Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Kekacauan Istana


__ADS_3

Kita harus mengakhiri ini sekarang bukan kakak." ucap Duke Regulus Riddle dengan seringai di wajahnya.


" Apa maksudmu?" tanya Kaisar Lucius ytidak tahu apa yang akan dilakukan Duke Regulus Riddle kepadanya.


Duke Regulus Riddle yang senang melihat Kaisar Lucius kebingungan langsung menjawabnya.


" Untuk mendapatkan hak yang seharusnya aku miliki dan Melvin. Aku tahu sejak Melvin pergi kau mengganti posisi pangeran mahkota kepada Robert. Sungguh kau mengecewakan ayah kita." ucap Duke Regulus Riddle memancing emosi Kaisar Lucius.


Kaisar Lucius yang sudah terbawa emosi sedetik kemudian langsung berteleport di hadapan Duke Regulus Riddle.


Bugh...


...****************...


Aleyza yang sebenarnya ingin kembali ke mansion niat nya langsung urung ketika ada seseorang yang harus dia ambil di istana ini.


Aleyza terus berkeliling koridor yang tampak sepi dan sunyi sepertinya Duke Regulus Riddle suaminya membuat bailer supaya tidak ada satupun yang datang kecuali anggota kekaisaran itu sendiri. Aleyza mudah di terima karena secara umum dirinya merupakan mantan isteri Kaisar serta sekarang isteri sang Duke adik Kaisar. Jadi sihir kekaisaran mengenalinya.

__ADS_1


" PANGERAN XAVIER KAU BERADA DI MANA" ucap Aleyza terus memanggil nama Pangeran Xavier.


Aleyza mengingat perasaan bersalahnya dua tahun lalu meninggalkan Xavier sendirian di istana. Ia tidak mau jika nanti Xavier bersamanya akan menderita jauh dari keluarga nya. Tapi setelah di pikir-pikir kembali Xavier merupakan anak yang diacuhkan oleh Kaisar Lucius dan Selir Agnessia menurut mereka anak itu sama sekali tidak menarik minat mereka terhadap kekaisaran.


Tidak lama setelah Aleyza melihat seorang anak laki-laki berusia 9 tahun berdiri di hadapannya.


" Xavier." ucap Aleyza melambaikan tangan nya.


Pangeran Xavier melihat kedatangan Aleyza sontak langsung menghampirinya.


" Salam Ratu sudah lama kita tidak bertemu?" tanya Xavier memberikan salam sekaligus menggunakan bahasa formal untuk bicara kepadanya.


" Syukurlah kau baik-baik saja." ucap Aleyza melepaskan pelukannya dengan pelan-pelan dan menatap Xavier lembut.


Xavier terkejut karena Aleyza mau mencarinya apalagi sampai memeluknya. Akhirnya Xavier mendapatkan pelukan hangat ini setelah dua tahun terakhir.


" Saya juga senang bertemu dengan anda." ucap Xavier sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


" Wah....wah ternyata anda seorang penghianat Xavier. Sungguh kau berani memeluk wanita murahan itu." ucap seseorang yang berdiri di belakang Xavier.


Aleyza yang mendengarnya langsung mendatarkan wajahnya dirinya tidak suka dengan kedatangan nya.


Sedangkan Xavier perlu membalikan badannya dan melihat saudaranya Melvin memandang nya dengan hina.


" Apa itu urusan Robert bukannya selama ini kita memiliki hidup masing-masing." ucap Xavier menatap tajam Robert.


Robert yang mendengarnya mengepalkan tangannya marah.


" DASAR KAU TIDAK TAHU BERTERIMA KASIH SEHARUNYA KAU MENURUTI SEMUA PERINTAH KU. INGAT AKU ADALAH PANGERAN MAHKOTA PEWARIS TAHTA KEKAISARAN ALBERAD. TAPI KAU TIDAK USAH KHAWATIR, KARENA TIDAK MAU MENGHORMATI KU. HARI INI MERUPAKAN HARI KEMATIAN MU. JADI SELAMAT TINGGAL." ucap Robert mengeluarkan bola api dan melemparkannya ke arah Xavier.


Aleyza yang mendengarnya langsung melindungi Xavier dengan cara membalik punggung nya menghadap bola api itu.


Bush...


" Kau sama sekali belum belajar untuk tidak kebawa emosi Robert....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2