Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Memuji Terdengar Menjijikan


__ADS_3

" Maafkan Melvin mama. Tapi aku harus melakukan nya mengingat status ku menjadi Pangeran Mahkota tidak mudah di lepaskan. Jika itu terjadi aku tidak bisa melindungi kalian apalagi ada anak Kaisar yang mengincar Mama dan si kembar. Aku tidak mau kalian celaka." ucap Melvin dengan tubuh gemetar mengingat dirinya terpaksa melihat ibunya pergi lebih membuatnya tidak suka adalah orang yang memisahkannya dengan ibundanya merupakan ayah kandungnya sendiri.


Ayah yang telah membuat ibunya terluka menangis setiap malam.


Aleyza yang melihatnya tersentak ia tidak suka dengan pemandangan dimana Melvin terlihat lemah. Aleyza mengetahui bahwa Melvin sangat menyayanginya lebih tepatnya sosok ibunya dan ketiga adiknya.


Di balik meja Aleyza mengepalkan tangannya dirinya tidak habis pikir bagaimana Aleyza asli mencampakkan anak-anaknya demi pria gila itu. Satu hal yang dia benci adalah penghianatan.


Tapi Aleyza tidak bisa bersikap egois jika benar Kaisar Lucius akan mendatangi nya mengambil Melvin. Ia harus masuk juga ke dalam istana dia harus dekat dengan musuh-musuhnya. Aleyza sama sekali tidak mempedulikan anak-anak Kaisar yang lainnya. Asalkan nyawa anak-anaknya sendiri selamat. Memang ini terkenal kejam tapi Aleyza sama sekali tidak mempedulikan. Sebab dunia ini kejam hanya orang-orang yang kuat saja bisa bertahan.


Aleyza berjongkok di hadapan Melvin dan memegang kedua telapak tangannya. Melvin yang merasakan tangan lembut ibunya mengangkat sedikit kepalanya melihat sepasang mata biru memandangi nya dengan lembut.

__ADS_1


" Ingat Melvin kau tidak sendiri, Mama, Alrick, Elrick, dan Adriana selalu di sisimu. Kita saling menjaga satu sama lain karena itulah sebuah keluarga." ucap Aleyza sambil tersenyum lembut.


" Jadi bagaimana caranya kita masuk ke dalam istana?" tanya Aleyza tiba-tiba.


" Buat apa Mama bertanya tentang itu?" tanya Melvin yang bingung dengan pertanyaan Aleyza.


Tapi Aleyza tidak menjawab dia hanya menunjukkan senyum misterius nya. Membuat Melvin yakin bahwa ibunya sedang merencanakan sesuatu.


Flashback off...


" Bertapa cantiknya peri ku ini." ucap Kaisar Lucius memuji Aleyza.

__ADS_1


Tapi sayangnya Aleyza bukan seperti wanita lain yang langsung dibuat merona. Melainkan Aleyza yang mendengarnya merasa geli dan jijik. Tetapi Aleyza harus tetap melakukan nya demi rencananya.


" Terima kasih, Yang Mulia." ucap Aleyza lembut.


Kaisar Lucius mendengar suara lembut Aleyza merasa senang dan bahagia. Sebab Aleyza nya yang lama sudah kembali. Sepertinya rencananya mengurung di kastil selama lebih tiga bulan telah mengubahnya. Bahkan di usianya yang hampir kepala tiga Aleyza masih cantik seperti di usianya yang ke 17 tahun pertemuan pertama mereka.


" Jangan panggil aku, Yang Mulia. aku lebih senang jika peri ku memanggil ku Lucius. Itu nama ku sayang ku." ucap Kaisar Lucius yang berbicara tepat di telinga Aleyza.


Merasa tidak nyaman Aleyza sedikit memundurkan langkahnya membuat Kaisar Lucius terlihat kecewa. Tapi perasaan kecewa itu hilang ketika mendengar ucapan Aleyza.


" Baiklah Lucius, aku sudah membuatkan makanan apa kau kita makan bersama-sama seperti sebuah.... keluarga." ucap Aleyza sedikit di tekan bagian keluarga. Entah kenapa Aleyza sedikit geli berkeluarga bersama pria di depannya. Menurutnya Kaisar Lucius hanya sebatas menaruh benihnya kepadanya beliau tidak cocok menjadi ayah bagi anak-anak nya.

__ADS_1


" Biarkan pria itu semakin jatuh terpesona kepada ku. Setelah itu kau akan lihat apa yang akan aku lakukan hahahaha..." batin Aleyza tertawa di dalam hati.


Countine...


__ADS_2