
Aleyza."
Mendengar suara seseorang yang memanggil Aleyza. Sontak saja Aleyza dan Duke Regulus Riddle menjauh dengan ekspresi kecut.
Ketika membalikan badannya Aleyza dan Duke Regulus Riddle melihat kedatangan Kaisar Lucius yang berdiri di belakang mereka tadi.
" Yang Mulia, Kaisar." ucap Aleyza dan Duke Regulus Riddle sambil membungkuk dengan enggan.
" Duke dan Ratu buat apa kalian berada di sini?" tanya Kaisar Lucius sambil menatap benci ke arah Duke Regulus Riddle.
" Tidak ada, Yang Mulia. saya hanya menjamu Duke Riddle setelah membantu Adriana dari tenggelam di danau. Apa anda tidak mengetahuinya, Yang Mulia." ucap Aleyza yang membantu Duke Regulus Riddle untuk menjawab pertanyaan Kaisar Lucius.
Ekspresi Kaisar Lucius seketika panik mendengar Adriana tenggelam.
" Bagaimana bisa terjadi dan mengapa saya tidak mengetahui nya Aleyza." ucap Kaisar Lucius yang sekarang memanggil Aleyza dengan nama nya.
Aleyza yang mendengarnya memutar bola matanya dirinya sama sekali tidak mempedulikan perasaan khawatir Kaisar Lucius kepada Adriana. Karena berkat anak perempuan Kaisar Lucius yang iri pelaku yang menenggelamkan Adriana.
" Mungkin mereka tidak mau memberitahukannya karena itu sama sekali tidak penting bagi anda, Yang Mulia. Kalau begitu saya permisi." ucap Aleyza pamit dirinya malas untuk berlama-lama berbicara dengan Kaisar Lucius.
__ADS_1
Aleyza juga memberikan anggukan kecil kepada Duke Regulus Riddle sebelum pergi.
Suasana seketika mencekam setelah kepergian Aleyza. Dimana Duke Regulus Riddle dan Kaisar Lucius saling mengeluarkan aura sihir mereka masing-masing. Meskipun aura sihir Kaisar Lucius tidak sekuat Duke Regulus Riddle. Tapi tetap saja Kaisar Lucius merupakan salah satu pemilik sihir terkuat.
" Buat apa kau mendekati isteriku?" tanya Kaisar Lucius sambil melangkahkan kakinya mendekati Duke Regulus Riddle dan menatap nya dengan dingin.
Duke Regulus Riddle yang mendengarnya merasa ingin muntah mendengar nada sok posesif Kaisar Lucius kepada nya.
" Tidak perlu, anda mengetahuinya Kaisar. Tapi suatu hari nanti anda harus menyadari apa kesalahan anda sebelum semuanya terlambat." ucap Duke Regulus Riddle sebelum membalikan badannya menuju kereta kudanya tanpa memberikan nya Kaisar Lucius salam.
Sedangkan Kaisar Lucius terdiam tidak tahu tanggap yang harus dikatakannya. Jadi dia hanya diam memperhatikan kereta kuda Duke Regulus Riddle pergi.
Dan aku akan mendapatkan Aleyza serta anak-anak untukku meskipun aku harus mengalahkan mu Lucius meskipun taruhannya adalah tahta. Tapi aku harus jika ingin mendapatkan mereka." batin Duke Regulus Riddle sambil menyeringai.
Tapi Duke Regulus Riddle tidak akan pernah melupakan perjanjian sihirnya kepada mendiang ayah kandungnya Kaisar Regulus, dan dirinya harus membuat sesuatu untuk membiarkan Melvin mendapatkan tahta.
" Setidaknya aku sama sekali tidak menyesali kejadian yang membuat mu terikat dengan mu." ucap Duke Regulus Riddle sambil tersenyum tipis memikirkan Aleyza.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan Aleyza yang saat ini sedang melihat Alrick dan Adriana yang tertidur.
Ceklek...
" Mama, Elrick kembali." ucap Elrick yang memasuki kamar Aleyza dengan semangat.
Aleyza yang mendengarnya langsung memasang senyumannya.
" Elrick sudah kembali. Jadi bagaimana hari mu?" tanya Aleyza.
" Tadi sungguh menyenangkan Elrick belajar gerakan baru oleh guru. Jadi bagaimana keadaan Adriana?" ucap Elrick sambil menatap ke arah Adriana yang sedang tertidur di samping Alrick.
" Adriana sudah baik-baik saja sekarang Elrick lebih baik mandi sebelum kita makan malam." ucap Aleyza menyuruh Elrick membersihkan diri.
Elrick menggangguk kepalanya sambil berjalan menuju ke kamar mandi. Setelah itu pandangan Aleyza tertuju kepada seseorang yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.
" Buat apa kau be....
Countine...
__ADS_1