
Sebenarnya Elrick menyembunyikan sesuatu hal dimana tidak ada satupun mengetahui nya kecuali Alrick saudara kembar nya.
" Nama ku Elrick. Ayo Adriana kita pergi mama sudah menunggu." ucap Elrick sambil membalikkan badannya dan pergi meninggalkan ruangan.
Sebenarnya Elrick menyembunyikan sesuatu hal dimana tidak ada satupun mengetahui nya kecuali Alrick saudara kembar nya.
Adriana yang melihatnya merasa sedih dan mengerti bahwa kakaknya kecewa dengan ayah kandungnya tidak mengetahui nama nya.
Sebenarnya setelah pertemuan mereka berlima hari itu. Adriana sedikit ragu bahwa untuk setuju membantunya mendapatkan perhatian Kaisar. Supaya bisa kembali ke istana.
Ketika pertemuan pertama mereka Adriana merasa bahagia ketika merasakan pelukan Kaisar Lucius sambil mengatakan bahwa dia menyayangi nya. Membuat perasaan yang dasarnya baik Adriana merasa bahagia dan mengharapkan bisa bersatu menjadi keluarga lagi di tambah dengan kehadiran Ayah kandungnya. Tanpa memikirkan saudara tirinya.
Tapi setelah melihat bagaimana Kaisar Lucius tidak mengenal nama Kakak Elrick membuat Adriana sedih. Sebab meskipun mereka berdua sering bertengkar. Tetapi hanya Alrick dan Elrick yang menjadi keluarga nya sebelum kemudian Mama nya berubah memperbaiki hubungan nya semakin baik.
Sepertinya Adriana sudah mengambil keputusan untuk membantu membalas perbuatan apa yang di alami mereka selama ini.
Sedangkan di sisi lain Kaisar Lucius merasa tidak enak. Sebab ia tahu puteranya merasa kecewa kepadanya. Tapi itu wajar mengingat selama lima tahun lebih mereka tidak pernah bertemu dan terlebih lagi bukan dia yang memberikan nama untuk anaknya melainkan Aleyza. Kaisar Lucius adalah nama Melvin yang sejak kecil dan Adriana memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Mungkin nanti Kaisar Lucius butuh untuk berbicara bareng bertiga bersama kedua putera kembarnya. Tapi ia berharap semoga saja putera nya tidak memberitahu Aleyza atau hubungan mereka akan renggang lagi.
Adriana yang berniat menyusul Elrick tiba-tiba saja tubuh nya di angkat Kaisar Lucius dan mendudukkannya di pangkuannya.
Adriana mengadahkan kepalanya memiringkan kepalanya menatap Kaisar Lucius dengan mata polosnya.
" Apa yang papa lakukan, Adriana ingin menyusul kak El bertemu dengan Mama?" tanya Adriana dengan polos berusaha mencegahnya mengeluarkan perasaan kecewa nya.
Kaisar Lucius memeluk pinggang puterinya sambil mencium wanginya seperti manisan yang belum ia ketahui.
" Tidak papa hanya ingin di temani Adriana sambil menunggu mama dan saudara-saudara mu. Apa Adriana mau." ucap Kaisar Lucius menyuruh Adriana untuk menemaninya.
" Tentu saja papa, karena Adriana sangat merindukan pelukan papa yang hangat." ucap Adriana sambil memeluk Kaisar Lucius.
Kaisar Lucius yang mendengarnya langsung dibuat tertawa terbahak-bahak.
" Papa senang." ucap Kaisar Lucius sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
...****************...
Setelah menunggu hampir dua jam lebih akhirnya mereka semua nya berkumpul sambil menunggu para pekerja membawa barang-barang yang tidak sedikit.
Aleyza yang sedang menggenggam tangan Elrick melirik ke arah Kaisar Lucius dengan tatapan benci. Kebencian Aleyza semakin kuat apalagi setelah kejadian tadi.
Flashback On...
Elrick berjalan menuju ke kamar Aleyza dengan wajah memerah marah. Dirinya sama sekali tidak menyukai Kaisar Lucius dan bahkan tidak sudi memanggilnya ayah.
Sampai ke kamar Aleyza langsung saja Melvin memeluknya dengan badannya gemetar. Aleyza yang mengetahui bahwa Elrick menangis dan menenangkan nya.
Sambil mendengarkan cerita Elrick dengan suara serak. Aleyza yang mengetahui inti permasalahannya semakin mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa Kaisar Lucius tidak mengetahui nama anak-anaknya. Padahal dia sering menyuruh seseorang untuk mengawasi mereka.
" Kau kurang ajar Kaisar Lucius." batin Aleyza.
Flashback off...
__ADS_1
Countine...