Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Permohonan Maaf Sang Kakak


__ADS_3

Aleyza merasa ingin menangis setelah 23 tahun hidupnya. Hatinya merasa hancur untuk berkali-kali. Meskipun dirinya sudah sering di khianati oleh orang-orang yang iri kepadanya. Tapi ketika mengetahui pengkhianatan adalah orang tuanya.


Aleyza tidak bisa menahannya apa dirinya sama sekali tidak berguna untuk mereka. Sampai nekat membuatnya mati.


Melihat Aleyza menangis tiba-tiba saja ada seseorang yang berdiri di sampingnya.


" Apa kau merasakan perasaan sakit ini?" tanya nya dengan datar kepada Aleyza.


Aleyza yang mendengarnya terkejut sebab tidak ada seorangpun yang bisa melihatnya dan ketika ia melihat ke arah samping ternyata Aleyza yang asli sedang berdiri sambil melambaikan tangannya menyapa nya dengan ramah.


Melihat orang yang membuatnya kesal langsung saja Aleyza cepat-cepat menghapus air matanya yang terus menetes dengan sapu tangan di balik gaunnya. Untungnya saja dia masih mengenakan gaunnya yang tadi sebelum ke sini.


" Buat apa kau berada di sini?" tanya Aleyza yang membalikan pertanyaan kepada Aleyza asli.

__ADS_1


Aleyza asli tersenyum tipis sambil memperhatikan kedua orang tua Emily.


" Tidak aku cuma mau menunjukkan alasan mengapa kau mati dan menjadikan tubuhku sebagai wadah tempatnya jiwa mu. Kau tidak perlu sinis begitu jika berbicara dengan ku. Itu sedikit nyaman untuk di dengar." ucap Aleyza asli sambil melipat kedua tangannya di d4d4 nya.


" Baik sekarang aku harus memanggil mu apa. Mengingat siapa identitas ku sekarang?" tanya Aleyza sambil tersenyum licik.


Membuat Aleyza asli dibuat ngeri sebab dirinya baru sadar siapa jiwa yang menetapi tubuhnya.


" Kau bisa memanggilku dengan nama tengah ku Sherina. Itu lebih mudah." ucap Aleyza asli atau sekarang bisa di panggil Sherina untuk bisa membedakan keduanya.


Sherina terus melihat kedua orang tua serta keluarga Emily sedang berbincang tentang bisnis. Seakan tidak ada duka di antara keluarga tersebut. Tapi pandangan Sherina tertuju ke arah seorang pria tampan memiliki rambut berwarna kecoklatan dan keriting menghampiri peti mati dimana mayat Emily di baringkan.


" Siapa dia?" tanya Sherina sambil menuju ke arah pria yang sedang menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Aleyza yang mendengarnya langsung mengalihkan pandangannya bertapa terkejutnya ia melihat seorang Kakak nya menangisinya.


" Dia Enrico kakak pertama ku." jawab Aleyza dengan pandangan sendu.


Mengingat bagaimana hubungan kakak nya yang sangat merenggang sejak dirinya memutuskan keluar dari rumah. Hanya kakak nya Enrico atau bisa dipanggil Enric yang sangat menyayanginya. Bahkan ketika dirinya sedang di kurung di ruangan gelap kakak nya selalu membawakan nya makanan dengan menyelinap di jendela sambil menceritakan kisah-kisah yang bagus.


Melihat nya setelah tiga tahun tidak bertemu membuat Aleyza merindukan nya. Tapi sekarang dirinya tidak bisa memeluknya. Juga kehidupannya sudah beda ada anak-anak yang merubahnya menjadi lebih baik.


" Jadi, alasan apa kau berada di sini atau kau ingin menjelaskan siapa ayah si triplets?" tanya Aleyza dengan pandangan dingin.


Sherina yang ketakutan dengan aura dikeluarkan Aleyza ingin menjawabnya tetapi tiba-tiba saja semuanya terhenti sebab. Kakak nya Emily menangis.


Begitu juga dengan Aleyza bertapa terkejutnya ketika tiba-tiba saja melihat kakak nya menangis dan berlutut di bawah peti matinya.

__ADS_1


" Mohon maafkan kakak tidak bisa melindungi mu. Maafkan kakak menjadi orang yang tidak berguna sekali maafkan aku." ucap nya sambil badan nya bergetar dan air matanya bercucuran di wajahnya.


Countine...


__ADS_2