Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Seberapa Mampu Kau Bertahan


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup membosankan akhirnya mereka semua sudah sampai di istana. Elrick dan Adriana dibuat terpukau melihat keindahan istana melupakan perasaan sedihnya tadi.


Sedangkan Aleyza yang melihatnya hanya memasang ekspresi datar. Memang dilihat istana merupakan tempat indah dan mewah. Tapi di dalamnya terdapat banyak orang jahat yang berusaha membunuh satu sama lain untuk mencapai keinginan mereka.


Begitu juga Alrick yang sepertinya sedikit khawatir mengingat di sana ada saudara-saudara tiri nya.


Kereta kuda yang di tumpangi Aleyza beserta si kembar tiga berhenti tepat di depan pintu masuk istana. Di sana Aleyza bisa melihat seorang wanita berambut hitam panjang menatapnya dengan penuh kebencian.


Pintu kereta di buka oleh Melvin dan mengulurkan tangannya membantu ibu serta saudara-saudaranya turun. Tanpa mempedulikan ayahnya yang marah sebab dia ingin membantu tapi sudah di dahului oleh Melvin.


Melihat ekspresi kesal Kaisar Lucius membuat Melvin menyeringai puas. Hal itu tidak luput di lihat oleh Aleyza.


" Apa yang kau lakukan Melvin?" tanya Aleyza sambil berbisik yang berdiri nya tepat di samping Melvin.


" Aku senang melihat ekspresi kesal nya Mama. Jadi kita memberi salam kepada wanita kodok itu." ucap Melvin sambil tersenyum miring melihat ekspresi kesal wanita itu merupakan Selir.

__ADS_1


Aleyza menggangguk kepalanya sebelum menggenggam tangan Melvin dan si kembar tiga berdiri di belakang nya saling bergandengan tangan.


Kaisar Lucius yang tidak jauh dari mereka langsung menghampirinya dan menggenggam tangan Aleyza yang satu nya lagi.


" Biarkan aku membantu mu sayang." ucap Kaisar Lucius sambil tersenyum manis.


Aleyza hanya bisa memutar bola matanya malas tapi dia tidak mau menolaknya. Sebab ia penasaran dengan reaksi wanita berambut gelap tidak jatuh di depannya.


Tepat dugaan Aleyza bisa melihat ekspresi masam tersembunyi di balik wajah rambut hitam itu.


" Salam Kaisar Lucius saya senang akhirnya anda kembali." ucap nya sambil tersenyum manis.


Tiba-tiba saja melihat gerakan wanita itu Aleyza langsung mengenali siapa dia. Ternyata dia adalah Selir utama sekaligus kesayangan Selir Agnessia seorang puteri dari ketua dari suku pedalaman. Membuat Aleyza menyerngitkan dahinya merasa begitu jijik dengan pilihan Kaisar Lucius.


" Mari kita lihat seberapa besar kesabaran mu untuk mengenakan topeng polos mu itu." batin Aleyza yang langsung mengerti karakter orang di depannya.

__ADS_1


" Sudah lama kita tidak berjumpa Selir Agnessia sampai anda lupa memberikan salam mu kepada ku dan Pangeran Mahkota. Apa kau lupa kalau aku masih Ratu mu?" tanya Aleyza dengan memasang wajah sedih.


Melvin yang berdiri di sampingnya serta si kembar tiga tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi memerah malu milik Selir Agnessia. Si kembar tiga yang melihatnya langsung tidak menyukai Selir Agnessia. Menurut mereka wanita itu sama sekali tidak menghormati ibu mereka.


Ekspresi wajah Kaisar Lucius yang tadinya lembut langsung menjadi datar.


" Agnes kau harus memberi salam kepada isteri ku berserta anak-anak ku. Kau harus mengerti dimana posisi mu." ucap Kaisar Lucius dengan nada memerintah membuat Selir Agnessia tidak bisa berkutik melawannya.


" Salam Ratu Aleyza, Pangeran Mahkota, para Pangeran, dan Puteri." ucap Selir Agnessia membungkuk hormat.


Melihat itu Aleyza tersenyum puas dan mengambil telapak tangan Selir Agnessia sebelum menggenggamnya dengan kuat.


" Senang berjumpa dengan anda Selir." ucap Aleyza sambil tersenyum miring yang hanya bisa dilihat oleh Selir Agnessia saja.


" Mari seberapa mampu kau bertahan....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2