
Tenang saja kita tidak bakal ketahuan, saya sudah memikirkan rencana ini semua secara matang. Jadi yang bisa kau lakukan diam Eli dan siapkan cemilan kita. Ingat jangan sampai ada cokelat." ucap Aleyza memberitahukan nya pada Eli.
" Baiklah Lady." ucap Eli sebelum pergi meninggalkan ruangan.
Aleyza menghela nafasnya sambil memijit pelipisnya dia harus mengisi tenaganya menghadapi Kaisar bebal itu.
" Mari kita lihat Aleyza apa yang dilakukan Kaisar gila, bebal, bodoh, sombong. Tunggu mengapa menghinanya itu tidak penting sekarang. Saat nya bereaksi." ucap Aleyza yang keluar dari ruang kerjanya.
Sedangkan Kaisar Lucius yang baru saja sampai di depan gerbang kastil tersenyum puas. Sebab penghalang di seluruh kastil masih ada dan kuat. Pastinya Aleyza tidak bisa menghancurkan nya. Mari kita lihat apa yang akan dilakukan Aleyza kepadanya.
Membuat senyum miring tersungging di wajah Kaisar Lucius berharap setelah ini Aleyza menerimanya kembali.
Kaisar Lucius membaca sebuah mantra pembatalan bailer. Jadi seketika bailer itu hancur dan bisa masuk serta keluar dari kastil dengan mudah Kaisar Lucius menunggangi kuda nya memasuki pendalaman kastil.
Melihat tanaman yang sepertinya di tanam oleh Aleyza sudah mulai tumbuh. Kaisar Lucius sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kekasih hatinya. Sampai di depan pintu kastil ia melihat Adriana dan Elrick yang sepertinya sedang duduk di anak tangga.
__ADS_1
Melihat seseorang yang berjalan mendekat Adriana langsung berdiri dan mengetahui bahwa Kaisar Lucius yang datang. Adriana langsung membungkuk kepadanya.
" Selamat pagi menjelang siang, Yang Mulia. ada sesuatu yang anda perlukan sampai berada di sini?" tanya Adriana dengan suara lembutnya.
Kaisar Lucius berjongkok melihat wajah Adriana perpaduan dirinya dan Aleyza.
" Terima kasih puteriku jadi dimana ibu mu sekarang?" tanya Kaisar Lucius dengan lembut sambil memperhatikan setiap inci wajah anak perempuannya.
Adriana memasang senyum manisnya sambil menunjuk ke arah tangga di dalam kastil.
Sebab kebetulan pintu utama kastil tidak di tutup jadi Kaisar Lucius bisa melihat Aleyza baru saja turun dari tangga. Membuatnya terpesona adalah Aleyza yang mengenakan gaun putih polos dan di kepalanya berhiaskan mahkota bunga. Seperti di dalam lukisannya.
Sedangkan Adriana dan Elrick yang melihatnya memutar bola matanya dengan malas. Setelah apa yang dilakukan Kaisar Lucius kepada mereka semua perlahan-lahan Adriana dan Elrick sama sekali tidak menyukai keberadaan nya di sini.
Kaisar Lucius yang sama sekali tidak menyadarinya berjalan perlahan mendekati Aleyza tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
" Sudah lama kita tidak bertemu sayangku." ucap Kaisar Lucius sambil mengambil telapak tangan Aleyza dan mengecupnya.
" Saya juga senang bertemu dengan anda, Yang Mulia." ucap Aleyza sambil tersenyum manis.
Tentu saja senyum Aleyza membuat Kaisar Lucius terpesona olehnya. Senyuman itu yang sudah lama sekali tidak ia lihat. Dengan pakaian nya seperti ini mengingatkan nya pertemuan pertama mereka.
Melihat Kaisar Lucius yang terpesona olehnya diam-diam Aleyza tersenyum miring. Sebab rencana pertamanya berhasil.
Flashback On...
" Melvin, apa kau harus kembali ke istana sekarang?" tanya Aleyza sedih sebab Melvin memberitahukan nya bahwa ia akan kembali ke istana.
Melvin yang mendengar kesedihan Mama nya menundukkan kepalanya.
" Maafkan Melvin mama. Tapi aku harus melakukan nya mengingat status ku menjadi Pangeran Mahkota tidak mudah di lepaskan. Jika itu terjadi aku tidak bisa....
__ADS_1
Countine...