Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Pembalasan Elrick Dan Adriana part I


__ADS_3

Akhirnya Aleyza ku kembali seperti dulu." gumam Duke Regulus Riddle dengan tatapan teduh.


" Apa maksudmu?" tanya Aleyza yang sama sekali tidak mengerti arti ucapan serta tatapan Duke Regulus Riddle yang dilayangkan kepadanya.


Duke Regulus Riddle yang seakan tersadar langsung mengubah raut wajah nya kembali datar.


" Tidak ada, kalau begitu saya pergi." ucap Duke Regulus Riddle sebelum kemudian menghilang di hadapan Aleyza.


Aleyza yang melihatnya hanya menghela nafasnya sepertinya hidup nya sekarang akan semakin banyak teka-teki terungkap. Termasuk hubungan sebenarnya dari Duke Regulus dan Aleyza di masa lalu.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Elrick dan Adriana sedang mengintai seseorang dari jauh.


" Kakak, apa benar anak itu yang telah membuatku tenggelam?" tanya Adriana sambil menunjuk ke arah Zania yang sedang berbincang dengan teman-teman nya di acara minum teh.


" Benar dan kita harus membalasnya hihi..." ucap Elrick sambil menggosok kedua tangannya dan tatapan mata yang licik.


" Tapi bagaimana kita melakukannya?" tanya Adriana yang merasa tertarik dengan ide Elrick.


Kemudian Elrick membisikan sesuatu ke telinga Adriana. Sedangkan Adriana mendengarkan penjelasan kakaknya perlahan senyumannya terbit.


" Ide yang bagus." ucap Adriana sambil menggangguk kepalanya.

__ADS_1


Di sisi lain Puteri Zania sedang memamerkan gaun baru nya di hadapan para teman bangsawan nya.


" Lihatlah gaun ini sangat bagus Puteri." ucap salah gadis memuji Puteri Zania.


" Benar ada juga permata di gaunnya mewah." ucap salah satunya menimpali dengan mata berbinar.


Puteri Zania yang mendengarnya tersenyum angkuh.


" Tentu saja gaun ini terbuat dari sutra yang mahal dan hanya di jual beberapa buah di seluruh benua. Bahkan Puteri Adriana tidak punya padahal dia anak seorang Ratu. Benarkan." ucap Zania yang berusaha membuat citra Adriana buruk.


Sedangkan gadis-gadis bangsawan itu menggangguk kepalanya menyetujui pendapat Puteri Zania.


" Benar, pasti Puteri itu adalah anak buangan." ucap gadis berambut hijau mengejek Adriana sambil tersenyum sinis.


Puteri Zania yang mendengar teman-teman nya menghina Adriana merasa senang karena dirinya menang untuk menghancurkan citra Puteri kotor itu.


Sedangkan Elrick yang mendengarnya ingin sekali memberikan hukuman kepada Zania karena telah berani menghina adik kecil nya.


Tapi niat itu di tahan oleh Adriana membuat Elrick merasa kesal karena berasa adiknya mau memaafkan orang yang telah menenggelamkan nya di danau serta memalukannya di pesta kemarin.


" Apa maksudmu kau jangan melarang untuk memberi mereka pelajaran." ucap Elrick dengan marah.


Adriana hanya menggelengkan kepalanya sebelum kemudian mengambil sesuatu dari kantung gaunnya.

__ADS_1


Elrick yang melihat Adriana mengeluarkan sebuah ketapel bingung.


" Ini buat apa?" tanya Elrick sambil menunjuk ketapel itu.


Adriana tersenyum miring sambil melempar ketapel pelan memainkan nya di tangannya.


" Itu." tunjuk Adriana kepada salah satu pohon dimana ada sebuah sarang lebah tepat di atas kepala Zania.


Elrick yang mendengarnya langsung tersenyum licik dirinya suka sikap tersembunyi Adriana.


Kemudian Adriana mengambil sebuah batu kerikil di bawahnya dan menaruhnya di atas ketapel. Dengan cepat Adriana menembakkan nya tepat di atas pohon.


Elrick dan Adriana menunggu sampai sarang lebah itu goyang dan tepatnya jatuh di atas kepala Puteri Zania.


"ARRGGH...ITU SARANG LEBAH LARI." ucap semua gadis-gadis bangsawan berlari meninggalkan acara minum teh.


Puteri Zania yang tadinya sedang bersolek menyombongkan dirinya langsung dibuat terkejut ketika banyak lebah di depannya.


" ARGGGGH...LEBAH TOLONG AKU." ucap Puteri Zania berlari menghindari sengatan lebah.


Elrick dan Adriana yang bersembunyi dibalik semak-semak menahan tawanya sambil bertos ria.


" Misi pertama selesai...

__ADS_1


Countine...


__ADS_2