Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Amukan Selir Agnessia


__ADS_3

" Jadi secara tidak langsung aku harus bekerja sama dengan Selir Agnessia. Payah." batin Aleyza kesal.


Kaisar Lucius menyerngitkan dahinya melihat ekspresi Aleyza yang sepertinya tertekan.


" Apa ada masalah atau kau sedikit keberatan dengan keputusan ini?" tanya Kaisar Lucius sambil memperhatikan ekspresi Aleyza.


Aleyza yang mendengarnya spontan langsung menggelengkan kepalanya jangan sampai Kaisar Lucius membatalkan tugasnya. Sebab hal itu bisa membawa keuntungan terhadap Selir Agnessia yang akan menjadi lebih berkuasa dari sebelumnya. Ketika dirinya tidak mengambil tugasnya sendiri.


" Tidak kalau begitu saya permisi dulu." ucap Aleyza sambil membungkuk sebelum kemudian pamit


" Silahkan saya harus mengerjakan tugas lagi dan ingat dua hari lagi akan ada pesta penyambutan mu kembali ke istana. Jadi panggil seseorang untuk membawakan gaun yang baru untukmu Ratuku." ucap Kaisar Lucius yang memberitahukan tentang pesta.


Aleyza yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya.


" Baiklah kalau begitu saya akan pergi dan pastikan kau mengerjakan tugasmu. Lucius." ucap Aleyza yang dengan beraninya memberikan perintah kepada Kaisar Lucius.


Bukannya merasa marah Kaisar Lucius malah tersenyum senang sepertinya Aleyza sedang berbaik kepadanya. Memang sikap Aleyza yang gampang berubah menjadi tantangan tersendiri untuk Kaisar Lucius pecahkan.


Kaisar Lucius berjalan mendekati Aleyza ketika sampai di depannya dirinya memberikan kecupan di wajahnya.

__ADS_1


" Terima kasih Aleyza. kau memang wanita yang aku cintai." ucap Kaisar Lucius menatap hangat Aleyza.


Setelah mendengar itu Aleyza keluar dari ruang kerja Kaisar Lucius berjalan dengan langkah pelan. Sampai dimana Aleyza tiba-tiba menghentikan langkahnya dan tersenyum miring.


" Memang ini tidak mudah tapi aku harus melakukannya. Selir Agnessia tunggulah giliran mu yang akan tersingkir." ucap Aleyza dengan pandangan mata yang gelap dan licik.


...****************...


Sedangkan Selir Agnessia yang saat ini sedang mengerjakan tugas-tugasnya merasa tergganggu oleh asisten nya yang berlari masuk ke dalam ruang kerjanya.


Membuat Selir Agnessia langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap dingin serta jijik terlukis di wajahnya.


Mary sedang berusaha mengatur nafasnya setelah lelah berlari.


" Begini, Yang Mulia. saya baru saja mendengar berita bahwa Kaisar Lucius telah memberikan wewenangnya lagi kepada Ratu Aleyza sebagai Ratu serta gelar nya." ucap Mary memberitahukan berita yang dia dengar dari para pelayan.


Selir Agnessia wajahnya langsung muram dan tidak lama kemudian tiba-tiba saja ada barang-barang di ruang kerja membuat Mary ketakutan.


BRAK...

__ADS_1


Prang....


Semua barang-barang yang terbuat dari kaca pecah terjatuh di lantai dan buku-buku berterbangan.


" Tenanglah diri anda, Yang Mulia. ARGGGGH..." ucap Mary yang berusaha menenangkan Selir Agnessia.


Bukannya malah tenang Selir Agnessia semakin marah sebelum kemudian melempar tubuh Mary asistennya ke dinding hingga berteriak dan pingsan.


Selir Agnessia tidak lama kemudian merasa tenang setelah puas melempar barang-barang di ruang kerjanya.


" Hah...aku harus berbicara dengan Kaisar Lucius untuk mencegah Aleyza menjalankan tugas Ratu. Jika tidak akan ada sesuatu terbongkar." ucap Selir Agnessia yang langsung berlari ke ruang kerjanya.


Tanpa mempedulikan Mary yang tergeletak pingsan di lantai dengan dahinya berdarah.


Selir Agnessia berjalan dengan langkah cepat sama sekali tidak mempedulikan gaunnya yang berantakan. Ketika sedang berjalan Selir Agnessia tiba-tiba saja menghentikan langkahnya setelah melihat seseorang yang berdiri di depannya.


Orang yang berdiri di depan Selir Agnessia tersenyum miring.


" Wah... kebetulan sekali kita bertemu saya baru saja ingin bertemu dengan anda." ucap nya.....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2