
Sialan Selir Agnessia aku harus bertemu dengannya." batin Aleyza sambil mengepalkan tangannya sama sekali tidak menyukai definisi bertemu dengan Selir Agnessia.
Tiba-tiba saja Aleyza mendapatkan sebuah pemikiran fakta kejadian lima tahun lalu.
" Eli, apa Selir Agnessia adalah orang yang menjebak ku?" tanya Aleyza yang secara langsung meluncur dari mulutnya.
Eli yang mendengarnya terkejut sempat terdiam beberapa detik sebelum kemudian menjawabnya.
" Kemungkinan, Yang Mulia. Sebab Selir Callista hanya seorang wanita yang di paksa ayah nya sebagai tanda perdamaian untuk Kaisar Lucius. Hubungan mereka juga tidak baik maka alasan itu sampai sekarang Selir Callista hanya mampu melahirkan satu anak saja. Saya dengar Selir Callista sangat mencintai Puterinya itu. Jadi tidak mungkin bahwa dia akan menggunakan anaknya untuk menjebak anda." ucap Eli menerangkan.
" Tapi beda dengan Selir Agnessia yang merupakan anak dari pemimpin suku dia adalah wanita licik. Saya tahu dia sangat posesif terhadap tahta dan Kaisar tidak ingin siapapun untuk mengambil miliknya. Apalagi saat itu Kaisar Lucius sudah jatuh ke dalam perangkap hati Selir Agnessia sampai melahirkan tiga anak. Juga sejak kedatangan Selir Agnessia ke istana hubungan anda dan Kaisar semakin renggang. Kaisar Lucius lebih suka menghabiskan waktu dengan Selir Agnessia dan mengacuhkan anda. Hubungan Selir Agnessia dan anda sangat buruk bahkan kalian sering bertengkar untuk memperebutkan kasih sayang Kaisar Lucius." ucap Eli sambil menundukkan kepalanya sedih.
Aleyza yang mendengarnya terdiam sambil kemudian berdiri berjalan menuju ke arah jendela. Dia bisa melihat pemandangan dimana Selir Agnessia sedang mengadakan acara minum teh bersama wanita-wanita bangsawan kelas atas.
" Eli, apa Selir Agnessia dekat dengan para wanita bangsawan?" tanya Aleyza sambil memperhatikan Selir Agnessia tertawa lembut dengan seorang wanita berambut cokelat.
__ADS_1
" Tentu saja, sejak anda di tendang ke pengasingan Selir Agnessia menguasai istana termasuk mendapatkan perhatian para wanita bangsawan dan semua orang. Supaya Kaisar Lucius bisa memikirkan siapa sebenarnya Ratu terbaik." ucap Eli dengan geram sebab Selir Agnessia mengincar tahta milik majikannya.
Aleyza memegang dagunya dengan jarinya sambil terus memperhatikan Selir Agnessia.
Tanpa sengaja Selir Agnessia yang sedang mendongakkan kepalanya melihat Aleyza memperhatikan nya dari jendela. Membuat senyum miring terbit di wajahnya.
" Lihatlah orang yang pantas menjadi Ratu kekaisaran. Aku akan merebut semuanya" batin Selir Agnessia.
Dengan menunjukan ekspresi angkuh di wajahnya Selir Agnessia mengejek Aleyza.
Memikirkan itu Aleyza menunjukkan seringai ketika menemui sesuatu yang menarik.
Eli yang berdiri di belakang Aleyza bergetar ketakutan merasakan aura nya kuat.
Ceklek...
__ADS_1
Melvin yang sudah selesai membersihkan diri bersama ketiga adiknya menghampiri Ibu nya bertapa terkejutnya ia melihat aura kuat dari dalam tubuh ibunya.
" Mama." ucap Adriana yang melepaskan genggaman tangan Melvin dan berlari menuju Aleyza.
Aleyza yang tersadar dari lamunannya langsung mengembalikan ekspresi nya menjadi lembut kepada keempat anaknya
" Anak-anak kalian sudah kembali." ucap Aleyza membiarkan Adriana memeluknya.
" Iya mama." ucap Alrick dan Elrick secara bersamaan.
Sedangkan Melvin yang hanya berdiri masih terkejut.
" Kenapa beda....
Countine...
__ADS_1