
Dia adalah Duke Regulus Riddle pria yang membantu nya untuk merusak bailer dan yang terpenting adalah ayah dari ketiga anaknya.
Kenapa melihat wajahnya membuat perasaan Aleyza tidak karuan.
Begitu juga Duke Regulus Riddle yang saat ini bersama Adriana di gendongan dan Alrick yang berdiri di sampingnya.
" Mama." ucap Alrick yang berlari menghampiri Aleyza.
Aleyza yang melihatnya langsung menyambut Alrick ke dalam pelukannya. Duke Regulus Riddle yang melihatnya merasa senang setidaknya ketiga anak-anak nya mendapatkan kasih sayang dari Aleyza.
" Selamat sore, Ratu Aleyza." ucap Duke Regulus Riddle sambil membungkuk hormat di hadapan Aleyza.
Aleyza yang menyadarinya langsung berdiri sambil menggendong Alrick.
" Selamat sore juga Duke Riddle. Jadi bagaimana Adriana bersama dengan anda, Duke?" tanya Aleyza dengan gugup berusaha di sembunyikan.
Duke Regulus Riddle dalam hati tersenyum melihat sikap gugup Aleyza.
" Saya tadi menemukan Puteri Adriana yang hampir tenggelam di danau jika saja saya tidak membantu nya." jawab Duke Regulus Riddle menjelaskannya.
__ADS_1
Ekspresi wajah Aleyza langsung berubah panik dan segera mendekati mereka setelah itu tangannya mengecek dahi Adriana takutnya anak itu akan terkena demam.
Aleyza bernafas lega ketika memastikan Adriana baik-baik saja dan apalagi yang membuat hatinya hangat melihat Adriana yang tertidur pulas dalam pelukan Duke Regulus Riddle.
" Sepertinya Adriana nyaman sekali apa hubungan antara ayah dan anak sudah mulai terbentuk." batin Aleyza yang merasa senang.
Sedangkan Duke Regulus Riddle yang sedang memperhatikan Aleyza merasa bahagia karena hanya senyumannya yang manis seperti malaikat.
" Dia sangat cantik dengan rambut pirangnya dan matanya yang biru seperti langit." batin Duke Regulus Riddle yang terpesona dengan kecantikan Aleyza.
Merasa bahwa di perhatikan Aleyza mengangkat kepalanya dan matanya langsung memperhatikan wajah Duke Regulus Riddle yang sangat tampan mungkin lebih dari ketampanan Kaisar Lucius. Dengan wajahnya yang rupawan, hidungnya yang mancung, serta bibir nya merah muda hal itu mengundangnya untuk menciumnya.
" Mama, mengapa pipi mu memerah apa mama sedang sakit?" tanya Alrick dengan ekspresi polos.
Mendengar pertanyaan Alrick wajahnya semakin merona hebat Aleyza merasa malu karena ketahuan oleh Alrick.
Duke Regulus Riddle yang melihatnya langsung tertawa pelan.
" Anda tidak perlu merasa malu Ratu, Jadi dimana saya harus membaringkan Puteri Adriana. Karena tidak baik untuk nya mengingat kejadian yang tadi Puteri Adriana?" tanya Duke Regulus Riddle yang khawatir dengan kesehatan Aleyza.
__ADS_1
Aleyza yang mendengarnya langsung tersadar.
" Baiklah ikutin saya." ucap Aleyza yang menunjukan jalannya menuju kamar Adriana.
Selama perjalanan suasana hening tidak satupun yang berbicara dari Aleyza dan Duke Regulus Riddle. Mengingat Aleyza merasa canggung dengan bertemu pria itu dan merasa bersalah juga dengan sesuatu yang tidak ia mengerti.
Begitu juga Duke Regulus Riddle yang sama sekali tidak mempunyai topik untuk di bicarakan nya. Mengingat dirinya memiliki sikap yang jarang bicara dan tertutup. Juga dirinya merasa gugup untuk bertemu langsung dengan cinta pertamanya.
Sedangkan Alrick yang sudah kelelahan tampak ketiduran di gendongan Aleyza. Setelah perjalanan menuju kamarnya serta anak-anak yang menghabiskan waktu sekitar tujuh menit.
Ceklek...
" Silahkan baringkan saja di ranjangnya." ucap Aleyza sambil membaringkan Alrick di atas ranjang.
Duke Regulus Riddle menggangguk kepalanya sebelum membaringkan tubuh Adriana di ranjang.
Aleyza dan Duke Regulus Riddle saling memperhatikan kedua anak mereka sedang tertidur. Entah kenapa mereka merasa bahagia jika bersama.
Countine...
__ADS_1