Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#27 Hadiah Untuk Tiara


__ADS_3

Lia dan Alda mendengar dengan serius percakapan antara Cassan dan kakeknya. Mereka tidak berniat untuk menguping hanya saja suara Cassan terdengar cukup keras untuk diabaikan kedua pasang telinga mereka.


Ketika Cassan mengatakan pada kakeknya mengenai dirinya yang memecahkan rekor tes masuk Boulevar, mereka cukup terganggu karena pemecah rekor sesungguhnya adalah Tiara.


Namun setelah dipikir-pikir tidak ada yang salah dengan perkataan Cassan. Toh memang benar adanya Cassan memecahkan rekor Stacy.


Akan tetapi mereka tetap merasa terganggu karena Cassan tidak menceritakan secara keseluruhan pada kakeknya.


Mengabaikan Cassan yang kembali asik membaca novel juga kedua sahabatnya, Tiara tengah senang membaca isi pesan grup keluarga Alexander.


Hal itu dimulai dengan auntie Michelle Alexander yang memberitahu semua keluarganya bahwa Tiara memecahkan rekor diatas rekor dengan nilai sempurna.


"Tiara selamat sayang mommy bangga sama kamu."


"Seperti yang sudah aku duga. Putriku emang luar biasa. Selamat My Queen." Jonathan ayah Tiara mengucapkan selamat.


"Sebagai kakak aku ikut bangga." Dibawa Jonathan, Key ikut mengucapkan selamat untuk Tiara dan selanjutnya kakek dan nenek Tiara ikut mengucapkan.


Bukan hal yang aneh lagi bagi keluarga Alexander untuk mengetahui bagaimana kepintaran Tiara sehingga mereka tidak beraksi heboh seperti orang lain.


Dari kecil Key dan Tiara sudah menunjukkan kejeniusan mereka. IQ mereka sangat tinggi di bandingkan dengan anak-anak seusia mereka lainnya. Namun yang membedakan antara keduanya adalah keinginan mereka.


Key terus melompat kelas karena tidak ingin membuang waktunya melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan sedangkan Tiara tidak ingin seperti Key yang tidak memiliki teman maupun menikmati masa-masa indah menjadi murid sekolah biasa.


Tak lama setelah itu sebuah pesan kembali masuk dalam grup chat Alexander Fams. Jack mengirim sebuah gambar dimana gambar tersebut merupakan sebuah sertifikat atas nama Tiara Queen Alexander.

__ADS_1


Jack baru saja membeli sebuah pulau di timur Indonesia untuk Tiara sebagai hadiah untuknya dan sertifikat tersebut adalah buktinya.


"Kakek gak adil. Masa iya Tiara doang yang dapet hadiah kayak gitu. Aku malah gak pernah." Key membalas chat Jack.


"Kalau kamu mau hadiah seperti ini, berhenti bikin perusahaan kamu sendiri dan ikut ayah kamu menjalankan perusahaan keluarga." Jawab Jack.


"Ah tidak terimakasih. Lupakan tentang hadiah. Kakek, daddy masih terlalu mudah buat aku gantiin." Sambung Key.


"Kakek dan cucu sama saja." Pesan dari Aulia istri kedua Jack.


"Nenek bantu aku." Teriak key memberi emoticon menangis pada pesannya.


Dalam hatinya key berterima kasih Aulia muncul di tengah chattingannya bersama sang kakek, karena Key begitu paham salah satu kelemahan terbesar Jack adalah istrinya, Aulia.


"Ayah biarin Key mengembangkan perusahaannya sendiri." Jonathan berkomentar.


"Iya sayang biarkan Key berkembang sendiri." Aulia ikut memberi komentar dukungan untuk cucu laki-lakinya itu.


"Ah sudahlah aku menyerah. Aku mau chat dengan cucu perempuanku saja." Ujar Jack tak ingin berdebat lagi.


Jack sangat menyayangi Aulia. Ia tidak bisa menolak jika Aulia sudah meminta padanya. Apa pun akan ia lakukan untuk istri tercintanya itu.


Setelah membaca semua percakapan tersebut, Tiara mulai mengetik pesannya.


"Terima kasih semuanya atas ucapan kalian. Aku mencintai kalian semua." Tak lupa Tiara memberi emoticon love dan hug dalam pesannya tesebut.

__ADS_1


"Kakek terima kasih untuk hadiahnya. Aku menyukai hadiah kakek." Lanjut Tiara.


Pesan dari Tiara tersebut akhirnya menambah semakin banyak chat baru berdatangan.


----


Setelah selesai menikmati makan malam mereka, Tiara dan kedua sahabatnya berencana kembali ke kamar. Mereka meninggalkan Cassan yang belum menghabiskan makanannya karena sibuk membaca novel.


Karena sedang asik mengobrol dan tertawa, Lia tidak sengaja menabrakkan diri pada seseorang yang seharusnya ia hindarkan. Dia adalah Monica.


"Aduh sorry gak sengaja." Ujar Lia meminta maaf. Lia sama sekali tidak tahu siapa Monica jadi ia tidak memanggilnya dengan sebutan kakak karena Monica adalah senior mereka.


"Sorry sorry.. kalau dari kampungan gak usah ngomong sorry." Jawab Monica kesal setelah melihat penampilan Lia yang terkesan biasa-biasa saja.


Monica biasanya memiliki temperamen yang tidak bagus dan orang-orang seperti Lia yang memiliki status sosial jauh dibawahnya hanya akan membuat tempramen Monica semakin tak terkendali.


"Hei biasa aja dong. Bukannya dia udah minta maaf." Alda membela Lia.


"Kalau dia minta maaf bisa kan dia bilang kata 'maaf' dan bukan 'sorry'"


"Hah terus apa bedanya maaf dan sorry?" Tanya Alda heran dengan Monica.


"Jelas dong beda kalau di ucapin sama orang kampung kayak dia. Lihat pakaiannya aja ih nora kampungan banget." Monica memandang dari ujung kepala hingga ujung kaki Lia yang tertunduk malu karena ucapan Monica.


Namun segera ia melupakan rasa malunya itu karena mendapat pembelaan dari sahabatnya.

__ADS_1


"Udah cukup." Tiara angkat bicara.


__ADS_2