
"Gimana kalau auntie pesan makanan kita ngobrol berdua di pendopo taman belakang?" Tanya Michelle pada Tiara. Ia ingin memiliki waktu berdua dengan keponakannya itu.
Mendengar pertanyaan Michelle, Tiara mengangguk bersemangat dan langsung menyetujuinya.
Michelle mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana lalu membuka sebuah aplikasi pemesanan bernama BHS App. Ia kemudian mengklik button BHS Foodies dan mulai memesan makanan.
Karena di bangun jauh dari keramaian kota H, Boulevar High School membuat sebuah aplikasi pemesanan khusus untuk para muridnya.
Dengan aplikasi tersebut para murid bebas memesan apa saja. Mulai dari makanan, kebutuhan sehari-hari di asrama, kebutuhan sekolah bahkan sampai pada penyediaan jasa transportasi online.
Semua yang bekerja entah itu kurir dan sebagainya di pekerjakan langsung di bawah yayasan Boulevar High School sehingga keamanan para murid terjamin.
"Tiara kamu mau auntie pesennin apa?"
"Aku mau pizza dengan topping keju mozzarella yang banyak."
"Oke deh."
Setelah memesan makanan dan minuman, Tiara dan Michelle berjalan menuju taman belakang asrama.
Tiara terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya. Pepohonan rimbun yang menjulang tinggi menghalangi sengatan cahaya matahari secara langsung.
Suara desiran sungai yang mengalirkan air begitu jernih, terdengar indah bersamaan dengan merdunya siulan burung.
Tiara dan Michelle lalu berjalan menuju jembatan kecil yang menyeberangkan mereka ke tepi seberang sungai dimana beberapa pendopo di bangun disana.
__ADS_1
Michelle tertawa melihat ekspresi di wajah Tiara. Ia tahu Tiara sama sekali tidak terkejut dengan luasnya halaman asrama tapi terpesona pada pemandangan yang ada.
Ketika keduanya sampai di seberang sungai, Michelle membawa Tiara menuju pendopo terdekat. Lagi Tiara terpesona dengan indahnya bunga yang ditanam menghiasi area pendopo tersebut.
Bunga aster, cempaka dan lainnya tertanam rapi disana membentuk suatu pemandangan yang sedap di pandang.
'Wah indah banget.' Tiara membatin melihat taman tersebut. Ia tidak tahu jika asrama memiliki taman belakang yang jauh lebih indah di bandingkan taman depan asrama.
"Oh iya ngomong-ngomong waktu itu gimana ceritanya kamu sampe berurusan sama Monica?" Suara Michelle mengalihkan perhatian Tiara.
"Gak tau juga sih tiba-tiba aja dia ngegas di depan orang-orang terus bilang aku gak ngehormatin dia sebagai senior." Jawab Tiara tidak begitu peduli.
Tiara mengingat kembali kejadian dimana Monica mencoba untuk mempermalukan dirinya di depan semua orang. Sampai detik ini ia sendiri tidak tahu apa alasan Monica melakukan itu.
"Geng?" Tanya Tiara penasaran.
"Iya geng. Kamu pasti belum tau kan kalo di asrama kita ada geng cewek-cewek orang kaya."
Tiara menggelengkan kepala mengatakan pada Michelle bahwa ia tidak mengetahui tentang geng tersebut.
Melihat reaksi tiara, Michelle akhirnya memutuskan untuk menjelaskan sedikit padanya tentang geng yang paling ditakuti oleh anak-anak asrama itu.
"Jadi geng itu beranggotakan lima orang. Ada Monica, Lidya, Susi, Stacy dan Nancy. Ketuanya adalah Nancy." Jelas Michelle membuat Tiara sedikit mengerutkan keningnya.
Ketika Tiara mendengar Michelle menyebut nama Stacy, ia sama sekali tidak terkejut karena perasaannya mengatakan hal yang sama.
__ADS_1
Lalu Tiara teringat akan kedua sahabatnya Monica kemarin. Jika ia tidak salah menebak, kedua orang tersebut adalah Lidya dan Susi karena kalau saja diantara mereka salah satunya adalah Nancy tidak mungkin suasananya masih setenang seperti sekarang.
"Kamu udah pasti ketemu Monica sama Stacy si ketua OSIS." Lanjut Michelle.
"Iya dan dua orang lainya." Ucap Tiara.
Michelle terkejut ia tidak menyangka Tiara sudah bertemu dengan Lidya dan Susi membuat rasa khawatirnya pada Tiara semakin meningkat.
"Mereka nyakitin kamu gak? Ada yang lecet atau luka gitu." Michelle memeriksa kondisi tubuh Tiara untuk memastikan dia baik-baik saja.
"Auntie Aku baik-baik aja kok. Auntie tau sendiri kan aku gak akan mungkin ngebiarin mereka nyakitin aku."
Michelle bernafas lega setelah mengetahui Tiara dalam kondisi aman. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika sesuatu yang buruk terjadi pada keponakannya itu namun jauh dalam lubuk hatinya ia percaya Tiara bisa mengatasinya sendiri.
"Syukurlah kamu gak apa-apa. Auntie percaya sama kamu tapi sebaiknya kamu ngejauhin mereka." Michelle mencoba untuk memperingati Tiara. Ia tidak ingin Tiara terluka jika berurusan dengan kelima orang itu.
"Kenapa aku harus ngejauhin mereka?"
"Ya karena mereka itu nekat. Mereka bisa ngelakuin apa aja buat nyakitin orang yang gak mereka suka." Ujar Michelle meninggikan suaranya.
Semua memori selama dua tahun Michelle bersekolah di Boulevar berputar kembali dimana mereka menyiksa, membully murid-murid yang tidak bersalah dan lain sebagainya sampai korbannya dengan sendiri meminta mengundurkan diri dari sekolah.
Bahkan yang lebih parah lagi adalah seorang murid yang mencoba mencari tahu tentang jati diri Nancy namun sayang seribu sayang ia berakhir dengan bunuh diri.
"Auntie lalu dimana kak Nancy ketua mereka?" Tanya Tiara lagi. Ia ingin tahu siapa Nancy, seperti apa dirinya dan kenapa dia membentuk geng tersebut.
__ADS_1