
Tiara berdiri menatap tak percaya pada bangunan yang ada tepat di depan matanya.
'Jadi bangunan ini yang akan menjadi asrama tempat para siswi tinggal?'
Iya sudah jelas bahwa itu adalah asrama untuk para siswi. Bangunan tersebut memiliki enam lantai. Dimana di lantai satu akan ditemukan lobi dan juga kantin. Lantai 2-4 adalah kamar para siswi berdasarkan tingkat kelasnya, lantai lima adalah aula asrama dan lantai enam adalah perpustakaan.
Kira-kira begitulah informasi yang dibaca Tiara dalam brosur. Tiara kembali melipat brosur tersebut dan melangkah masuk menuju pintu. Akan tetapi langkah kakinya terhenti setelah seorang dengan suara hangat memanggilnya dari belakang.
"Hei kamu." Gadis berambut pendek dengan koper berwarna pink di tangannya menghampiri Tiara.
Tiara langsung mengenalinya. Dia adalah perempuan berambut pendek yang ia jumpai saat di bandara. Mereka melakukan check in bersama saat itu sehingga Tiara tidak mudah melupakannya. Dan juga make up tebal miliknya.
'Oh jadi dia bersekolah disini juga ya..' pikir Tiara.
"Kamu murid baru Boulevar ya?" Tanyanya sok akrab. Menurutnya wajah Tiara asing baginya yang sudah dua tahun bersekolah di Boulevar. "Kenalin aku Monica kelas 3B." Lanjutnya sembari mengulurkan tangannya pada Tiara.
Tiara sempat kaget mendengarnya. Tidak disangka perempuan yang menurutnya sudah berusia dua puluhan tahun tersebut merupakan kakak kelasnya.
Usia Monica sebenarnya adalah 18 tahun. Hanya saja makeup dan pakaian yang dikenakannya membuatnya terlihat lebih dewasa dari umurnya.
Tiara kembali sadar setelahnya. Menurut informasi yang ia terima, asrama memiliki sistem senior - junior yang sangat kental. Hal ini sangat sensitif jika tidak di lakukan dengan baik.
Tiara tidak ingin memiliki musuh apa lagi di hari pertama masuk asrama. Maka dengan cepat Tiara bersalaman dengan Monica. "Hai kak Monica, saya Tiara." Tanpa senyum namun elegan.
Monica merasakan tangan mulus nan putih Tiara yang lembut menggapai telapak tangannya. Mereka bersalaman. Namun mata Monica tanpa sengaja menangkap sebuah pemandangan yang membuatnya terkejut sekaligus iri.
__ADS_1
Itu adalah gelang yang di berikan oleh Key pada Tiara. Gelang Cartier yang di custom sedemikian rupa sehingga sangat indah saat dikenakan Tiara.
Di sana pun tergantung abjad huruf membentuk nama Tiara dan dihiasi permata-permata kecil disekitarnya.
Monica kembali tersadar setelah Tiara melepaskan tangannya dari genggamannya.
'Beruntung sekali ya mendapatkan sesuatu yang mahal dari sang pacar.' pikir Monica.
Akan tetapi satu hal yang pasti Monica tidak mengerti dari sikap Tiara. Saat bersama pacarnya di bandara tadi Tiara bersikap seperti gadis manja, lemah yang minta di perhatikan. Namun setelah berada didalam bandara sikapnya berubah seratus persen seperti tidak terjadi apa-apa.
Alasan kenapa Monica tahu mengenai perubahan sikap Tiara karena ia terus memperhatikan Tiara selama di bandara. Mulai dari check in sampai di boarding room.
'Apa dia hanya berpura-pura terlihat baik didepan pacarnya tapi sebenarnya dia tidak menyukainya?' Monica membatin. Dia merasa kasihan pada laki-laki tampan tersebut karena begitu mudah mempercayai gadis seperti Tiara.
Kenyataan Monica membenci orang-orang seperti itu. Hanya karena memiliki wajah yang cantik, mereka merayu semua laki-laki untuk kepentingan mereka. Mendapatkan uang, barang-barang mewah, berlibur keluar negeri seolah-olah mereka memiliki segalanya. Padahal mereka hanyalah perusak kebahagiaan orang lain.
Monica mulai menganggap isi pemikirannya benar sehingga dia mulai membenci gadis seperti Tiara.
Tiara menatap Monica yang diam saja tanpa mengatakan apapun. Tanpa berpikir dua kali Tiara menarik kopernya dan pergi dari sana meninggalkan Monica yang berdiri kaku.
Menyadari Tiara pergi dari hadapannya, Monica merasa kesal. "Tunggu!!" Serunya dengan nada yang cukup keras sehingga menarik semua perhatian orang-orang disekitar mereka.
Tiara menghentikan langkah kakinya tanpa menoleh kearah Monica sehingga Monica sendiri yang berjalan menghampirinya.
"Kamu pikir kamu itu siapa? Kamu itu murid baru disini seharusnya kamu menghormati saya senior kamu." Dengan wajah kesal Monica memarahi Tiara. Dia mengundang semua orang untuk berpikir buruk tentang sikap Tiara yang tidak menghormati senior seperti dirinya.
__ADS_1
Sekali lagi Tiara menatap Monica namun kali ini dengan tatapan tidak percaya. Sepertinya Monica ingin membuat kehidupan barunya di asrama menjadi mimpi buruk.
Dia mencoba membuat Tiara terlihat buruk di depan semua orang dengan begitu mereka akan menjauhinya. Para murid baru tentunya tahu betul bagaimana mereka harus bersikap agar tidak menimbulkan masalah dengan senior mereka.
"Gila gak sih dia. Di hari pertama aja udah cari masalah sama kakak kelas." Celetuk seorang gadis ditengah kerumunan banyak orang.
"Iya.. dia menggali kuburannya sendiri." Sambung yang lain.
Ditengah-tengah kerumunan dan bisikan orang-orang itu berdiri seorang gadis berkacamata bulat dengan rambut yang dikepang dua.
Dia mencoba memutar kembali ingatannya dimana ia duduk bersama sahabat dan kakak dari sahabatnya.
Kala itu Ina, nama dari gadis berkacamata bulat tersebut duduk bersama sahabatnya mendengarkan kakak dari sahabatnya itu bercerita tentang sekolahnya Boulevar.
Sejak saat itu Ina sangat menyukai Boulevar. Dia bermimpi dalam dirinya untuk bersekolah disana. Namun kemudian dibalik cerita tersebut, ada juga sebuah cerita yang diperdengarkan. Mengenai sekelompok anak orang kaya yang sombong dari keluarga terpandang di kotanya masing-masing.
Tidak ada yang berani mencari masalah dengan mereka. Namun mereka akan membuat masalah pada orang yang tidak mereka sukai. Jika hal itu terjadi maka berakhirlah hidup orang tersebut.
"Gawat. Dia adalah kak Monica." Ucapnya tanpa sadar dengan mata melotot tidak percaya.
Ucapannya tersebut sampai ke telinga beberapa orang disekitarnya. Mereka lalau bertanya padanya ada apa dengan Monica?
Ina kemudian menceritakan kepada mereka semua cerita yang dia dengar dari kakak sahabatnya tersebut. Dimulai dari siapa saja anggotanya, bagaimana mereka berkuasa di asrama sampai kepada siapa pemimpin dari kelompok anak-anak orang kaya tersebut.
Banyak orang mulai merasa kasihan pada Tiara. Tidak ada yang tahu bagaimana nasib Tiara kedepannya.
__ADS_1