Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Alasan Kebencian Kepada Si Triplets


__ADS_3

Melihat kakak nya yang menangis tersedu-sedu yang membuat perasaan Aleyza dulunya sempat membeku kepada keluarganya. Mulai mencair hanya untuk kakak nya. Meskipun mereka tidak berada dalam jarak dekat tapi pasti merasa jauh dengan langkah pelan Aleyza menghampirinya.


Sherina yang memperhatikannya hanya diam berdiri saja tanpa berniat mencegahnya. Lagipula sekarang dalam mode hantu alias tidak terlihat jadi semua orang tidak bisa melihat keberadaan mereka di sini.


Sedangkan ayah dan ibu Emily yang melihat kelakuan anak sulungnya langsung menghampirinya. Mereka tidak mau pewaris mereka berkelakuan memalukan seperti itu apalagi hanya untuk anak gila itu.


" Enrico, jangan melakukan memalukan seperti ini ayo kita pergi." ucap sang ibu yang langsung menarik tubuh Enrico keluar dari ruangan duka.


Aleyza langsung menghentikan langkahnya setelah melihat kepergian kakaknya. Dia hanya memperhatikan ayahnya dengan tatapan kebencian jika saja dirinya bisa menggunakan sihir nya di sini. Mungkin sekarang Aleyza akan memberikan hukuman yang membuatnya tidak ingin hidup.


" Aku harus membalas dendam untuk mereka. Jika diberi kesempatan." batin Aleyza yang langsung memusatkan perhatiannya ke arah Sherina sedang menyandarkan tubuhnya di dinding.


Sherina menyerngitkan dahinya melihat ekspresi Aleyza yang tampak memperhatikannya.

__ADS_1


" Mengapa kau melihatku?" tanya Sherina bingung.


" Apa kau tahu bagaimana menggunakan sihir dimensi ini?" tanya Aleyza dengan datar dan pandangan yang dingin.


Sherina yang mendengarnya langsung terkejut dan sama sekali tidak menyangka Aleyza akan menanyankan hal seperti itu.


" Tentu saja tidak, kekuatan kita tidak sekuat Kaisar maupun Duke Riddle yang memiliki kekuatan waktu dimana mereka bisa menggunakan sihir nya di manapun. Kita hanya orang biasa bukan keturunan kekaisaran." jawab Sherina dengan nada sedikit marah.


Aleyza yang mendengarnya langsung menundukkan kepalanya sepertinya tidak mungkin dia menggunakan sihir di sini untuk membalas dendam keluarganya. Tapi dia sudah memberikan mereka perjalanan berkat orang kepercayaannya.


Aleyza tiba-tiba saja melihat seorang pria berusia sekitar berusia 17 tahun menghampiri keluarganya. Hal itu sedikit membuatnya lega untuk pergi dari sini. Tapi sebelum itu dirinya ada urusan dengan seseorang.


" Sherina, jawab pertanyaan ku siapa ayah dari si triplets. Aku tahu kau menggunakan mantra penyamaran kepada Alrick begitu juga pada Elrick dan Adriana?" tanya Aleyza sambil menghampiri Sherina.

__ADS_1


Sherina sama sekali tidak terkejut karena dirinya sudah menduga pastinya Aleyza akan bertanya seperti itu kepadanya dan sudah orang yang telah memberikan kehidupan baik kepada anak-anaknya mengetahui kebenarannya.


" Baiklah sudah saat kau mengetahui nya tapi sepertinya kita tidak bisa berbicara di sini." ucap Sherina yang langsung mengubah lokasinya menjadi ke sebuah lapangan dulu pertama kali pertemuan mereka.


Hanya Aleyza dan Sherina yang berada di sana saling menatap satu sama lain.


" Jadi alasan ku bertemu dengan mu adalah mengetahui kebenaran kematian dari Emily serta memberitahu alasan mengapa aku sangat membenci si triplets." ucap Sherina mengungkapkan alasannya kebencian besar nya kepada si triplets.


Aleyza yang mendengarnya menghela nafasnya sudah saatnya dirinya ingin mengetahui nya.


Setelah itu mereka saling duduk sambil mendengarkan kisah Sherina atau awal kejadian beberapa tahun lalu.


" Baiklah itu di awal bagaimana Kaisar Lucius membawa seorang Selir serta anak mereka. Aku sama sekali tidak mengetahui bagaimana mereka bertemu tapi itu hal itu membuat ku sangat sakit hati. Karena Kaisar Lucius sebelum menikahi ku dirinya berjanji tidak akan melakukan apa yang dilakukan Kaisar sebelumnya kepada sang Ratu yang merupakan ibunya. Tapi ternyata." ucap Sherina sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


Membuat Aleyza yang melihatnya terdiam sejenak dan berpikir.....


Countine...


__ADS_2