
" Kau akan tahu nanti dan aku pastikan tidak ada satupun yang menyadari bahwa kau malam ini tidak berada di istana." ucap Duke Regulus Riddle.
Aleyza yang mendengarnya memiringkan kepalanya tidak mengerti dengan jawaban Duke Regulus Riddle.
" Bagaimana mungkin karena pastinya malam ini Kaisar akan mengunjungi ku. Jika aku tidak berada di kamar ku pastinya dia akan menyuruh semua penjaga untuk mencari ku. Kalau aku ketahuan berada di sini itu sangat berbahaya bagi nyawa anak-anak." ucap Aleyza dengan pandangan sendu karena sampai kapanpun selama berada di istana nyawa anak-anak nya tidak akan aman.
Apalagi dengan fakta yang diketahuinya baru-baru ini.
Duke Regulus Riddle yang melihat kesedihan Aleyza duduk di sampingnya sambil menggenggam tangannya dan mengecupnya.
Tindakan Duke Regulus Riddle tanpa sengaja telah membuat Aleyza kembali malu dan hanya bisa memalingkan wajahnya ke samping menutupi rona merah yang kembali muncul.
" Tenanglah aku sudah menyiapkan semuanya jadi sekarang kau istirahatlah. Selamat malam Ratu." ucap Duke Regulus Riddle dengan berani mencium kening Aleyza sebelum berdiri dan pergi meninggalkan kamar.
__ADS_1
Meninggalkan Aleyza yang masih merona malu.
" Aleyza mengapa kau bisa merona hanya tindakannya padahal aku pernah melakukannya lebih dengan mantan tunangan ku itu." ucap Aleyza mengingat perilakunya yang tergila-gila kepada tunangannya semasa menjadi Emily.
Bahkan sampai menyerahkan harta berharga nya, dan mengandung anaknya meskipun sudah mati. Meskipun begitu Aleyza sama sekali tidak menyesal dengan kehadiran calon bayinya yang berada di perutnya selama 2 bulan.
Mengingat kehidupan masa lalunya tanpa sadar Aleyza menyentuh perutnya yang datar dan mengeluarkan air matanya.
" Mama merindukan mu maaf telah membuat mu pergi." batin Aleyza sebelum kemudian tertidur.
...****************...
" Mari kita bermain kak, aku tidak akan pernah membiarkan Aleyza kembali ke pelukan mu." ucap Duke Regulus Riddle sambil bersmirk.
__ADS_1
...****************...
Kaisar Lucius merasa kesal dengan pertengkaran yang dilakukan kedua anaknya. Memang dirinya sadar sejak dulu Melvin sama sekali tidak menyukai kedua selir nya bahkan sama saudara-saudara nya yang lain. Terkadang Melvin hanya mengacuhkannya atau lebih parahnya dia menatap mereka dengan jijik seolah-olah anak-anaknya yang lain adalah kotoran.
Tetapi semuanya berubah ketika Melvin kembali bersama Aleyza dan si triplets. Sifat lembut Melvin kembali dimana dia berperan sebagai kakak yang baik. Pertama Melvin mengajarkan Alrick dan Elrick bermain pedang serta mengajarkan pembelajaran umum. Tapi sikap lembut Melvin lebih terasa ke Aleyza dan Adriana dia menjaganya seolah-olah mereka adalah harta yang paling berharga.
Padahal Kaisar Lucius bisa bernafas lega karena Melvin sudah mulai berubah. Tapi khayalan itu hilang ketika Melvin ingin membunuh Zania hanya karena gaun Adriana kotor. Sikap Melvin yang tersimpan selama ini seakan keluar lagi. Aura intimidasi serta sihir yang kuat membuat Kaisar Regulus tertarik untuk menjadikannya Kaisar.
Bahkan setelah ayahnya wafat beliau sudah menentukan siapa ahli warisnya.
Kaisar Lucius sibuk dengan lamunannya diganggu dengan seseorang yang memberikannya segelas bir.
" Yang Mulia, minuman anda." ucap Pelayan itu dengan tersenyum kecil yang ...
__ADS_1
Countine...