
Semuanya sudah selesai Melvin, dan bagaimana dengan keadaan Aleyza?" ucap Duke Regulus Riddle yang menjawab sekaligus bertanya keadaan Aleyza.
Melvin berjalan mendekati Duke Regulus Riddle sebelum kemudian duduk di seberangnya. Pandangannya tertuju ke arah si triplets yang sedang nyaman tertidur di samping Duke Regulus Riddle.
Sesuatu yang cukup membuat Melvin iri dan berharap bisa mendapatkan nya juga.
" Mama sudah tidur, Jadi bagaimana akhirnya apa kau sudah berhasil membuat Mama dan Kaisar berpisah?" tanya Melvin sambil menatap serius Duke Regulus Riddle.
Duke Regulus Riddle yang mendengarnya hanya meliriknya sebelum kemudian menyeringai licik.
" Sudah, pastinya Kaisar semakin gila." ucap Duke Regulus Riddle menjawabnya.
Memang di istana Duke Regulus Riddle memiliki banyak mata-mata untuk mengawasi keadaan terjadi di dalamnya. Termasuk kejadian dimana Kaisar Lucius dan Selir Agnessia bertengkar hebat. Bahkan Kaisar Lucius berani mencelakakan Selir Agnessia dari mulai menjambak nya sampai dimana dia melempar tubuhnya ke dinding hingga memuntahkan darah dari mulutnya.
Sebenarnya Duke Regulus Riddle mendengarnya sedikit meringis dengan kekejaman Kaisar Lucius mencelakai isterinya. Mengingat kekaisaran sangat menghargai wanita dan anak-anak.
" Apa dia melukai Selir Agnessia?" tanya Melvin seperti menebak.
__ADS_1
" Sepertinya kau benar-benar mengenalinya." ucap Duke Regulus Riddle sambil tersenyum miring.
Melvin memiringkan kepalanya ke samping sambil tersenyum tipis.
" Iya, sepertinya dia tidak bertahan lama marah kepada Selir kesayangannya." ucap Melvin.
...****************...
" Bagaimana keadaannya?" tanya Kaisar Lucius kepada dokter yang memeriksa Selir Agnessia sebelumnya.
" Selir mengalami tulang patah pada bagian punggungnya akibat benturan tadi. Tapi kami sudah memberikannya ramuan yang membuatnya membaik meskipun beliau tidak bisa banyak bergerak termasuk tidurnya hanya bisa dalam posisi telungkup. Mungkin kesembuhannya bertahan selama dua minggu selama itu kami akan sering memantaunya, Yang Mulia." jawab Dokter itu menjelaskan kondisi Selir Agnessia.
" Baiklah kau boleh pergi." ucap Kaisar Lucius sebelum kemudian masuk ke dalam kamar Selir Agnessia.
Di sana terdapat Selir Agnessia yang sedang berbaring dengan posisi telungkup tubuhnya penuh perban dan di selimuti oleh selimut.
Kaisar Lucius berjalan mendekati Selir Agnessia memilih berdiri di sampingnya.
__ADS_1
" Apa kau sudah mau mengakui kesalahan mu, Selir?" tanya Kaisar Lucius sambil menatap Selir Agnessia dingin.
Selir Agnessia yang sebenarnya belum tidur memalingkan wajahnya menatapnya dengan dingin juga.
" Memangnya kenapa, aku melakukannya hanya untuk membuatmu menjadikan kamu satu-satunya. Aku juga ingin putera kita menjadi Kaisar mengingat dia adalah yang layak daripada Melvin." ucap Selir Agnessia membuka mulutnya.
Kaisar Lucius mengepalkan tangannya berusaha menahan amarahnya.
" Jadi dengan kata lain kau lah yang membuat Puteri Ivanka keracunan dan membuat Ratu Aleyza dalam pengasingan." ucap Kaisar Lucius menarik kesimpulan.
Selir Agnessia tertawa pelan sambil menatap Kaisar Lucius dengan tatapan mengejek.
" Iya, aku senang sekali telah membuat hubungan Kaisar dan Ratu hancur. Aku jugalah yang membuat Zania mengeluarkan siput di dalam mulutnya sebenarnya aku ingin Aleyza yang kena. Tapi ternyata dengan mengatakan bahwa Aleyza pelakunya mampu membuatnya pergi darimu. Aku senang sekali hahahaha..." ucap Selir Agnessia menjawabnya mengakui kejahatannya.
Kaisar Lucius mengangguk kepalanya sebelum kemudian membalikan badannya.
" Baiklah kau menang telah menghancurkan hubungan ku dan mulai hari ini kau bukan lagi Selir ku. Selamat menghadapi hukuman pen....
__ADS_1
Countine...