Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Chapter 145


__ADS_3

Syukurlah mereka bisa bersatu kembali." ucap seseorang sebelum kemudian pergi membiarkan Duke Regulus Riddle berduaan bersama isterinya.


Melvin menghela nafasnya sambil matanya memandang ke arah atas dimana Kaisar Lucius yang membatu berada diantara kedua tiang di tengah aula pesta.


Pasti setelah tempat ini akan menjadi terlarang bagi umum untuk masuk ke dalam ruangan itu.


" Sepertinya kau sedang memperhatikannya kakak." ucap seseorang yang berjalan menghampirinya.


Melvin membalikan badannya melihat Alrick berjalan menghampirinya. Sejak dua tahun lalu hubungan Melvin dan Alrick semakin dekat mungkin karena mereka memiliki kesamaan yang banyak daripada lainnya meskipun mereka berbeda ayah. Tapi mereka berdua saling menyayangi dan mendukung.


" Tidak juga, aku cuma." ucap Melvin terputus mengingat bagaimana Duke Regulus Riddle yang kuat membuat segel untuk mengurung ayah kandungnya.


Meskipun Duke Regulus Riddle melakukannya dengan ekspresi dingin tapi Melvin bisa melihat kesedihan di sana yang disembunyikan dengan baik.


Alrick berdiri tepat di samping Melvin sambil matanya melihat ke atas tepat Kaisar Lucius di segel.


" Aku tidak percaya ayah sangat kuat. Bahkan bisa melakukan penyegelan tingkat tinggi yang tidak semua orang bisa melakukannya." ucap Alrick.


" Kau benar, bahkan aku mungkin tidak akan bisa melampauinya sekarang. Tapi suatu hari nanti aku akan melampauinya dan mengajaknya berduel." ucap Melvin sambil mengepalkan tangannya dengan ekspresi tekat terpancar di matanya.

__ADS_1


Alrick mendengarnya tersenyum tipis sebelum membalikan badannya.


" Mungkin kau bisa melampauinya suatu hari nanti. Tapi aku akan melampauinya juga dan bisa berduel melawan mu kakak. Supaya aku bisa pantas untuk menjadi jenderal seperti ayah." ucap Alrick mengungkapkan keinginannya.


Melvin yang mendengarnya juga tersenyum tipis sebelum membuat kepalan tangan.


" Aku tidak akan kalah dari adik." ucap Melvin sambil menyeringai.


Begitu juga Alrick yang langsung beradu tinjuan tangan dengan Melvin.


" Begitu juga dengan mu kakak." ucap Alrick menerimanya.


Aleyza tersenyum ketika melihat Duke Regulus Riddle menyandarkan kepalanya di pangkuannya sambil mengelus rambutnya. Dalam hati dirinya menghela napas lega karena suaminya menempati janjinya untuk kembali bersamanya.


Awalnya Aleyza takut mendengar Duke Regulus Riddle tidak sadarkan diri setelah menyegel Kaisar Lucius. Tapi untungnya kecemasan itu menghilang karena Duke Regulus Riddle hanya kelelahan akibat menggunakan sihir berlebihan.


Tapi ada satu hal yang harus Aleyza beritahu Duke Regulus Riddle karena dirinya tidak bisa menyembunyikan ini selamanya.


" Reggie, aku ingin memberitahu mu sesuatu." ucap Aleyza membuka suaranya yang terlihat gugup.

__ADS_1


Duke Regulus Riddle yang sedang menikmati helusan rambut dari Aleyza langsung membuka matanya memperlihatkan matanya yang berwarna emas. Mungkin sejak menggunakan sihir penyegelan membuat warna kelopak matanya tidak bisa berubah kembali.


" Apa yang ingin kau katakan kepadaku, Aleyza?" tanya Duke Regulus Riddle.


Aleyza terdiam sejenak sebelum kemudian menghela nafasnya.


" Aku sebenarnya bukan Aleyza yang asli. Aku hanya seorang jiwa yang tersesat di tubuh ini. Aku minta maaf karena tidak memberitahukan nya kepada mu. Jika kau ingin meninggalkan ku aku akan menerimanya. Tapi aku harap itu tidak terjadi." ucap Aleyza meneteskan air matanya.


Entah kenapa Aleyza moodnya sekarang berubah-ubah mungkin ini karena pengaruh dari kehamilannya.


Duke Regulus Riddle bangun menatap Aleyza dengan serius sebelum kemudian tersenyum dan memberikan ciumannya di keningnya.


" Aku sudah tahu sejak awal." ucap Duke Regulus Riddle.


Aleyza yang mendengarnya hanya terperangah dengan mulut terbuka.


" Kau sudah tahu, Tapi bagaimana....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2