Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Melvin vs Robert Part I


__ADS_3

Kau sama sekali belum belajar untuk tidak kebawa emosi Robert." ucap seseorang sambil menyeringai setelah memukul Robert hingga terjatuh.


Robert mengangkat kepalanya kemarahannya semakin membara melihat musuhnya di depan matanya. Perlahan dia berdiri sambil matanya terus menyorot tajam musuhnya.


" Sudah lama kita tidak bertemu saudara." ucap Robert.


Orang yang memukul Robert adalah Melvin sambil menatap saudaranya dengan tenang.


" Kau juga sepertinya sangat membangga-banggakan gelar yang kau curi dariku." ucap Melvin secara tidak langsung mengejek Robert.


Robert yang tidak bisa menahan emosi nya langsung mengarahkan tinjunya ke arah Melvin.


Tapi karena Melvin sudah terlatih sangat mudah untuk nya menangkap tangan Robert dan mencengkram nya dengan kuat.


" Sudah aku bilang kau sama sekali tidak belajar. Sungguh menyedihkan kau ingin sekali gelar yang sama sekali tidak pernah kau dapatkan. Saudara." ucap Melvin sebelum kemudian memukul perut Robert hingga membuatnya terpental menabrak tiang hingga retak.


Pukulan Melvin bukan merupakan pukulan biasa. Karena Melvin sudah menambahkan sihirnya pada telapak tangannya untuk memudahkannya memukul Robert dengan kuat.

__ADS_1


Kemudian Melvin membalikan badannya kepada Aleyza dan Xavier yang saling berpelukan.


" Lebih baik mama kembali ke mansion menjaga adik-adik. Biarkan aku dan ayah yang menyelesaikan semuanya." ucap Melvin menyuruh Aleyza pergi dari istana.


Aleyza yang mendengarnya merasa tidak yakin karena membiarkan Melvin di sini sendirian.


" Apa kau yakin di sini berbahaya?" tanya Aleyza tidak yakin sambil tangannya terus menggenggam Xavier.


Xavier hanya diam saja sambil dalam hatinya merasa perasaan senang bisa bertemu lagi dengan wanita baik hati di sampingnya merupakan ibu dari saudara seayah.


Melvin terdiam sambil matanya melirik ke arah Robert yang perlahan kembali mendapatkan kesadarannya.


Aleyza dengan mata berkaca-kaca menggangguk kepalanya mempercayai bahwa putera nya akan baik-baik saja.


" Mama percaya padamu, Melvin segeralah pulang bersama ayah mu." ucap Aleyza sambil tersenyum dengan matanya mulai berlinang dengan air mata.


Melvin yang mendengarnya hanya memberikan senyumannya sambil menatap Xavier dengan lembut.

__ADS_1


Melihat tatapan Melvin membuat Xavier terkejut karena selama ini Pangeran Mahkota sama sekali tidak pernah menunjukkan tatapan seperti itu padanya dan tersenyum padanya.


" Aku percayakan ibuku kepadamu Xavier. Bahwa dia ke tempat yang aman." ucap Melvin.


" Tentu saudara." ucap Xavier merasa senang karena Melvin mempercayai nya.


Setelah itu Aleyza pergi menggunakan teleport menuju Mansion.


Sedangkan Melvin mulai membalikkan badannya kembali menatap Robert yang sudah berdiri dengan kepala menunduk.


" Aku akan membalas mu Melvin, sungguh ini penghina yang kau berikan kepadaku. Pencuri tahta kau harus mati SUPAYA AKU MENDAPATKAN APA YANG AKU INGINKAN." ucap Robert yang mulai mengangkat kepalanya memperlihatkan wajahnya yang perlahan telah di tutupi sesuatu.


Melvin yang melihatnya merasakan firasat tidak nyaman. Sepertinya Robert sudah berkembang pesat apalagi aura nya yang gelap.


" Ini tidak bagus." gumam Melvin sambil menatap Robert.


Robert tersenyum senang melihat tubuhnya sudah diliputi oleh sihir besar. Perlahan dia merasa menjadi kuat dan bisa mengalahkan seseorang yang sudah membuatnya iri.

__ADS_1


" Sebentar lagi semuanya sempurna....


Countine...


__ADS_2