
Cassan kembali ke kelas dengan wajah sumringah. Jika sebelumnya ia terlihat down maka saat ini moodnya seperti sudah di cas kembali dengan energi penuh.
Cassan masuk lalu mengambil ahli penuh tempat duduknya di samping Dewi. Namun sebelum ia duduk ia melirik pada Luka dan tersenyum padanya tapi ia lupa jika Luka sedang memandangi Tiara dari belakang.
Lagi Dewi mendapati Cassan sedang memandang seseorang dengan senyum lebarnya. Dewi mengira Cassan memandang pada Tiara karena mereka sudah terlihat akrab satu sama lain apa lagi Tiara sampai membela Cassan di bandingkan dengan Alda sahabat baiknya. Ternyata Dewi salah.
Dewi mengikuti arahan mata Cassan memandang dan kaget mendapati Luka disana. Dewi mulai berpikir Cassan pasti menyukai Luka.
'Pantas saja saat Tiara dan sahabatnya makan bersama Luka di kantin, Cassan menatap tidak suka pada Tiara.' Dewi membatin.
Namun ketika mata Dewi memperhatikan dengan lebih seksama ia akhirnya menyadari kemana arah mata Luka memandang. Luka memandang pada Tiara seolah-olah Tiara adalah satu-satunya cewek yang ada di dalam kelas.
Tatapan yang terlihat dingin dari luar namun memancarkan kehangatan dari dalam itulah yang ditunjukan oleh Luka saat ia menatap Tiara. Hal ini sudah bisa membuktikan bagaimana perasaannya pada Tiara.
Dewi merasa prihatin pada Cassan. Dewi tidak melarang Cassan untuk memiliki perasaan pada Luka tapi sepertinya semua itu percuma dan hanya membuang-buang waktu saja. Karena Luka tidak menginginkan cewek lain selain Tiara. Buktinya dari sekian banyak siswi Boulevar hanya Tiara yang ia berikan tatapan penuh hangat.
Tak menjelang lama seisi kelas menjadi hening. Winwin memasuki ruangan dengan bunyi khas sepatu hak miliknya. Ekspresi wajah tegasnya membuat murid-murid tidak berani mengatakan apa-apa hanya terdiam dan menurut padanya.
__ADS_1
Melihat sosok Winwin yang sexi berdiri tegak di hadapan mereka, para murid masih belum percaya wanita cantik itu memiliki nama yang berbeda jauh dari karakternya. Namun setidaknya para murid menyukai bagaimana Winwin menggunakan namanya tersebut sebagai moto hidupnya.
"Selamat siang semuanya." Winwin menyapa tanpa senyum.
"Siang bu." Jawab mereka serempak.
"....." Winwin.
Lagi terjadi keheningan di dalam kelas. Winwin terdiam tanpa mengatakan apa-apa dan para murid saling berbisik ke sesama teman sebangku mempertanyakan apa yang sedang terjadi.
"Selamat siang semuanya." Sapa Stacy dengan senyum manis, polos dan terkesan murni. Para siswa di dalam ruangan yang sedari tadi sedang memandang kecantikan miliknya kini bagaikan padang gurun yang berair.
"Selamat siang." Jawab para murid yang di dominasi oleh siswa.
Mendengar bagaimana antusias mereka menjawabnya apa lagi para siswa, Stacy merasakan kegirangan yang berapi-api di dalam hatinya. Seperti ada kepuasan batin tersendiri namun orang yang paling Stacy harapkan sama sekali tidak bereaksi. Luka hanya terdiam dan menatap dingin padanya.
"Kami anggota OSIS ingin menyampaikan kepada murid baru bahwa seperti yang sudah menjadi tradisi Boulevar High School setiap tahunnya, tahun ini pun akan diadakan malam keakraban atau biasa di sebut dengan makrab untuk para murid baru." Stacy mengumumkan tujuan kedatangannya bersama anggota OSIS lainnya dengan anggun dan epik.
__ADS_1
"Kegiatan ini akan diadakan selama tiga hari dua malam di dataran rendah kota H. Terhitung sejak besok pagi."
Mendengar mengenai kegiatan malam keakraban seisi ruangan menjadi heboh. Banyak yang menantikan hari esok segera tiba dan mulai berpikir apa yang harus mereka persiapkan.
"Gue pikir malam keakraban itu cuman buat mahasiswa baru. Ternyata sekolah kita juga ada ya." Seorang siswa berbisik pada temannya.
"Mm.." Temannya mengangguk. "Apa lagi ini udah jadi tradisi artinya udah dilakukan setiap tahun."
"Bukannya dataran rendah di kota H itu kebun kopi?" Tanya seorang siswi langsung pada Stacy membuat semua murid memandang kearahnya. Murid di dalam kelas A rata-rata orang dari luar kota H jadi mereka tidak mengetahui ada apa di dataran rendah dan dimana letaknya.
Namun siswi yang bertanya ini adalah penduduk asli kota H sehingga ia mengetahui tentang dataran tersebut dan bertanya langsung.
Stacy tampaknya tidak peduli apakah siswi yang bertanya adalah penduduk asli kota H atau bukan jadi ia mendengarkan pertanyaan itu dengan senyuman manisnya tapi penuh dengan kepalsuan.
"Iya betul sekali. Dataran tersebut merupakan kebun kopi tapi jangan salah paham. Kami sebagai anggota OSIS tentu saja memilih tempat yang memiliki pemandangan menakjubkan." Jawab Stacy.
Semua murid menjadi semakin antusias tidak sabar menunggu hari esok. Mereka bertanya pada siswi tadi seperti apa pemandangan dari kebun kopi tersebut namun sayang mereka tidak mendapat jawaban. Semua murid dibumbui dengan rasa penasaran tak terkecuali Tiara.
__ADS_1