
Kaisar Lucius merasa bahagia melihat berbagai macam makanan berjajar di atas meja. Apalagi dengan Aleyza yang duduk di sisi kanannya sambil memasang senyum lembutnya.
Sebenarnya Aleyza di tatap oleh Kaisar Lucius terus menerus merasa risih tapi ia harus menyembunyikan nya dengan baik.
" Apa makanannya tidak enak, maafkan aku ya itu semua masakan ku. Jika kau tidak mau memakannya biarkan saja nanti aku akan menyuruh Eli memasak untukmu?" tanya Aleyza dengan ekspresi sedih.
Elrick yang melihat itu merasa muak dirinya tidak suka jika mama menangis terutama penyebabnya pria itu. Elrick mengepalkan tangannya di balik bawah meja tidak satupun yang melihatnya kecuali Alrick yang duduk tepat di kursi di sampingnya.
" Tenanglah." ucap Alrick tanpa suara hanya menggerakkan bibirnya.
Elrick yang mengetahuinya menghela nafasnya sebelum kemudian menggangguk dan melanjutkan makannya.
Kaisar Lucius yang melihat wajah sedih Aleyza langsung menggenggam tangan nya sambil mengelus nya dengan lembut.
" Tenanglah aku akan memakannya. Aku cuma terkejut bahwa kau bisa memasak." ucap Kaisar Lucius yang menenangkan Aleyza.
Aleyza yang mendengarnya kembali tersenyum.
__ADS_1
" Syukurlah, kalau begitu aku akan mengambil makanan untukmu." ucap Aleyza sambil mengambil makanan dan menaruhnya di piringnya.
Kaisar Lucius yang di perlakukan seperti itu merasa bahagia sebab sudah tidak lama ada orang peduli padanya selain Aleyza. Ia harap hubungannya dengan Aleyza bisa kembali seperti semula.
Aleyza yang mengetahui ekspresi wajah Kaisar Lucius dari ekor matanya diam-diam menyeringai sekilas. Sebelum kemudian duduk kembali di kursinya.
" Silahkan makan semoga kau menyukainya dan anak-anak kalian juga makanlah." ucap Aleyza menyuruh keempat anaknya makan.
" Baiklah Mama." ucap keempat anaknya dengan serentak dan mulai makan.
Memang terlihat seperti steak biasa yang sering Kaisar Lucius makan. Tapi rasanya bercampur gurih, manis, dan pedas membuat nya merasa menyukainya.
Melihat Kaisar Lucius makan dengan lahap Aleyza melirik ke arah Melvin sambil mengedipkan matanya. Melvin yang melihatnya hanya tersenyum tipis.
Setelah itu hanya suara dentingan sendok mengisi suara di dalam ruangan. Sebab tidak satupun orang yang boleh berbicara sambil makan itu adalah salah satu tata krama dasar.
Kaisar Lucius melirik sebentar ke arah anak-anaknya dan Aleyza yang makan nya sangat rapi. Terutama si kembar tiga di usianya yang masih kecil sudah bisa mempraktekkan cara makan dengan baik. Hal itu adalah awalan yang bagus. Kemudian tatapan nya tertuju ke arah Aleyza yang sangat cantik dengan gaun putih dan mahkota bunga di atas kepalanya.
__ADS_1
Kaisar Lucius tidak bisa berpaling darinya mengingat bahwa Aleyza sudah kembali baik dengannya. Kaisar Lucius sudah memilih keputusan.
Setelah memastikan bahwa semua sudah selesai makan. Kaisar Lucius menyembunyikan gelasnya menggunakan sendok membuat Aleyza dan keempat anaknya mengalihkan pandangannya.
" Lucius apa yang terjadi sesuatu yang buruk?" tanya Aleyza dengan panik sebelum membiarkan Kaisar Lucius untuk berbicara.
Melihat wajah serius Aleyza membuat Kaisar Lucius tertawa menurutnya itu menggemaskan.
Sedangkan Aleyza serta keempat anaknya melirik satu sama lain dengan satu pemikiran yang sama.
" Apa dia gila."
Setelah merasa puas untuk tertawa Kaisar Lucius berdiri dan mendekati tempat duduk Aleyza sambil memegang bahunya.
" Aku senang telah perubahan mu ini dan sudah aku putuskan untuk kalian semua kembali.....
Countine...
__ADS_1