Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Pertempuran Terakhir Part I


__ADS_3

Tapi selama beberapa menit tidak merasakan apapun membuat Melvin kembali membuka matanya dan bertapa terkejutnya ia ada seseorang yang melawan kekuatan Kaisar Lucius.


" Papa." ucap Melvin secara refleks memanggil pria yang tidak lain adalah Duke Regulus Riddle.


Duke Regulus Riddle yang baru sadar dikejutkan dimana Kaisar Lucius berniat mencelakakan Melvin. Jadi dengan cepat ia menepis kekuatan menggunakan pedang entah dapat darimana.


Serasa api itu tidak melawan lagi Duke Regulus Riddle membalikkan badannya melihat kondisi Melvin.


" Melvin, kau baik-baik saja?" tanya Duke Regulus Riddle menanyankan kondisi Melvin.


Melvin hanya diam sambil telunjuknya menunjuk ke arah rambut Duke Regulus Riddle yang berubah menjadi putih dan manik matanya menjadi emas.


" Rambutmu warnanya berubah." ucap Melvin yang masih terkejut melihat perubahan Duke Regulus Riddle.


Duke Regulus Riddle hanya tersenyum tipis sambil tangannya mengacak rambut pirang Melvin yang mirip dengan Aleyza sebelum kemudian berdiri.


" Melvin lebih baik kau kembali ke tempat ibumu di sini sudah tidak aman. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada putera sekaligus murid ku. Karena hanya kau satu-satunya yang bisa melindungi Aleyza beserta saudara-saudara mu." ucap Duke Regulus Riddle meminta Melvin untuk pergi.

__ADS_1


" Bagaimana jika aku tidak ingin pergi?" tanya Melvin melotot serius ke arah Duke Regulus Riddle.


Mendengar itu membuat tubuh Duke Regulus Riddle seketika menegang sebelum kemudian kedua tangannya menyentuh bahu Melvin.


" Ini berbahaya cepatlah pergi aku harus mengakhiri nya sekarang. Hanya aku yang bisa melawan saudara ku." ucap Duke Regulus Riddle meyakinkan Melvin.


Melvin yang mendengarnya menghela nafasnya tapi dia tetap menggelengkan kepalanya. Karena dirinya ingin membantu Duke Regulus Riddle.


" Tolong ijinkan aku ikut menemanimu. Aku harus mengalahkan ayah ku." ucap Melvin serius berusaha meyakinkan Duke Regulus Riddle untuk dirinya tetap di sini.


Melihat sikap keras kepala Melvin membuat Duke Regulus Riddle hanya bisa menghela nafas nya. Karena walau bagaimanapun Melvin memiliki sedikit tekat Aleyza yang tidak bisa dihilangkan yaitu selalu ingin permintaannya di turuti.


Melvin menggangguk kepalanya semangat mendengar akhirnya Duke Regulus Riddle mengijinkannya tetap di istana.


Plok...


Plok...

__ADS_1


" Pemandangan yang indah dimana anak ku lebih membela musuhku. Bahkan mereka akan bekerja sama. Sungguh ironis nya diriku ini." ucap Kaisar Lucius yang sedih sambil menghapus air mata palsunya.


Sebelum sedetik kemudian Kaisar Lucius tertawa terbahak-bahak.


" Hahahaha....kalian payah hahahaha...." ucap Kaisar Lucius di sela tawanya.


Selesai tertawa Kaisar Lucius mengeluarkan kembali besi hitam dari tangannya menatap Duke Regulus Riddle dan Melvin dengan tajam.


" Mari kita akhiri semuanya." ucap Kaisar Lucius.


" Benar kita akhiri sekarang." ucap Duke Regulus Riddle sebelum kemudian menyerang Kaisar Lucius.


Kaisar Lucius dan Duke Regulus Riddle saling serang satu sama lain dengan kecepatan tinggi. Sampai Melvin yang melihatnya tidak cela untuk menyerang maupun melihatnya. Karena hanya bisa dilihat cahaya emas dan hitam saling beradu satu sama lain.


Kaisar Lucius dengan sekuat tenaga berusaha menyerang Duke Regulus Riddle meski dia sangat cepat untuk menghindar.


" SIAL MENGAPA KAU TIDAK MATI. PADAHAL AKU SUDAH MENGERAHKAN SEMUA KEKUATAN KU UNTUK MENGALAHKAN MU." ucap Kaisar Lucius dengan marah.

__ADS_1


Trang....


Countine...


__ADS_2