
Jadi siapa ayah kandung kami Mama?" tanya Elrick yang memberanikan diri untuk bertanya kepada Aleyza.
Sedangkan pandangan Alrick tertuju ke arah Duke Regulus Riddle yang tersenyum tipis kepadanya. Entah kenapa itu membuat Alrick merasa senang tiba-tiba saja dia mendapatkan satu kesimpulan dan memberanikan diri untuk mengungkapkan nya.
" Apa Duke Riddle adalah ayah kandung kami?" tebak Alrick sambil menatap Duke Regulus Riddle.
Bukannya panik malah Duke Regulus Riddle malah menghampiri Alrick dan berjongkok di hadapannya.
" Mengapa Pangeran Alrick bisa menyimpulkan hal itu?" tanya Duke Regulus Riddle yang penasaran sampai mana Alrick mengetahuinya.
" Karena aku pernah melihat bagaimana diriku berubah mirip sekali denganmu. Apa aku salah." ucap Alrick sambil memiringkan kepalanya dengan polos tapi ekspresi wajahnya tidak bisa bohong. Karena Alrick tersenyum miring menatap Duke Regulus Riddle.
Duke Regulus Riddle juga menyeringai seperti Alrick sebelum pandangannya melirik ke samping dimana Aleyza berdiri sambil menatap nya.
__ADS_1
Melihat isyarat Duke Regulus Riddle langsung saja Aleyza menggangguk kepalanya membiarkan dia untuk mengatakannya.
" Baiklah, aku ayah kandung mu maafkan aku yang belum mengetahui keberadaan kalian." ucap Duke Regulus Riddle akhirnya berkata jujur sekaligus membenarkan tebakan Alrick.
Elrick dan Adriana yang mendengarnya terkejut pantas saja mereka berdua memiliki hubungan erat dengan Duke Riddle tanpa di sadari olehnya.
" Tapi mengapa kau tidak pernah menjemput kami yang selama ini berada di kastil tua itu?" tanya Elrick dengan nada membentak kepada Duke Regulus Riddle.
Semua orang yang berada di dalam terkejut melihat kemarahan Elrick kepada Duke Regulus Riddle.
Elrick meronta-ronta berusaha melepaskan pelukan Duke Regulus Riddle. Tapi entah pelukannya terasa hangat sampai membuat Elrick merasa nyaman dan perlahan dia tidak meronta lagi.
Melihat Elrick sudah tenang Duke Regulus Riddle melihat ke arah Aleyza dan Melvin meminta mereka memberikan waktu untuk berbicara dengan si triplets.
__ADS_1
Aleyza dan Melvin yang mengerti langsung menggangguk kepalanya dan pergi meninggalkan kamar membiarkan Duke Regulus Riddle untuk berbicara dengan si triplets.
Aleyza dan Melvin lebih memilih duduk di ruang keluarga sambil di temani oleh api dari perapian. Aleyza tidak bisa menyembunyikan perasaan gugupnya memikirkan apa Duke Regulus Riddle bisa menyakinkan si triplets.
" Mama, apa kau gugup?" tanya Melvin sambil menatap Aleyza seakan dia mengerti dengan kegelisahannya.
Aleyza menatap Melvin sejenak sambil memandang perapian.
" Mungkin sedikit, apa kau tahu di kehidupan ku aku sangat ingin memiliki seorang anak dan aku tidak pernah bisa mendapatkan nya. Tapi setelah aku menempati tubuh Aleyza perasaan ku sangat berbeda. Seakan aku sudah mempunyai semua yang ku inginkan. Apa lagi sepertinya Duke Riddle merupakan pria yang baik." ucap Aleyza yang memikirkan Duke Regulus Riddle membuat wajahnya merona.
Melvin yang mendengarnya hanya tersenyum sepertinya mama nya menyukai Duke Riddle. Begitu juga dengannya tidak salah baginya Melvin sangat menghormati Duke Riddle yang telah berjasa memenangkan peperangan demi kekaisaran yang seharusnya dilakukan oleh Kaisar Lucius. Juga Melvin tahu bahwa Duke Riddle sudah menyukai mama nya bertahun-tahun yang lalu tanpa pernah mendekati wanita lain. Ketika mama nya menikahi pria brengsek seperti Kaisar Lucius.
" Tapi yang bikin aku penasaran bagaimana keadaan istana. Setelah menghilangnya Ratu beserta 4 anaknya dan bagaimana reaksi Kaisar Lucius mengetahui dalang sebenarnya 6 tahun lalu. Aku tidak sabar untuk melihat nya itu pasti akan menjadi tontonan yang menarik." batin Melvin sambil tersenyum miring dengan matanya berkilat emas.
__ADS_1
Countine...