Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Extra Part II ( Ledakan )


__ADS_3

5 Tahun Kemudian....


" Hei Gabriel kembalikan sepatuku." ucap Elrick yang usianya sudah 13 tahun sedang berlari tanpa menggunakan alas kaki mengejar adik laki-laki nya.


" Hahahaha....kakak tidak akan bisa mendapatkan nya kembali. Karena kakak payah hahahaha...." ucap Anak laki-laki bernama Gabriel Melvin Riddle Alberad.


Sudah lima tahun berlalu kekaisaran Alberad semakin damai dan maju berkat kepimpinan Kaisar Regulus dan Ratu Aleyza. Dimana mereka membuka perdagangan dengan negara lain melalui kapal tidak seperti sebelumnya dimana Kaisar Lucius yang sangat memilih menjual hasil kekaisaran ke para bangsawan saja.


Membuat kekayaan kekaisaran tidak sebanyak sekarang. Bahkan sekarang sudah jarang sekali warga-warga yang mengalami kelaparan dan tidak mempunyai tempat tinggal karena Kaisar Regulus telah memberikan bantuan berupa tempat tinggal, dan pekerjaan yang layak.


Juga para bangsawan dikenakan pajak sekitar 10% persen perbulan kepada pihak kekaisaran. Tidak ada yang berani berkomentar kepada Kaisar Regulus mengingat mereka sudah mengetahui kekuatan beliau yang membuat mereka merinding.


Elrick yang tidak bisa menghadapi kenakalan adiknya lagi langsung menggunakan sihir nya membuat Gabriel terbang menuju ke arahnya.


" Adik kecil kau tidak bisa mengalahkan kakak mu yang kuat ini." ucap Elrick sambil menyeringai puas melihat kekalahan dari Gabriel.


" Benarkah, menurutku yang paling hebat adalah kakak Melvin dan kakak Alrick. Mereka paling keren." ucap Gabriel sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Elrick yang mendengarnya spontan langsung menjewer telinga Gabriel.


" Hei...lepaskan kakak menyakiti ku, aku akan bilang kepada mama nanti." ucap Gabriel sambil meringis kesakitan.


" Aku tidak peduli karena adik kecil telah membuatku kesal. Lagipula mama tidak ada di sini." ucap Elrick sambil tersenyum senang.


Sedangkan di kejauhan Aleyza dan Kaisar Regulus yang melihatnya dari atas balkon hanya menghela nafasnya lelah melihat pertengkaran Elrick dan Gabriel.


" Sampai kapan mereka terus bertengkar memang tidak lelah." ucap Aleyza sambil melihat pertengkaran keduanya dengan tampang bosan.


" Setidaknya mereka tetap akur, lagipula sejak Alrick dan Melvin sibuk di pelajarannya suasana sedikit sepi." ucap Kaisar Regulus sambil tersenyum tipis.


" Benar, Juga sejak Adriana sekolah di akademi dan tinggal di asrama kita jarang melihatnya lagi. Padahal Adriana dan Elrick adalah orang yang paling jahil di istana. Bahkan sampai sekarang aku tidak bisa melupakan yang terjadi pada Zania." ucap Aleyza sambil tertawa pelan.


" Sepertinya dengan keberadaan Gabriel, Elrick yang lebih tertarik belajar bersama guru pribadi bisa ada temannya. Hari ini juga Melvin dan Alrick akan pulang." ucap Kaisar Regulus sambil memandang ke arah langit.


...****************...

__ADS_1


Trap...


" Aku sudah tidak sabar untuk sampai di istana dan merasakan masakan mama lagi." ucap Alrick yang sekarang sudah remaja berusia 13 tahun.


" Benar, masakan mama adalah yang terbaik lagipula selama perburuan ini kita hanya makan daging kelinci saja." ucap Melvin menimpali ucapan Alrick.


Ketika kedua saudara saling tertawa tiba-tiba saja ada suara ledakan yang berasal dari tengah hutan.


" Suara apa itu? Apa ada musuh?" tanya Alrick sambil memicingkan matanya berusaha melihat apa yang terjadi di depannya.


" Kita harus mencari tahu sekarang, Ayo." ucap Melvin sambil menjalankan kuda nya mendekati asal suara ledakan itu.


Ketika mereka sampai bertapa terkejutnya Melvin dan Alrick melihat sebuah kawah di tengahnya ada seorang gadis.


" Siapa itu?....


End...

__ADS_1


__ADS_2