalah cucunya, Cassan, karena keduanya terlihat memiliki postur tubuh yang sama. Akhirnya sejak saat itu Hera tinggal di mansion Baskara dan menjadi Cassan."
"Namun terkadang kakek Baskara kembali mengingat dan mengatakan jika Hera bukanlah cucunya Cassan dan terlihat beberapa kali mengusir Hera dari mansion."
"Terus bagaimana dengan Hera yang sekarang terlihat begitu mirip dengan Cassan?" Tanya Saka mengehentikan Tiara.
"Setelah itu Leo membawa Hera untuk melakukan operasi plastik agar terlihat mirip dengan Cassan dan berakhirlah menjadi Cassan yang sekarang."
"APA!?" Teriak ketiganya secara bersamaan.
"Jadi Cassan yang sekarang adalah hasil dari operasi plastik?" Reno bertanya lagi karena masih belum mempercayai sepenuhnya.
"Pantas saja saat itu gue tanyain dia, mukanya langsung pucat pasih." Komentar Saka.
"....." Lia.
"Lia kamu gak apa-apa?" Tanya Alda padanya yang membeku tanpa berekspresi.
Lia terlihat syok mendengar cerita Tiara mengenai rahasia Cassan. "Aku butuh waktu untuk memproses semuanya."
"Aku harap kita semua merahasiakan ini terlebih dahulu. Bersikap saja seperti tidak pernah mendengar cerita ini. Karena ini bisa menjadi senjata kita untuk menghancurkan Cassan jika ia mencari masalah dengan kita." Ucap Tiara kemudian mendapat anggukkan dari mereka.
-----
Catatan Author :
Penyakit Alzheimer adalah penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap.
Kondisi ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang berusia diatas 65 tahun.
**
Terimakasih atas dukungannya. Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang sebanyaknya setelah membaca. Dan jangan lupa vote ya.
Bagi pembaca TQOB yang baru maupun lama jangan lupa di klik ♥️ biar tidak ketinggalan update.
Sekedar untuk memberitahu kalau karya Tiara : Queen of Boulevar telah lulus review kontrak dari Mangatoon maupun Noveltoon.
Jadi jika teman-teman membaca atau menemukan ada karya yang memiliki kesamaan alur cerita dan sebagainya dengan karya TQOB milik author, diharapkan untuk melapor ya.
__ADS_1
Thank you all 🖤😘