
" Misi kedua dimulai." batin Elrick dan Adriana saling menyeringai satu sama lain
Setelah memeluk Zania langsung saja Kaisar Lucius menggendong nya dan membawanya duduk tepat di samping kanannya tempat yang seharusnya milik Aleyza.
Aleyza yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas sama sekali tidak mempedulikan tatapan arogan Selir Agnessia.
Kaisar Lucius tidak menyadari tatapan sengit dilayangkan Aleyza dan Selir Agnessia.
" Makanlah." ucap Kaisar Lucius menyuruh Zania untuk makan.
Zania yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya sambil menatap kemenangan ke arah Adriana tampak acuh dengan keberadaannya.
Melihat itu Zania merasa marah karena Adriana sama sekali tidak terpengaruh maupun dengan kasih sayang Kaisar Lucius kepadanya.
" Sial...anak itu berbeda sekali dengan Ivanka dimana dia akan menangis ketika ayah lebih mempedulikan ku." batin Zania yang terlihat bingung dengan ekspresi yang dikeluarkan Adriana.
Adriana tahu bahwa Zania sejak tadi memperhatikannya tapi ia hanya mengacuhkannya. Lagipula sejak dulu dirinya sama sekali tidak mempedulikan tentang ayahnya. Apalagi Adriana merasa tidak memiliki hubungan ikatan dengan Kaisar Lucius seperti yang dilihatnya kepada Zania.
__ADS_1
Setelah memastikan semuanya sudah berkumpul Kaisar Lucius langsung membuka suaranya.
" Silahkan kita mulai makan malamnya." ucap Kaisar Lucius sebelum kemudian mulai makan
Begitu juga seluruh anggota kekaisaran yang mulai makanan nya masing-masing.
Zania mulai memasukan makanannya ke dalam mulutnya. Suapan pertama rasanya baik-baik. Suapan kedua Zania sudah merasakan rasa aneh di mulutnya dan suapan ketiga.
" Hueek..."
Tiba-tiba saja Zania memuntahkan sesuatu di mulutnya membuat semua orang yang sedang makan langsung menghentikan nya.
Selir Calista yang mendengarnya juga terkejut dengan keberadaan siput di atas meja. Kaisar Lucius yang kebetulan melihat nya langsung panik dan memberikannya segelas air.
" Minumlah Zania, semoga saja ini hanya halusinasi kita saja." ucap Kaisar Lucius yang belum mempercayai apa yang dilihat olehnya.
Zania yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya karena jujur saja mulutnya masih merasa tidak enak dan semoga saja apa yang dikatakan ayahandanya benar.
__ADS_1
Kemudian Zania mengambil segelas air putih dari tangan Kaisar Lucius. Zania bisa merasakan pelototan ibunya yang tajam seolah-olah jangan memalukannya.
Dengan perlahan Zania mulai minum air putih tersebut dan benar saja kemudian Zania kembali memuntahkan seekor siput dari mulutnya.
Zania yang melihatnya langsung dibuat panik dan menatap ayahnya dengan pandangan berkaca-kaca.
" Ayahanda bagaimana ini aku takut hiks..." ucap Zania sambil terisak menangis.
Kaisar Lucius yang melihatnya sontak dibuat panik dan terkejut karena tidak ada satupun yang salah dengan makanannya. Kemudian pandangan Kaisar Lucius menyapu keseluruhan ruangan.
" Siapa diantara kalian semua yang melakukan nya. JAWAB SAYA." ucap Kaisar Lucius berteriak keras di hadapan semua orang.
Membuat anak-anak yang melihatnya terkejut dan langsung menangis maksudnya cuma Adriana serta Ivanka saja yang melakukan nya.
Melihat kedua puterinya menangis akibat ulahnya membuat Kaisar Lucius terdiam dirinya tidak bisa menuduh anak-anak nya maupun selir dan Ratunya. Pastinya ada seseorang yang menyelinap dan melakukan nya dengan alasan balas dendam.
" Baiklah malam ini kita menghentikan makan malam lebih awal. Anak-anak kalian semua kembali ke kamar bersama ibu kalian. Biar ayahanda dan Selir Agnessia yang merawat Zania." ucap Kaisar Lucius sebelum kemudian keluar membawa Zania di gendongannya dengan Selir Agnessia.
__ADS_1
Elrick, Adriana, dan seorang anak laki-laki saling menatap sebelun kemudian menyeringai diam-diam.
Countine...