
Selir Callista yang mendengarnya langsung tegang sebab dirinya takut bahwa Kaisar Lucius membawa wanita lain akan dijadikan Selir.
" Siapa wanita itu?" tanya Selir Callista dengan gagap.
" Ivanka tidak tahu tapi wanita itu memiliki rambut berwarna pirang cantik dan bola matanya biru. Ayahanda juga membawa ketiga anak kecil beserta Pangeran Mahkota. Tapi yang membuat Ivanka sedih adalah Pangeran Mahkota lebih menyayangi anak kecil itu daripada Ivanka." ucap Puteri Ivanka sambil menundukkan kepalanya sedih.
Selir Callista yang mendengarnya langsung mengetahui siapa wanita itu mengingat rambut pirang keemasan hanya dia saja memiliki nya.
" Akhirnya Ratu kembali sebentar lagi Selir Agnessia tidak akan bisa berkutik. Tapi siapa ketiga anak yang di sebutkan Ivanka tadi. Aku harus mencari tahu nanti." batin Selir Callista.
" Baiklah Ivanka kalau begitu kita kembali ke kamar untuk membersihkan diri sebelum kemudian makan malam. Di sana Ivanka bisa tanya kepada Ayahanda siapa mereka." ucap Selir Callista sambil menggenggam tangan Puteri Ivanka berjalan melintasi lorong.
Puteri Ivanka mendengarnya menggangguk kepalanya setuju.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Aleyza beserta keempat anaknya yang baru saja sampai di kamarnya. Langsung menyuruh mereka untuk membersihkan diri terlebih dahulu setelah perjalanan yang lumayan melelahkan.
Sebenarnya Aleyza tidak terlalu biasa perjalanan menggunakan kereta kuda lebih baik dia menggunakan mobil. Tapi sayangnya untuk membuat mobil di zaman ini mustahil.
Tapi itu bisa di pikirkan nanti sekarang Aleyza harus membuat rencana untuk menyingkirkan penghalang untuk tahta Melvin. Meskipun sebenarnya Aleyza sama sekali tidak tertarik dengan kekuasaan tapi jika tahta bisa menyelamatkan nyawa anak-anak nya. Akan Aleyza lakukan apapun.
Tiba-tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan Eli yang baru saja masuk dengan membawa sebuah gaun dan di belakangnya terdapat dua orang yang merupakan pekerja membawa sebuah peti besar masuk ke dalam kamarnya.
" Apa ini Eli?" tanya Aleyza sambil menunjuk ke arah peti tersebut.
" Kami di sini membawa hadiah selamat datang dari Kaisar untuk anda Ratu. Beliau juga mengatakan bahwa akan di adakan pesta penyambutan kembali nya Ratu." ucap salah satu di antara pekerja pria itu.
Aleyza memijit pelipisnya sambil memberikan isyarat untuk dua pekerja itu pergi dari hadapannya. Setelah dua pekerja itu pergi Aleyza langsung duduk dan menyandarkan kepalanya.
Eli yang melihatnya khawatir dan menghampiri nya.
__ADS_1
" Anda baik-baik saja Ratu?" tanya Eli yang sekarang memanggil Aleyza Ratu kembali mengingat Kaisar sudah memberikan gelar itu kembali kepadanya.
Aleyza hanya tertawa lirih merasa pusing dengan pemikiran Kaisar Lucius membuat sebuah pesta untuk nya. Sebab dia bukan kembali dari medan perang melainkan pengasingan nya.
Oh tentu saja reputasi nya di depan publik sudah hancur dan seperti nya Kaisar Lucius sangat menyukai kesengsaraan nya.
" Eli, kapan aku bisa bertemu dengan Kaisar itu?" tanya Aleyza yang ingin segera cepat-cepat bertemu dengan Kaisar Lucius dan mengajukan protesnya.
" Anda bisa bertemu dengan nya ketika perjamuan makan malam bersama keluarga anggota kekaisaran." jawab Eli apa adanya.
Aleyza kembali menghela nafasnya sekian kali nya hari ini. Jika nanti perjamuan makan malam otomatis dirinya akan bertemu dengan salah satu Selir itu
" Sialan Selir Agnessia....
Countine....
__ADS_1