
Tidak mungkin, apa mereka anak-anak ku bersama Aleyza?" batin Duke Regulus Riddle kepada dirinya.
Alrick yang sudah memastikan bahwa Adriana baik-baik berniat mengajak nya kembali masuk ke dalam istana.
" Ayo Adriana kita kembali ke dalam istana untuk mengganti bajumu yang sudah basah, Jika tidak cepat dilakukan nanti kau akan demam." ucap Alrick sambil mengulurkan tangannya.
Adriana yang berniat berjalan tubuhnya masih merasa lemas. Jadi yang bisa dilakukannya hanya duduk saja.
" Maafkan Adriana, Kak Al karena Adriana tidak bisa berdiri badannya lemas semua." ucap Adriana yang mengeluh dengan wajah pucat dan badannya yang mengigil.
Duke Regulus Riddle yang sadar bahwa Adriana kedinginan langsung melepaskan jubahnya berwarna hitam dan mengenakannya kepada Adriana untuk menyelimutinya sebelum kemudian menggendongnya.
Adriana yang terpekik terkejut karena tiba-tiba saja tubuhnya di gendong oleh Duke Regulus Riddle.
" Tuan Duke anda tidak perlu menggendong Adriana?" tanya Adriana yang merasa tidak nyaman telah merepotkan Duke Regulus Riddle.
Duke Regulus Riddle yang mendengarnya terpaku dirinya sama sekali tidak merasa tergganggu malah ada perasaan nyaman ketika memeluk Adriana. Seakan dia adalah bagian dirinya.
__ADS_1
" Aku harus mencari tahu semuanya termasuk meminta penjelasan kepada Aleyza." batin Duke Regulus Riddle.
" Sama sekali tidak merepotkan Tuan Puteri mari saya akan mengantarmu ke istana dengan selamat." ucap Duke Regulus Riddle dengan ekspresi lembut di wajahnya.
Adriana yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Duke Regulus Riddle.
" Hangat." gumam Adriana pelan sambil tersenyum.
Alrick yang memperhatikannya sejak tadi entah mengapa dirinya sama sekali tidak keberatan Adriana di gendong oleh pria lain selain keluarganya. Padahal dirinya menantang keras ketika Kaisar Lucius mau menggendong Adriana.
Jika tidak demi saudaranya mungkin Alrick tidak sudi berada di sini. Lebih baik dirinya tinggal di kastil tengah hutan. Meskipun jelek setidaknya Alrick menjalani waktunya dengan damai bersama ibu dan ketiga saudaranya.
" Kakak Al ayo." ucap Adriana sambil melambaikan tangan nya menyuruh Alrick menghampirinya.
Alrick yang melihat bahwa Adriana merasa memanggilnya langsung menghampirinya.
" Aku tidak tahu kenapa merasa lebih nyaman dengan nya." ucap Alrick pelan sambil melihat Adriana dan Duke Regulus Riddle bercanda.
__ADS_1
...****************...
Sedangkan Aleyza yang baru saja menyelesaikan tugas nya tanpa sengaja ketiduran dengan kepalanya di atas meja.
Tidak lama setelah itu Aleyza melihat pemandangan dimana kedua orang tuanya merasa bahagia di acara pemakaman. Hal itu membuat nya merasa aneh dan berniat mengetahui siapa yang berbaring di peti mati itu.
Ketika Aleyza berada di samping peti mati bertapa terkejutnya ia melihat tubuhnya sendiri sebagai Emily terbaring dengan gaun putihnya.
Seketika ekspresi wajah Aleyza pucat dan tanpa sadar memundurkan langkahnya terlihat syok melihat tubuhnya sendiri berbaring tidak bernyawa di dalam peti mati itu.
Pandangan Aleyza kembali ke arah kedua orang tuanya dan berniat mendengar apa yang mereka bicarakan sampai berbisik seperti itu.
" Syukurlah rencana kita berhasil." ucap ibu nya yang tersenyum bahagia.
" Tentu saja sayang tidak sia-sia kita menyuruh seseorang untuk mencelakai nya. Jika kita banyak mendapatkan harta nya." ucap sang ayah sambil tersenyum licik.
Aleyza yang mendengarnya lagi-lagi dibuat terkejut dengan fakta baru ini.
__ADS_1
" Tidak mungkin, ayah ku merencanakan pembunuhan ku." ucap Aleyza yang berbisik dengan mata berkaca-kaca
Countine...