Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Kalung Zamrud


__ADS_3

Sedangkan Duke Regulus Riddle membawa Adriana ke taman dengan terus menggendongnya. Tangisan Adriana sudah berhenti dan sekarang sedang meletakkan kepalanya di lehernya tanpa mau melihatnya.


" Puteri, papa mau nanya kenapa kau menangis, Apa Adriana tidak senang akan memiliki adik?" tanya Duke Regulus Riddle dengan suara lembutnya.


Membuat para pelayan yang berlalu-lalang dibuat terkejut dengan sikap lembut Duke Riddle. Mengingat beliau selalu menatap tajam dan sinis kepada semua orang. Apalagi yang membuat mereka terkejut adalah kehadiran mantan ratu mereka berada di sini bersama keempat anaknya dan mantan ratu sekarang adalah Duchesse Riddle yang baru sesuatu yang mungkin membuat seluruh kekaisaran Alberad terkejut terutama Kaisar Lucius sendiri selama dua tahun ini mencarinya.


Tapi para pelayan tidak berani membicarakannya atau bertanya karena jika mereka melakukannya kemungkinan Duke Riddle akan membunuh mereka dengan cepat.


Adriana mendengar pertanyaan Duke Regulus Riddle mengangkat wajahnya memperlihatkan jejak bekas air mata berada di pipinya yang memerah. Duke Regulus Riddle menyihir sapu tangan dan dengan pelan membersihkannya.


Akhirnya setelah tidak satupun yang berbicara Adriana mulai menjawabnya.


" Adriana tidak mau kasih sayang papa dan mama terbagi. Ketika adik sudah lahir pastinya kalian lebih mementingkan mereka dan melupakan Adriana." ucap Adriana dengan mata kembali berkaca-kaca.

__ADS_1


Duke Regulus Riddle yang mengetahuinya memeluk Puterinya lagi. Dia mengerti perasaan Adriana karena sejak kecil anak itu tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya bahkan dirinya sendiri saja tidak mengetahui keberadaannya.


Itu adalah salah satu penyesalan yang Duke Regulus Riddle lakukan selama ini. Andaikan saja Aleyza yang dulu masih ada mungkin dia tidak akan bertemu dengan anak-anak nya mengingat sifat obsesi wanita itu kepada Kaisar Lucius dan terus mengelak bahwa itu adalah anak-anak kandungnya.


Untung saja Aleyza yang merupakan isteri nya sekarang adalah jiwa orang lain dan Duke Regulus Riddle sudah mencintainya.


" Papa dan mama tidak akan melupakan kalian. Mungkin kami akan lebih sibuk karena harus mengurus adik kalian yang masih bayi. Bayi masih membutuhkan orang dewasa. Tapi nanti jika dia bisa berjalan mungkin Adriana bisa bermain bersama adik. Bagi kami Melvin, Alrick, Elrick, dan Adriana adalah harta kami. Papa dan mama sangat menyayangi kalian ingat itu." ucap Duke Regulus Riddle memberikan pengertian kepada Adriana.


Adriana mendengarnya mengerti dan menggangguk kepalanya.


Duke Regulus Riddle yang mengetahui Adriana sudah mau menerima adiknya tersenyum sambil pandangannya ke arah belakang. Dimana Aleyza tersenyum sambil menggenggam tangan Elrick.


...****************...

__ADS_1


Malam ini Aleyza sudah bersiap-siap untuk pergi ke istana. Dengan menggenakan gaun hijau tanpa lengan, rambut pirangnya ia gerai dengan di hiasi bunga di bagian kanan nya.


Aleyza tersenyum puas melihat penampilan nya tiba-tiba saja ada Duke Regulus Riddle yang berdiri di belakangnya sambil memasangkan sebuah kalung di hiasi batu zamrud hijau yang indah.


" Ini kalung milik ibuku Duke Maximilian yang memberikannya. Beliau harap jika suatu hari nanti aku akan memberikannya kepada wanita spesial di dalam diriku. Yaitu kau Aleyza atau aku sebut Emily." ucap Duke Regulus Riddle berbisik di telinga Aleyza.


Aleyza yang tidak sepenuhnya mendengar hanya merona malu sambil membalikkan badannya menatap Duke Regulus Riddle yang tersenyum kepadanya.


" Aku mencintaimu Reggie." ungkap Aleyza dengan ekspresi berseri-seri.


Duke Regulus Riddle hanya menanggapinya dengan senyum karena dirinya tahu pasti Aleyza tidak mendengar ucapannya.


" Mungkin aku akan memberitahukan nya nanti." batin Duke Regulus Riddle.

__ADS_1


Countine....


__ADS_2