Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Tidak Mempercayai nya Dengan Mudah


__ADS_3

Apa persyaratan itu jika bisa saya akan membantu anda Ratu?" tanya Miranda sambil terus membungkuk.


Aleyza yang mendengarnya menyeringai sebelum kemudian menjawabnya.


" Kau cari tahu semua tentang Selir Agnessia termasuk saat dia menyelesaikan pekerjaan nya serta apa yang dia capai selama ini. Saya curiga dengan sesuatu." ucap Aleyza dengan nada memerintah.


Miranda mendengarnya dengan baik sebelum kemudian mengangkat kepalanya dan melihat ekspresi dingin sang Ratu yang membuatnya sedikit takut. Sebab selama tinggal di sini dirinya mendengar desas-desus tentang Ratu yang di asingkan. Memang menurut para pekerja istana dan warga kekaisaran bahwa Ratu Aleyza merupakan sosok yang dicintai rakyat memiliki sikap yang baik suka membantu orang, dan lebih lagi ketika mereka mendengar bahwa Kaisar Lucius membawa Selir Agnessia beserta pangeran Robert. Di sana Ratu Aleyza menyambutnya dengan baik dan bersikap ramah kepada mereka.


Tapi sepertinya tidak ada yang tahu sifat asli Ratu Aleyza.


" Baiklah sesuai perintah anda, Yang Mulia." ucap Miranda yang menerima dari Aleyza.


Aleyza yang mendengarnya tersenyum miring karena sebentar lagi dia akan tahu kelemahan Selir Agnessia. Tapi dirinya juga tidak bisa sepenuhnya mempercayai Miranda.


" Aku harus menyelidiki nya." batin Aleyza sambil memicingkan mata nya.


...****************...

__ADS_1


Di siang hari Adriana sedang membaca bukunya. Setelah dirinya bisa membaca, menulis, dan menghitung. Adriana sangat tertarik untuk membaca banyak jenis buku. Jadi karena alasan itu Adriana memiliki banyak sekali buku yang dia bawa dari kastil.


Hari ini Adriana sendirian di kamarnya karena saudaranya sedang melihat tempat pelatihan pedang bersama para ksatria.


" Huh...sungguh membosankan. Aku sudah membaca buku semua yang aku bawa dari kastil. Apa yang harus aku sekarang ya." ucap Adriana yang sedang keadaan berbaring sambil melihat lukisan yang berada di langit-langit kamarnya.


Memang setelah tinggal di istana Adriana beserta saudara-saudaranya sudah mempunyai kamarnya masing-masing. Meskipun terkadang mereka lebih senang tidur bersama ibu mereka.


Mengingat pastinya akan ada susu hangat serta dongeng yang bagus.


Pandangan Adriana tertuju ke arah taman dimana banyak sekali bunga-bunga bermekaran mengundang dirinya untuk bermain.


Setelah mengatakan itu Adriana segera turun dari ranjangnya. Sebelum dirinya pergi ke taman Adriana melihat penampilan yang saat ini mengenakan gaun berwarna kuning bermotif bunga panjangnya batas paha tidak lupa juga Adriana mengambil topi bundar berwarna sama.


" Aku siap." ucap Adriana sebelum kemudian berjalan meninggalkan kamarnya.


Sepanjang perjalanan Adriana menjadi pusat perhatian sebab gaya berpakaiannya yang berbeda.

__ADS_1


" Lihatlah apa dia sangat imut."


" Bukannya itu Puteri Adriana anak perempuan Kaisar dan Ratu. Dia sangat cantik."


" Gaunnya cocok untuknya bahkan para Puteri lain saja tidak memilki gaun seperti itu."


Memang gaun Adriana tidak jual di kekaisaran sebab ini hasil rancangan langsung Aleyza untuk Puteri kecilnya. Maka alasan itu membuat Adriana merasa bangga bisa mengenakan gaun buatan Mama nya.


Sampai di taman mata Adriana langsung berbinar cerah ketika melihat keindahan taman dari dekat.


" Wah...indah sekali Adriana mau ke sana." ucap Adriana yang langsung berlari menelusuri taman. Dengan tangan sesekali menyentuh bunga tanpa memetiknya.


Puas melihat taman Adriana berniat pergi tapi pandangan matanya tanpa sengaja tertuju ke arah bunga yang mengapung di danau.


" Bunga apa itu?" tanya Adriana yang penasaran sambil kaki kecil nya berjalan mendekati danau itu.


Tiba-tiba saja...

__ADS_1


Byur....


Countine...


__ADS_2