Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Kekalahan Part I


__ADS_3

" ROBERT." ucap Melvin berteriak.


" MELVIN." ucap Robert berteriak.


Duarr...


Suara ledakan yang cukup keras sampai terdengar keluar istana. Rakyat yang sedang beristirahat dibuat terkejut dan terbangun mendengar suara keras.


" Suara ledakan apa itu?"


" Apa akan ada perang?"


Semua rakyat merasa cemas jika seandainya perang terjadi di kota. Mereka semua sama sekali tidak mengetahui jika suara ledakan itu berasal dari sihir bertabrakan oleh dua orang remaja laki-laki berusia 13 tahun.


Sedangkan di sisi lain Melvin mengatur nafasnya lelah dirinya sama sekali tidak menyangka dirinya selamat dari serangan barusan. Mungkin karena di detik-detik terakhir Melvin sempat menggunakan sihir kekaisaran membuat bola api yang di tabrak nya semakin kuat 2x lipat.


" ARRGGH..."


Sayangnya Robert tidak seberuntung Melvin karena saat ini dia sangat kesakitan tangan sebelah kanannya terbakar bahkan hampir kelihatan kulitnya terkelupas saking dahsyatnya serangan tadi.


Tubuh Robert sudah kembali seperti semula. Tapi Robert merasakan tubuhnya kepanasan dan terus berteriak.

__ADS_1


Melvin yang melihatnya menghampiri Robert dengan langkah kakinya yang sedikit pincang. Dia berdiri menjulang di atas Robert yang masih berteriak kesakitan.


" ARRGGH...PANAS MELVIN TOLONG AKU." teriak Robert meminta pertolongan kepada Melvin.


Sayangnya Melvin sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya.


" Memangnya aku peduli." ucap Melvin yang menusuk ke ulu hati Robert.


Robert yang mendengarnya langsung menangis.


" HIKS....KAU MEMANG JAHAT...KAU SAMA SEKALI TIDAK MEMPEDULIKAN ADIK-ADIK MU PANGERAN MAHKOTA. KAU ADALAH ORANG YANG EGOIS." ucap Robert berteriak mengejek Melvin.


Melvin mendengarnya kemudian berjongkok di hadapan Robert.


Dimana tiba-tiba saja Robert sudah berhenti bergerak dan matanya terbelalak terbuka tanpa menunjukkan kehidupan.


Melvin langsung meletakkan telapak tangan nya menutup mata Robert.


" Maafkan aku harus memilih ini. Demi keluarga ku harus melakukannya." ucap Melvin yang tanpa sadar meneteskan air mata.


...****************...

__ADS_1


Aleyza mendarat tepat di mansion Riddle tempat tinggalnya selama dua tahun terakhir sebelum kemarin kembali ke ibu kota. Dirinya tidak menyangka kedatangannya ke pesta berujung pemberontakan perebutan tahta yang pastinya memakan korban di antara mereka.


Aleyza menghela nafasnya berharap Melvin dan Duke Regulus Riddle akan baik-baik saja. Dirinya tidak mau mereka kalah.


Pandangan Aleyza kemudian mengarah ke Xavier yang tampaknya terpesona dengan keindahan mansion ini.


" Xavier, ayo masuk ke dalam tidak baik kita berlama-lama di luar. Nanti sakit." ucap Aleyza dengan lembut. Dirinya sekarang sudah mengganggap Xavier sebagai puteranya juga.


Xavier yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya semangat penasaran dengan isi mansion ini. Meskipun tidak terlalu besar tapi terasa nyaman baginya seakan ia kembali ke rumah.


Kemudian Aleyza dan Xavier masuk ke dalam dimana ketika berada di dalam Alrick masih berdiri seakan menunggu kedatangan mereka.


Alrick yang melihat kedatangan Aleyza langsung menghampirinya sebelum memeluknya.


" Mama kau baik-baik saja?" tanya Alrick dengan khawatir.


Aleyza yang mendengarnya tersenyum sambil mengelus rambut Alrick.


" Tentu mama baik." jawab Aleyza yang cukup melegakan Alrick.


Kemudian pandangan Alrick tertuju ke arah Xavier yang sedang menatapnya.

__ADS_1


" Mengapa dia berada di sini....


Countine...


__ADS_2