
Jadi ibu kau mau mengajak ku pergi bersamamu." tanya Duke Regulus Riddle dengan mata berbinar-binar memikirkan dirinya bisa bersama ibunya kembali.
Tapi sayangnya Cerdella menggelengkan kepalanya tidak mengijinkan puteranya untuk ikut dengannya.
Membuat Duke Regulus Riddle menundukkan kepalanya sedih.
Cerdella terdiam melihat putera kesayangan anaknya yang mengalami pengalaman hidup menyedihkan daripada dirinya. Meski dirinya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya. Tapi dirinya mendapatkan kasih sayang dari ayah nya yang selalu mencintainya tanpa syarat.
Terkadang Cerdella merasa bersalah sangat besar karena mengecewakan ayahnya akibat obsesinya kepada Kaisar Regulus yang saat itu sudah memiliki seorang ratu.
Kemudian Cerdella menggenggam tangan Duke Regulus Riddle membuatnya mengangkat kepalanya.
" Ibu tahu hidup mu tidak mudah sejak kematian ku. Kau harus berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan dari ayah dan kakek mu. Kau harus membuktikan kau kuat dan bahkan bisa memimpin medan pertempuran seperti kakek Duke Maximilian Riddle. Dia bangga padamu begitu juga ibu yang senang putera pemberani seperti mu." ucap Cerdella dengan lembut mengelus telapak tangan puteranya yang kasar tapi terasa hangat seperti milik ayahnya.
__ADS_1
Duke Regulus Riddle merona mendengar pujian dari ibunya. Karena selama salah satu impiannya adalah membahagiakan ibunya dan membuatnya bangga. Mengingat sejak kelahirannya ibunya dipandang sepandang mata.
" Ibu bilang apa kau mengingat isteri dan anak-anak mu. Apa kau melupakan mereka?" ucap Cerdella yang pertanyaan nya langsung membuat Duke Regulus Riddle tersadar dan menatap nya dengan terkejut karena mengetahui apa yang terjadi.
Cerdella mengerti isi pikiran dari Duke Regulus Riddle hanya tersenyum geli sebelum kemudian berbicara lagi.
" Bukannya ibu sudah bilang akan selalu mengawasi Reggie. Jadi apa kau mengingat mereka?" tanya Cerdella yang kali ini nada perintah.
Melihat ekspresi ibunya yang sedikit menyeramkan langsung membuat Duke Regulus Riddle menggangguk kepalanya.
Melihat kebahagiaan Duke Regulus Riddle membuat Cerdella sangat bahagia karena setelah sekian lama memperhatikan penderitaan anaknya yang selalu sendiri dan melihat orang di cintai nya memilih menikah dengan anak Kaisar dan Ratu.
Memang itu sedikit membuat hati Cerdella tidak rela karena membiarkan wanita yang telah melukai hati anaknya. Menikah dengan puteranya sekarang.
__ADS_1
Tapi satu hal yang Cerdella menyadarinya sekarang adalah dirinya dan Duke Regulus Riddle memiliki kesamaan yaitu tidak bisa mencintai orang lain lebih dari satu kali. Maksudnya jika mereka sudah tertarik dengan orang itu. Mereka tidak bisa mencintai orang lain selain orang yang membuat mereka jatuh cinta.
" Akhirnya kau menyadarinya sekarang ibu meminta kau kembali. Kau tidak mau terjadi sesuatu kepada mereka bukan. Ingat mereka bergantung pada mu." ucap Cerdella berusaha meyakinkan Duke Regulus Riddle untuk kembali.
Duke Regulus Riddle yang mendengarnya terdiam sejenak membernarkan ucapan ibunya bahwa dirinya harus kembali demi melindungi keluarganya. Dirinya tidak bisa membiarkan Kaisar Lucius melukai mereka.
" Benar ibu aku harus kembali. Lagipula aku ada janji yang harus di tepati." ucap Duke Regulus Riddle sambil menyeringai.
Membuat Cerdella tertawa sebelum kemudian menggangguk kepalanya dan menyentuh wajah Duke Regulus Riddle sambil mengucapkan sesuatu.
" Setiap pertemuan pastinya ada perpisahan. Mungkin selama ini aku belum bisa benar-benar pergi karena memikirkan nasib mu anakku. Tapi sekarang aku bisa bisa tenang karema kau baik-baik saja. Jadi ini adalah perpisahan sesungguhnya. Meski begitu ibu selalu mencintaimu selamanya puteraku, dan ucapakan salam ku kepada keluarga mu." ucap Cerdella sambil meninttikan air matanya.
Begitu juga Duke Regulus Riddle yang juga mengeluarkan air matanya. Tapi sebelum mengatakan sesuatu tiba-tiba saja ada cahaya terang yang membawa tubuhnya perlahan hilang.
__ADS_1
" Terima kasih ibu dan selamat tinggal. Reggie menyayangi mu....
Countine...