
Malam ini akan diadakan pesta penyambutan kembali sang Ratu. Setelah hampir 6 tahun berada di tempat pengasingan serta perkenalan si triplets di hadapan umum.
Sekarang Aleyza sedang di dandani oleh Eli serta dua pelayan lainnya yang membantunya.
" Saya senang bisa mendandani anda menjadi luar biasa Ratu." ucap salah satu pelayan yang bernama Irina.
" Benar saya juga senang setidaknya kita tidak perlu mendandani Selir Agnessia yang sombong dan berwajah jelek itu. Mentang-mentang anda pergi dia mengambil kekuasaan seakan dia adalah Ratu. Bahkan banyak pelayan yang tidak menyukainya." ucap nya yang kali ini bernama Alina.
Aleyza yang mendengar keluhan kedua pelayan tertawa menurutnya begitu lucu. Mendengar keluhan para pelayan untuk Selir Agnessia.
" Saya juga tidak menyukainya. Jadi apa kalian mau menjadi pelayan pribadi ku. Tugas kalian berdua untuk merawat Adriana ketika saya tidak ada. Jadi apa kalian menerima tawaran ini?" tanya Aleyza menawarkan menjadi pelayan pribadi serta pengasuh kepada kedua pelayan itu.
Kedua pelayan yang bernama Irina dan Alina langsung senang serta membungkuk hormat kepadanya.
" Tentu saja suatu kehormatan bisa melayani anda serta puteri Adriana." ucap Irina dan Alina.
Aleyza menggangguk kepalanya senang dengan keputusan kedua pelayan itu yang mau menerima tawarannya. Setidaknya Aleyza tidak perlu bersusah payah mencari pelayan serta pengasuh untuk Puterinya.
__ADS_1
" Baiklah saya senang bekerjasama dengan kalian. Tapi ingat saya tidak suka dengan nama nya pengkhianatan. Jadi jika ada salah satu dari kalian melakukan nya jangan harap kalian melihat matahari besok pagi. Mengerti." ucap Aleyza memperingatkan semua pelayan nya.
Irina dan Alina menggangguk kepalanya mereka berjanji tidak akan mengkhianati Aleyza.
Tiba-tiba saja Kaisar Lucius datang dengan mengunakan pakaian kaisar nya dan jubah merahnya yang mewah tersampir di bahunya.
Irina, Alina, dan Eli, yang melihat kedatangan Kaisar Lucius langsung menundukkan kepalanya.
" Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serentak.
" Anda sudah datang." ucap Aleyza kepada Kaisar Lucius.
Sedangkan Kaisar Lucius yang melihat penampilan Aleyza terpesona. Malam ini Aleyza menggenakan gaun berwarna emas dengan ukiran bunga di bagian roknya yang mekar. Apalagi rambut nya yang berwarna pirang di kepang satu tersampir di bahu kirinya dan dihiasi oleh bunga-bunga di rambutnya.
Menurutnya penampilan Aleyza yang paling memukau dari perempuan lainnya.
" Ratuku kau sangat cantik sampai mata ku tidak bisa berpaling darimu." ucap Kaisar Lucius memuji Aleyza dengan mata berwarna hijau berbinar.
__ADS_1
Aleyza yang mendengarnya sama sekali tidak membuat tersipu. Malah dirinya merasa tidak suka jika Kaisar Lucius memujinya. Tapi ia harus bisa memainkan peran nya.
" Terima kasih, Yang Mulia. atas pujiannya dan saya juga ingin meminta maaf karena sempat memarahi anda." ucap Aleyza yang meminta maaf sambil menundukkan kepalanya seolah dia merasa bersalah.
Kaisar Lucius hanya tersenyum mendengar ucapan Aleyza yang menenangkan jiwa nya. Kemudian tangannya Kaisar Lucius mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya di hadapan Aleyza.
Aleyza terkesiap melihat sebuah tiara putih yang berada di kotak itu.
" Ini indah sekali Kaisar." ucap Aleyza berpura-pura terpesona.
Kaisar Lucius yang senang karena Aleyza terpesona dengan hadiah nya.
" Aku senang kau menyukai hadiahnya, apa mau aku pakai kan." ucap Kaisar Lucius menawarkan Aleyza untuk memasangkan tiara nya.
Aleyza yang mendengarnya menggangguk kepalanya menyetujuinya. Tapi dalam hatinya dia bersmirk licik.
Countine...
__ADS_1