Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#52 Tujuan yang Sama


__ADS_3

"Hai Cassan, aku pikir kamu udah duluan pulang. Ternyata kamu barengan sama Tiara dan Alda?" Lia bertanya.


"Hehe iya nih. Tiara ngijinin aku pulang bareng kalian." Jawab Cassan sambil tersenyum lebar.


"Tiara ngijinin? Kamu minta ijin sama Tiara?" Tanya Lia bingung. 'Kenapa juga Cassan harus meminta ijin terlebih dahulu pada Tiara jika memang mereka harus pulang bersama? Lagian mereka sama-sama tinggal di asrama ditambah lagi mereka adalah teman sekamar.' Lia membatin.


"Oh itu, soalnya aku gak enak sama Tiara. Karena aku lihat Tiara udah baikkan lagi sama Alda, aku pikir lebih baik kalau aku minta ijin dulu. Takutnya Alda marahan lagi sama Tiara gara-gara ngijinin aku pulang bareng kalian."


Cassan mengutarakan perasaannya. Ia sengaja berkata seperti itu untuk mempengaruhi Lia. Cassan ingin Lia mengetahui karena keegoisan Alda, ia bisa menghancurkan persahabatan mereka sendiri.


Wajah Alda berubah seketika mendengar bagaimana Cassan mempengaruhi Lia. Alda tidak habis pikir Cassan begitu frontal ingin memecah belah persahabatan mereka.


Lia yang pada saat itu mengerti akan perkataan Cassan akhirnya angkat bicara. "Al, kamu gak bisa egois kayak gitu. Aku gak tau kenapa kamu gak suka sama Cassan tapi kamu juga gak bisa mempengaruhi Tiara untuk gak suka juga sama Cassan."


Alda terkejut. Ia sama sekali tidak menyangka Lia akan berkata seperti padanya.


"Tiara itu ngebelain kamu karena dia gak mau orang-orang bakalan ngegosip nama kamu karena menuduh Cassan tanpa bukti. Tapi apa?" Suara tegas Lia terdengar sangat jelas seperti seseorang yang sudah tidak bisa menahan lagi emosinya.


"Kamu dengan egoisnya kamu malah bilang Tiara ngebelain Cassan dan pergi gitu aja. Kamu sendiri gak mau tegur Tiara padahal kalian sebangku. Kamu sendiri juga yang gak mau makan bareng kami padahal Cassan udah berniat baik buat ngajak dan traktir kita." Lia berhenti sejenak. Ia melihat Alda hanya tertunduk tanpa menyela perkataannya.


"Seandainya kamu sadar, karena egoisnya kamu persahabatan kita bisa jadi berantakan." Lanjut Lia lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka.


Dalam hatinya Cassan merasa sangat puas. Ia begitu girang melihat ekspresi wajah Alda layak disambar petir di siang bolong dan tanpa berpikir dua kali lagi, Cassan langsung berlari mengikuti Lia.


Tiara menatap Alda tanpa berkata-kata. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya. Namun ketika kaki Tiara hendak melangkah pergi, suara Alda terdengar.


"Apa iya aku egois? Apa karena keegoisan aku, persahabatan kita bisa jadi berantakan?" Alda bertanya tanpa menatap pada Tiara dan tidak di sadari juga air mata telah jatuh membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


Lagi Tiara hanya menatap Alda tanpa menjawabnya.


"Tiara, kamu juga berpikir hal yang sama dengan Lia?" Tanya Alda lagi.


"....'' Tiara.


"Aku cuman gak pengen persahabatan kita terpecah belah karena Cassan. Aku sadar aku gak punya bukti untuk tuduh Cassan seperti itu tapi semuanya karena aku percaya sama perasaan aku." Alda menjelaskan.


"Terus apa kata perasaan kamu?" Tanya Tiara balik padanya.


Alda mengangkat wajahnya memandang Tiara yang berada di depannya itu. Lagi ia tidak menyangka Tiara akan bertanya tentang perasaannya. Jika ia mengatakan tentang apa yang pernah ia alami apakah Tiara akan percaya atau tidak?


"Aku gak tau kamu mau percaya sama aku atau enggak tapi aku bisa menilai seseorang dengan perasaan aku sendiri." Ucap Alda sambil memperhatikan reaksi Tiara. Ia tidak ingin Tiara mendengar ucapannya dan menertawakan dirinya karena perasaan adalah sesuatu yang absurd.


Melihat Tiara tidak merespon, Alda melanjutkan lagi ucapannya. "Aku bisa ngerasain apakah seseorang itu baik atau enggak untuk jadi teman aku, apakah seseorang itu mendekati aku dengan niat tertentu atau tidak. Intinya aku bisa ngerasain itu semua. Ya meskipun ini di bilang tidak masuk akal tapi itulah yang terjadi dan aku pernah mengalaminya sendiri."


Tiara sama sekali tidak merespon sampai Alda menyelesaikan apa yang ingin diucapkannya.


Alda menghentikan kata-katanya sesaat setelah ia tersadar bahwa ia sedang membicarakan hal buruk tentang Cassan. Alda tidak ingin Tiara ikut mengatakan dirinya egois sama seperti yang sudah di katakan oleh Lia hanya karena perasaan konyolnya yang tidak berdasar.


"Jadi maksud kamu aku dan Lia orangnya baik dan Cassan tidak?" Tanya Tiara dengan nada serius pada Alda.


Mendengar pertanyaan Tiara Alda terpaku. Ia tidak tahu harus menjawab seperti apa. Jika ia menjawab 'ya' Tiara akan menertawakannya dan menganggapnya egois. Namun jika ia menjawab 'tidak' tapi itulah kenyataan yang ia rasakan.


"Iya." Jawab Alda simpel sambil menganggukkan kepala.


Alda masih kukuh dengan tujuannya untuk mempertahankan persahabatan mereka. Dia sama sekali tidak peduli jika pada akhirnya Tiara menertawakannya dan menganggapnya egois. Yang pasti Alda harus mengatakan kebenaran yang dirasakannya.

__ADS_1


"Haha..." Tiara tertawa lebar mendengar jawaban Alda.


Wajah Alda mengecil seketika. Dugaannya benar ternyata Tiara menertawakannya. Tiara juga pasti menganggap dirinya egois karena mementingkan perasaan konyolnya.


"Karena sahabat aku sendiri yang mengatakan kalau aku orangnya baik maka aku akan percaya padanya." Ujar Tiara.


Sejak awal Tiara sudah mempercayai Alda karena dirinya sendiri pun merasakan hal yang sama. Cassan memiliki niat tertentu pada mereka. Namun karena ia tidak mengetahui alasan Cassan, Tiara akhirnya memutuskan untuk mengikuti alur yang di buat oleh Cassan sendiri.


Namun dirinya juga tidak menyangka jika Alda secara depan-depan mengatakan perasaan tidak sukanya pada Cassan. Oleh karena itu Tiara tetap terdiam dan terus mencari celah.


"Maksudnya kamu percaya sama aku?" Alda melotot tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


Tiara menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan Alda. "Tapi kita gak boleh terburu-buru buat ngungkapin alasan serta niat Cassan. Kita harus ngikutin apa yang udah dia rencanakan. Karena saat ini Lia sedang berada dibawa pengaruh dia."


Alda mengerti maksud perkataan sahabatnya itu. Tiara ingin mereka berpura-pura seperti telah di pengaruhi untuk mengetahui niat dan tujuan Cassan juga untuk menyelamatkan persahabatan mereka.


Alda tersenyum pada Tiara. Ia tidak menyangka Tiara sudah merencanakan semuanya. Jika Tiara mengotot seperti Alda di depan Cassan maka Lia akan semakin terpengaruh oleh Cassan dan menjauh dari mereka.


Seandainya Alda mengetahui hal ini lebih awal mungkin saja kejadiannya tidak akan seperti sekarang.


"Tapi inget juga. Karena kamu udah terlanjur frontal di depan Cassan sebaiknya kamu terus seperti itu. Jika kamu tiba-tiba berubah Cassan akan menaruh rasa curiga." Tiara mengingatkannya disambut anggukkan dari Alda.


Kedua sahabat itu akhirnya kembali ke asrama bersama sambil bergandengan tangan dengan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengungkapkan keburukan Cassan.


Dalam hati Alda, Alda berterima kasih karena di beri kelebihan untuk menilai seseorang.


"Kenapa kamu senyum kayak gitu?" Tanya Tiara setelah melihat Alda terus melempar senyum padanya.

__ADS_1


"Enggak. Aku hanya berterima kasih karena memiliki sahabat seperti kamu dan Lia." Jawab Alda tulus.


"Haha.. aku juga. Kamu dan Lia akan selalu jadi sahabat aku."


__ADS_2