Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Kaisar Lucius vs Duke Regulus Riddle


__ADS_3

Mengapa dia berada di sini?" tanya Alrick sambil memandang tidak suka Xavier.


Xavier yang merasa bahwa Alrick tidak menyukainya hanya menundukkan kepalanya malu. Dirinya sadar diri bahwa dia merupakan anak seorang penjahat.


Aleyza yang melihat kesedihan Xavier langsung menatap Alrick. Benar saja Alrick menatap tidak suka Xavier.


" Al, Mama mulai sekarang ingin mengasuh Xavier. Jadi tolong kau mau menerimanya sebagai saudara mu ya." ucap Aleyza memberitahu keinginannya.


Kedua bola mata Xavier berkaca-kaca mengetahui Aleyza mau mengasuh nya. Sedangkan Alrick menatap jengkel ke arah Aleyza tidak menyukai keinginannya.


" Mama, apa kau yakin dia itu anak seorang penjahat orang yang hampir membunuh mu. Apa kau yakin suatu hari nanti dia tidak..." pertanyaan Alrick terpotong karena Aleyza memanggil namanya.


" Alrick." tegur Aleyza karena merasa ucapan puteranya sudah sedikit keterlaluan.


Aleyza berjongkok menatap Alrick yang tampaknya terkejut dengan nada suaranya yang sedikit meninggi tadi.


" Maafkan mama. karena sempat membentak mu tadi. Apa kau tahu Xavier hidupnya tidak menyenangkan ia harus bersembunyi dari pemberontakan sendirian. Lagipula juga mama sudah berjanji untuk membawanya ke sini. Apa boleh Al mengajak Xavier tinggal bersama kita?" tanya Aleyza memberikan pengertian pada Alrick


Alrick yang mendengarnya melirik ke arah Xavier yang menundukkan kepalanya saja. Ia termenung sebelum kemudian akhirnya menggangguk kepalanya mengiyakan Xavier untuk tinggal.

__ADS_1


Aleyza yang mengetahuinya langsung senang dan kemudian memeluk Alrick.


" Terima kasih Alrick. kau memang puteraku." ucap Aleyza sambil tersenyum.


Alrick hanya tersenyum tapi pandangannya yang sinis ke Xavier sepertinya semuanya tidak akan berjalan-jalan baik-baik saja.


...****************...


" Maafkan aku jika telah mengecewakan mu Aleyza." batin Duke Regulus Riddle.


Duke Regulus Riddle sambil memejamkan mata nya mengangkat sebelah tangan nya sebelum kemudian membentuk perisai.


Kemudian Duke Regulus Riddle membuka matanya nafasnya tersengal-sengal. Karena dirinya terlalu banyak menggunakan sihirnya menghancurkan.


Kaisar Lucius perlahan bangun semakin menatap marah Duke Regulus Riddle.


" SIAL MENGAPA KAU TIDAK MATI SAJA. KAU MENGHANCURKAN HIDUPKU. SEPERTI IBUMU YANG TELAH MEMBUAT IBUKU MATI. andaikan itu tidak terjadi mungkin sekarang beliau masih hidup." ucap Kaisar Lucius sambil memejamkan matanya mengingat kehidupan ibunya yang berakhir tragis.


Flashback **On**...

__ADS_1


Kaisar Lucius atau masih di sebut pangeran Lucius yang saat itu masih berusia 5 tahun berniat menghampiri kamar orang tuanya untuk mengajaknya bermain.


Ceklek...


Ketika Pangeran Lucius kecil membuka pintunya dan bertapa terkejutnya ia melihat pemandangan dimana ibunya menangis sambil berlutut di hadapan ayahnya Kaisar Regulus.


" Reggie mengapa kau melakukan ini, mengapa kau mengkhianati ku?" tanya ibunya sambil menangis kencang meluapkan perasaan sakit hatinya.


Tapi sayangnya Kaisar Regulus yang memiliki hati sedingin es hanya menatap dingin sebelum pergi.


" Bukannya itu sudah biasa setiap Kaisar memiliki Selir. Seharusnya kau bersyukur aku tidak mengganggap wanita beserta anaknya berada di istana." ucap Kaisar Regulus sebelum pergi tanpa melihat ke arah Pangeran Lucius yang masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


Flashback off...


Sejak saat itu ibunya semakin sakit-sakitan merasa tidak terima dengan kenyataan bahwa suaminya memiliki wanita lain.


Apalagi sampai anak itu lahir membuat ibunya semakin lemah hari demi hari sebelum kemudian meninggal di ranjang nya.


Membuat Kaisar Lucius yang dulunya merupakan anak periang mulai hilang meninggalkan perasaan dendam dan iri hati.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2